Bupati Dadi Minta Masyarakat Melawi Tak Musuhi Aliran Ahmadiyah

KalbarOnline, Melawi – Beberapa aliran keagamaan belakangan ini sudah mulai masuk ke wilayah Kabupaten Melawi, salah satunya aliran Ahmadiyah. Masuknya aliran kepercayaan keagamaan tersebut pun berpotensi mendapat penolakan sehingga mengancam terjadinya gangguan kamtibmas.

Berkaitan dengan hal itu, Pemkab Melawi sendiri telah melarang segala kegiatan yang dilakukan aliran Ahmadiyah. Upaya tersebut merupakan antisipasi agar tidak terjadi penyebaran lebih luas dan gangguan kamtibmas.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

Demikian kata Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait aliran Ahmadiyah di Convention Hall Kantor Bupati Melawi, Selasa (11/10/2222).

Baca Juga :  Pj Gubernur Harisson Ikuti Rakor Virtual Persiapan Matang Menuju Pilkada Serentak 2024

Bupati Dadi mengatakan, Pemkab Melawi bersama stakeholder akan terus memonitor dan mengantisipasi adanya penyebaran aliran Ahmadiyah semakin berkembang di wilayahnya.

Dadi menghendaki semua pihak dapat bekerjasama untuk saling mencari solusi dan melakukan langkah-langkah pendekatan, serta pemahaman kepada pemeluk aliran Ahmadiyah agar kembali ke syariat agama Islam yang sebenarnya.

Oleh karenanya, Dadi juga mengimbau agar masyarakat jangan sampai melakukan tindakan anarkis dan memusuhi para pemeluk aliran Ahmadiyah tersebut.

Untuk itu, dijelaskannya, Pemkab Melawi akan meningkatkan kerjasama dengan TNI, Polisi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemimpin pondok pesantren terkait langkah-langkah pembinaan terhadap pemeluk aliran Ahmadiyah.

Baca Juga :  Tinjau Sejumlah TPS, Bupati Melawi Pastikan Pilkades Serentak Berjalan Kondusif

Senada dengan Bupati Dadi, Kapolres Melawi, AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto juga menyampaikan agar seluruh stakeholder bisa saling bekerjasama memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan serta mengganggu kamtibmas.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk mencegah adanya tindakan anarkis yang dapat merugikan semua pihak. Saya berharap hal tersebut tidak terjadi di Kabupaten Melawi,” tutup Kapolres Sigit. (BS)

Comment