Bank Kalbar Untung Rp 444 M di 2022

KalbarOnline, Pontianak – Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi mengungkapkan, Bank Kalbar telah berhasil menekan biaya-biaya yang timbul sesuai dengan skala prioritas yang dibutuhkan perusahaan. Di mana imbas dari langkah tersebut, per 31 Desember 2022 kemarin, Bank Kalbar berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 444,41 miliar.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 392,62 miliar (yoy) atau tumbuh sebesar 9,84% dengan pencapaian sebesar 107,65% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 412,83 miliar.

Melalui keterangan persnya, Senin 2 Januari 2022, Rokidi menyampaikan, pencapaian kinerja tersebut tentunya patut disyukuri, meskipun banyak dipengaruhi oleh keadaan ekonomi global yang tidak menentu, kondisi kinerja keuangan Bank Kalbar tetap mampu tumbuh positif.

“Terimakasih saya ucapkan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk pencapaian kinerja tersebut, terutama Gubernur Kalimantan Barat Bapak Haji Sutarmidji SH M. Hum selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Kalbar,” ucapnya.

“Terima kasih juga kepada seluruh pemegang saham Bank Kalbar dan seluruh DPRD baik Provinsi, kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, nasabah, stake holder dan seluruh insan Bank Kalbar,” sambung Rokidi.

Lebih lanjut Rokidi menjelaskan, dalam rangka mendukung program pemerintah, Bank Kalbar turut serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat dengan pencapaian per 31 Desember 2022 sebesar Rp 350,09 miliar atau tumbuh Rp 67,81 miliar atau naik 24,02% dari tahun 2021 sebesar Rp 282,28 miliar.

Selain itu, Bank Kalbar juga menyalurkan Kredit Usaha Mikro Peduli (KUM Peduli) dengan suku bunga 5% (dibawah suku bunga KUR).

“Per 31 Desember 2022, KUM Peduli tercapai sebesar Rp 2,8 miliar, tumbuh Rp1,66 miliar atau 139,52 % dari tahun 2021 sebesar Rp 1,19 miliar,” terangnya.

BACA JUGA:  PTSP Pontianak Raih Public Services of The Year dari Markplus Inc

Selain mengoptimalkan pendapatan melalui penyaluran kredit, Bank Kalbar juga melakukan efisiensi biaya, yakni meminimalkan/mengoptimalkan pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Biaya-biaya yang akan dikeluarkan disusun berdasarkan skala prioritas, yang memang penting dan berdampak dalam mendukung kinerja bank.

“Strategi yang kami jalankan, berhasil memberikan dampak efektif dalam kinerja kami, dimana per 31 Desember 2022, Bank Kalbar mampu mencatatkan BOPO sebesar 68, 16% dibanding tahun sebelumnya sebesar 70,40% (yoy),” terang Rokidi lagi.

Tak hanya itu, dari sisi kinerja, Bank Kalbar kata dia juga mencatatkan kinerja yang positif selama tahun 2022. Bank Kalbar lanjut Rokidi, telah menjalankan langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan dan terus berakselerasi, baik di kancah daerah maupun nasional untuk menghasilkan capaian optimal terhadap target yang diharapkan.

Ia menyampaikan, untuk posisi Aset per 31 Desember 2022 sebesar Rp23,68 triliun dengan pencapaian 109,44% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 21,64 triliun, dan tumbuh sebesar Rp446 miliar atau 1,92% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 23,23 triliun (yoy) unaudited.

Menurut Rokidi, pertumbuhan tersebut, juga ditunjang dari meningkatnya kredit dan pembiayaan, dimana per 31 Desember 2022 mencatatkan sebesar Rp 14,47 triliun dengan pencapaian 101,47% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 14,26 triliun, dan tumbuh sebesar Rp1, 14 triliun atau 8,57% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 13,32 triliun (yoy).

Selanjutnya, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), per 31 Desember 2022 sebesar Rp 17,54 triliun, dengan pencapaian 103,42% dari target yang ditetapkan sebesar Rp16,96 triliun.

“Bank Kalbar juga mencatatkan kinerja Non Performing Loan yang sangat baik dibandingkan tahun tahun sebelumnya dengan mencatatkan di angka 1,75% dibandingkan tahun 2021 di angka 1,91%,” kata Rokidi. (Jau)

Comment