by

Kalbar Terus Percepat Cakupan Vaksinasi Covid-19 Hadapi Puncak Omicron

KalbarOnline, Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19 di daerah itu. Termasuk menegakkan kembali disiplin protokol kesehatan masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron sebagaimana yang diarahkan Presiden Joko Widodo.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menegaskan bahwa Provinsi Kalbar perlu waspada. Hal ini berkaca dari perkembangan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Di mana, angka positif harian di daerah itu disebut sudah melebihi angka positif harian saat menghadapi varian Delta. Saat menghadapi varian Delta, angka kasus positif DKI Jakarta perhari berada di angka 14 ribuan kasus. Sementara di masa varian Omicron ini, kasus positif di daerah tersebut bisa mencapai 14-15 ribu kasus perhari.

“Kalbar, sekarang ini sedang padat-padatnya warga yang merayakan Imlek pulang. Kasus positif harian kita sudah di atas 100 perhari,” kata Sutarmidji usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo secara virtual yang membahas kesiapan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron, Senin, 7 Februari 2022.

Kata Midji, ada dua hal penting yang jadi arahan Presiden. Percepat vaksinasi dan memperketat disiplin protokol kesehatan. Dua hal itu diyakini dapat mencegah dan mengurangi angka keterjangkitan dan penyebaran Covid-19 termasuk tingkat fatalitasnya.

“Insya Allah bersama Kapolda dan Pangdam XII/Tanjungpura kami akan kawal percepatan vaksinasi. Capaian vaksinasi dosis pertama di Kalbar itu sudah 77 persen, target saya akhir Februari 80 persen Insya Allah bisa,” kata dia.

Vaksinasi dosis kedua yang diakui Midji masih rendah. Meski begitu, rata-rata vaksinasi dosis pertama dan kedua se-Kalbar sudah berada di atas 60 persen. Untuk itu dia meminta agar seluruh Satgas Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar tak abai.

BACA JUGA:  Cegah Si Manis Berujung Kronis Raih TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik

“Vaksinasi dosis kedua harus dipercepat, daerah-daerah jangan abai,” pintanya.

Sebab, kata Midji, stok vaksin di Kalbar terbilang lebih dari cukup. Jika dijumlahkan stok vaksin di seluruh Kalbar, ada sebanyak 101 juta dosis . Sehingga menurutnya stok itu lebih dari cukup.

“Vaksin ada, minta berapapun ada stoknya,” kata Midji.

Termasuk masyarakat juga didorongnya untuk segera melakukan vaksinasi. Terlebih lagi saat ini, sudah tidak ada batasan apapun dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Yang mau booster boleh, usia berapapun boleh. Asal sudah dua kali vaksin dan sudah enam bulan. Jadi tidak dibatas-batasi lagi,” kata Midji.

Prediksi Puncak Omicron

Sutarmidji pun menyatakan bahwa pihaknya sudah sejak lama menyiapkan tempat isolasi terpusat (Isoter). Di mana, sesuai arahan Presiden, seluruh daerah termasuk Kalbar perlu menyiapkan Isoter untuk mengantisipasi puncak Omicron di Indonesia yang diperkirakan Pemerintah Pusat terjadi pada bulan Februari dan Maret 2022.

“Isoter kita sudah ada, siap di Gedung LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Kalimantan Barat. Dari dulu sudah siap. Sekarang Isoter kita melayani para PMI (Pekerja Migran Indonesia). Kita juga ada RS Lapangan di Upelkes itu kita ada 100 tempat tidur. Kalau isoter kita itu bisa sampai 1.000 tempat tidur dalam waktu bersamaan,” kata Midji.

Meski tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) se-Kalbar saat ini masih dalam kondisi normal, namun Midji meminta Satgas Covid-19 dan masyarakat harus tetap waspada. Termasuk memperkuat sinergitas. Menurutnya, dalam menangani Covid-19, perlu sinergitas yang kuat, baik antara Pemerintah Daerah dengan forkopimda, juga dengan masyarakat.

“Jadi kalau Pak Pangdam dan Pak Kapolda bersama jajarannya tidak backup Pemda, kelabakan juga kita. Capaiannya susah. Jadi kalau Pak Kapolda dan Pak Pangdam backup, capaian kita cepat. Daerah harusnya sinergi saja sama Kapolres dan Dandim, sukses pasti. Percaya omongan saya,” kata Midji.

BACA JUGA:  Edi Kamtono ke Orang Tua : Jangan Biarkan Anak Bebas Bermain Gadget

Menurutnya, Pemda sebagai leading sektor penanganan Covid-19 jangan justru kendor daripada Forkopimda.

“Jangan pula diajak rapat koordinasi pun susah datang. Yang harusnya inisiatif ngajak rapat koordinasi itu Pemda, karena Pemda leading sektornya. Kadang yang ngajak rapat itu kalau bukan Dandim atau Kapolres. Sedangkan Bupati tak datang. Jangan sampai kaya gitu. Saya kalau rakor masalah covid, saya pasti utamakan, karena inilah tugas utama kita sekarang,” pungkas Sutarmidji.

Sementara Kapolda Kalbar Irjen Pol Suryanbodo Asmoro yang turut hadir dalam ratas itu bersama Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto menegaskan, TNI-Polri selalu siap membantu pemerintah daerah sebagaimana yang menjadi arahan Presiden. Kata Suryanbodo Asmoro, sedari awal perintah Presiden Jokowi linier dengan instruksi Panglima TNI dan Kapolri.

“Sehingga di lapangan khususnya di jajaran Kapolres dan Dandim wajib mendukung Pemda untuk menggiatkan vaksinasi. Baik itu vaksinasi pertama, kedua, lansia maupun anak-anak,” tegasnya.

Pihaknya pun akan terus membackup Pemerintah Daerah dalam rangka menegakkan kembali disiplin protokol kesehatan masyarakat. Termasuk menertibkan tempat-tempat keramaian.

“Kita TNI-Polri akan terus dukung Satpol PP untuk menegakan prokes. Karena prokes ini ada berapa variabel, pertama tempat yang dikunjungi, kedua yaitu orangnya. Dua variabel inilah yang harus ditertibkan, mulai dari tempat yang dikunjungi itu wajib menyiapkan aplikasi peduli lindungi selain menerapkan prokes secara ketat, dan kepada pengunjung diwajibkan disiplin prokes utamanya memakai masker sesuai arahan Presiden. Masker jangan sampai lepas. Pengunjung wajib prokes, jaga jarak, pakai masker, juga diharapkan sudah vaksin lengkap,” tutupnya.

Comment