BEM se-Kalbar Peringati Hari Lahir Pancasila dengan Kirab Kebangsaan

KalbarOnline, Pontianak – Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni dirayakan secara berbeda oleh Forum Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Barat (FKBK). Mereka menggelar aksi damai yang dinamai Kirab Kebangsaan.

Dalam aksi yang digelar di Bundaran Tugu Digulis Pontianak ini, BEM dari 11 perguruan tinggi se-Kalimantan Barat ini membentangkan bendera sepanjang 200 meter yang dibagi dalam empat sisi.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

Tidak hanya itu, dalam aksi kali ini mereka turut membangunkan masker dan hand sanitizer kepada para pengendara yang melewati Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Koordinator FKBK Abdurrahman mengatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam menyuarakan pentingnya implementasi butir yang terkandung di dalam Pancasila.

Baca Juga :  Pemkab Kayong Utara Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023

Ia berharap, aksi yang digelar pihaknya ini dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

“Kita sangat mendukung penerapan butir Pancasila terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa harus bisa diterapkan terutama dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan sehari-hari,” ujar Abdurrahman saat ditemui seusai aksi di Bundaran Digulis Pontianak, Rabu, 1 Juni 2022.

Dalam keterangannya, Abdurrahman menyebut bahwa kirab kebangsaan ini diikuti tak kurang dari 400 peserta. Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 ini pun diakhiri dengan pembacaan lima komitmen bersama. Adapun kelima komitmen tersebut sebagai berikut:

  1. Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Menolak paham radikalisme, sikap intoleransi, serta kelompok anti Pancasila di Kalimantan Barat.
  3. Mendukung terciptanya lingkungan sosial yang aman, tertib, serta menjunjung tinggi perdamaian di Kalimantan Barat.
  4. Bertoleransi terhadap segala bentuk perbedaan golongan, ras, etnis, dan agama sebagai kultur bangsa Indonesia.
  5. Mengakui dan menerima bahwa ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI adalah kepribadian bangsa Indonesia yang harus dijunjung tinggi. (*)

Comment