by

Izinkan Umat Islam Kalbar Salat Tarawih Berjamaah, Sutarmidji: Ceramahnya Jangan Panjang-panjang

KalbarOnline, PontianakPerkembangan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia terus membaik. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mengambil beberapa langkah pelonggaran.

Tentunya situasi pandemi yang membaik ini juga membawa optimisme menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mempersilakan masyarakat khususnya umat Islam Kalbar untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadan seperti Salat Tarawih berjamaah dan sebagainya.

“Hanya saja karena masih masa transisi dari pandemi ke endemi, maka tetap gunakan masker,” kata Sutarmidji, Jumat, 25 Maret 2022.

Hanya saja Sutarmidji meminta agar ceramah agama sebaiknya dilakukan dengan durasi yang tidak terlalu panjang. Yang terpenting, kesempurnaan Salatnya tercapai.

“Khatib seharusnya memahami juga. Seperti misalnya Salat Jumat boleh rapat shaf silakan, tetapi khutbahnya jangan sampai 40 menit. 15 menit saja cukup, yang penting kesempurnaan salatnya tercapai. Yang seperti ini harus bijak,” kata Sutarmidji.

Demikian halnya dengan Salat Tarawih. Menurut Midji, boleh saja membacakan ayat apapun. Namun mesti menyesuaikan kondisi.

“Ceramah misalnya (cukup) 10 menit. Kultum betul-betul kultum, jangan kultum kuliah tujuh puluh menit, itu tujuh menit,” kata Sutarmidji.

Selain pelaksanaan ibadah, Sutarmidji juga mengizinkan masyarakat untuk mudik. Hanya saja Midji mengingatkan agar masyarakat yang melaksanakan mudik untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

“Masker tetap digunakan, kemudian menjaga jarak. Jadi siapkan diri, yang mau mudik dan sebagainya silakan. Yang mau Tarawih silakan, Salat Jumat, mau rapat shaf silakan, akan tetapi harus bijak, durasi waktu Khutbah misalnya cukup 15 menit jangan sampai 40 menit, itu yang harus diperhatikan,” pesannya.

Perkembangan kasus Covid-19 Kalbar sendiri kata Sutarmidji sejatinya menurun dikarenakan pelaksanaan testing yang juga berkurang.

“Akan tetapi persentase dari testing tersebut masih cukup tinggi. Hanya mungkin imunitas masyarakat sudah terbentuk. Sehingga tingkat fatalnya sangat berkurang,” pungkas Sutarmidji.

BACA JUGA:  195 Ribu Personel TNI-Polri Masuk Prioritas Pertama Vaksinasi Covid-19

Mesti tetap waspada

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Hary Agung Tjahyadi menyebutkan, jumlah kasus harian Covid-19 di Kalbar tiga minggu terakhir memang tidak lebih tinggi dari minggu-minggu sebelumnya.

Menurutnya, kasus harian di minggu kedua, tidak lebih tinggi dari minggu ketiga, dan minggu terakhir ini tidak lebih tinggi dari minggu kedua sebelumnya.

Meski kasus harian mengalami tren penurunan, Hary Agung meminta masyarakat untuk selalu waspada. Terutama disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Karena tingkat penularan masih terbilang tinggi dan risiko untuk terinfeksi virus masih tetap ada, kalau kita tidak menerapkan prokes yang ketat,” kata Hary Agung.

Karenanya, Hary Agung mengimbau masyarakat untuk terus disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Saya kira ini masih harus diperhatikan dan situasi yang punya risiko untuk penularan juga saya kira harus tetap dihindari,” kata Hary Agung.

Selain prokes, yang tak kalah penting ada upaya percepatan vaksinasi Covid-19. Baik vaksinasi dosis pertama, kedua dan booster. Hal ini penting untuk semakin menguatkan kekebalan jangka panjang, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

“Saya mengimbau lansia sama-sama berbondong untuk melakukan vaksinasi karena risiko kesakitan dan kematian cukup tinggi apalagi bagi yang belum divaksinasi,” pungkas Hary Agung.

Pelonggaran yang dilakukan pemerintah ini seiring dengan membaiknya situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Negara, beberapa waktu lalu.

“Tahun ini umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Presiden Joko Widodo.

Jokowi menyampaikan itu dalam keterangannya terkait Kebijakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan Panduan Protokol Kesehatan Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriah, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022.

BACA JUGA:  Sosok Almarhum Sultan di Mata Wali Kota Pontianak

Kendati demikian, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan dan berharap tren yang makin membaik ini dapat terus dipertahankan.

“Saya minta kita semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan, disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan jaga jarak,” pungkasnya. (J)

Comment