by

Lima Ekor Replika Harimau Hiasi Klenteng Kwan Tie Bio Pontianak

Lima Ekor Replika Harimau Hiasi Klenteng Kwan Tie Bio Pontianak

Wako Edi Kamtono : Hiasan Ornamen dan Lampion Semarakkan Perayaan Imlek

KalbarOnline, Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berkeliling memantau aktivitas masyarakat di malam perayaan Imlek di Kota Pontianak. Saat berkeliling, ia mampir sejenak di Klenteng Kwan Tie Bio di Jalan Diponegoro Pontianak.

Berbagai hiasan ornamen dan lampion khas Imlek tampak menghiasi teras depan klenteng. Tak hanya itu, lima ekor replika harimau yang berada di sisi kiri dan kanan klenteng dengan ukuran cukup besar kian menambah semarak perayaan Imlek 2573.

“Meskipun perayaan Imlek tidak seperti sebelum pandemi Covid-19, namun dengan banyaknya hiasan dan ornamen-ornamen ini cukup membuat semarak perayaan Imlek di Kota Pontianak,” ujarnya saat meninjau suasana malam perayaan Imlek, Senin (31/1) malam.

Lima Ekor Replika Harimau Hiasi Klenteng Kwan Tie Bio Pontianak 2

Malam perayaan Imlek tahun ini juga tanpa pesta kembang api. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebabkan munculnya kluster-kluster baru.

Edi juga mengimbau warga yang merayakan Imlek untuk merayakannya secara lebih sederhana. Pasalnya, acara atau kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak memang tidak diperkenankan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Bagi masyarakat yang merayakan Imlek tetap diperbolehkan beribadah di klenteng dengan menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Lima Ekor Replika Harimau Hiasi Klenteng Kwan Tie Bio Pontianak 3

Edi menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersama personil TNI/Polri akan melakukan pengamanan di rumah-rumah ibadah pada Hari Raya Imlek agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan aman dan kondusif. Perayaan di  masa pandemi sangat riskan terjadinya penambahan jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19.

“Karena itu kami berupaya mengantisipasi hal tersebut,” imbuhnya. (J)

BACA JUGA:  BKD Blacklist Perusahaan Penunggak Pajak Reklame

Comment