Abrasi Pantai Terus Terjadi, Ancam 200 KK di Kedamin Hilir

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Terjangan debit air Sungai Kapuas yang berlangsung secara terus menerus menyebabkan kondisi bibir pantai di wilayah Jalan Kalimantan, Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu semakin mengkhawatirkan.

Syeh Darmadi, warga Kedamin Hilir, Putussibau Selatan. (Foto: Ishaq)
Syeh Darmadi, warga Kedamin Hilir, Putussibau Selatan. (Foto: Ishaq)

Proses abrasi yang terus terjadi di wilayah tersebut lambat laun akan mengancam pemukiman warga yang berada di sana. Tak hanya itu, abrasi juga dinilai dapat mengancam ketahanan Jembatan Uncak Kapuas.

Kepada KalbarOnline, Syeh Darmadi, seorang warga Kedamin Hilir mengatakan, abrasi pantai ini terus terjadi akibat pengikisan bibir pantai yang diterjang oleh derasnya arus Sungai Kapuas.

Kondisi bibir pantai yang abrasi di wilayah Jalan Kalimantan, Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan. (Foto: Ishaq)
Kondisi bibir pantai yang abrasi di wilayah Jalan Kalimantan, Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan. (Foto: Ishaq)

“Dan tentu ini mengkhawatirkan serta  mengancam warga Kedamin Hilir dan warga lainya,” ungkapnya, Selasa (06/12/2022).

Sebagai warga Kedamin Hilir, Syeh meminta dan sangat berharap kepada pemerintah untuk segera memperhatikan kondisi abrasi pantai yang terus terjadi di Kedamin Hilir.

Kondisi abrasi dinilai dapat mengancam ketahanan Jembatan Uncak Kapuas. (Foto: Ishaq)
Kondisi abrasi dinilai dapat mengancam ketahanan Jembatan Uncak Kapuas. (Foto: Ishaq)

“Bagaimanapun persoalan ini terus kami suarakan, karena menyangkut keselamatan warga, baik warga di Kedamin Hilir yang berjumlah 200 kepala keluarga (KK) maupun warga lainya pada umumnya yang setiap hari melewati Jembatan Uncak Kapuas,” pungkasnya. (Ishaq)

BACA JUGA:  Warga Kapuas Hulu Mendukung Pembangunan Tetapi Harus Berkeadilan 

Comment