Cegah Penyebaran Virus PMK, Ini Saran Asisten I Syarief Yasser Arafat

KalbarOnline, Sintang – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sintang, Syarief Yasser Arafat menyampaikan, bahwa merebaknya kasus ternak yang terserang virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) harus disikapi dengan baik dan cepat.

Untuk itu ia menyarankan agar gugus tugas yang sudah terbentuk dapat segera melaksanakan sosialisasi serta rapat-rapat.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

“Ini harus kita antisipasi dengan baik. Tahun ini, Covid-19 sudah melandai, maka kemungkinan akan terjadi peningkatan kebutuhan hewan kurban,” katanya saat menghadiri Sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (14/06/2022).

Berdasarkan data awal yang diterima pihaknya, setiap satu rumah ibadah akan memerlukan 3 sampai 4 ekor hewan kurban. Sehingga akan terjadi peningkatan permintaan hewan kurban, dan rata-rata akan didatangkan dari luar Sintang.

Baca Juga :  127.083 Orang Terinfeksi Covid-19, 5.765 Lainnya Meninggal

“Dan masalahnya di luar Sintang sudah banyak ditemukan kasus ternak yang terjangkit virus PMK ini,” terang Syarief Yasser Arafat.

Untuk itu ia pun meminta dukungan dari jajaran MUI Kabupaten Sintang dan Dewan Masjid Kabupaten Sintang, agar dengan sisa waktu kurang lebih satu bulan lagi, untuk gencar mensosialisasikan ciri-ciri ternak yang terserang virus PMK dan cara antisipasinya.

“Kita perlu data hewan kurban di semua masjid dan surau. Asal ternaknya dari mana harus disampaikan kepada gugus tugas, sehingga petugas bisa mengecek kesehatan hewan kurban,” paparnya.

“Kita tidak ingin, timbul keresahan di tengah masyarakat. Maka semuanya harus jelas, dan jalur koordinasinya jelas. Kita ingin langkah yang harus kita ambil juga terukur,” tegas Syarief Yasser Arafat.

Baca Juga :  Masa Jabatan Sebagai Wabup Sintang Berakhir, Askiman Titip Pekerjaan Rumah ke Jarot-Sudiyanto

Masih dalam kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ulidal Muhtar itu, Syarief Yasser Arafat menjelaskan, bahwa berdasarkan data tahun lalu, kebutuhan hewan kurban umat Muslim di Kabupaten Sintang saat Idul Adha kurang lebih sebanyak 670 ekor. 

“Dari 670 itu, kita hanya mampu suplai hanya 300 ekor, sisanya sekitar 470 ekor harus didatangkan dari luar Sintang,” pungkasnya. (Jau)

Comment