by

Kader Muda Demokrat Wujudkan Keadilan Sosial di Tengah Masyarakat

KalbarOnline, Pontianak – Keberadaan partai politik tak sekadar di panggung kontestasi. Mereka hidup di tengah masyarakat. Bergerak. Membantu rakyat. Jauh sebelum pandemi menyergap.

Setidaknya itulah yang ditunjukkan para kader partai Demokrat Kalimantan Barat. Bertindak dalam senyap. Mereka mematahkan idiom partai ramai di musim kampanye, lalu senyap.

Andi bolak-balik berurusan dengan Tan Lie Hian, seorang kader Demokrat di Pontianak Utara, Pontianak, Kalimantan Barat. Ada rasa tak nyaman. Namun di situlah jawaban dari kesulitan warganya.

“Kemarin satu warga saya sakit, mau dibawa ke RS Kharitas Bhakti, tapi tidak ada biaya dan memang warga tidak mampu, jadi saya coba hubungi Pak Tan dan langsung dibantu,” cerita Andi, Ketua RT 04/RW 20, Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, kemarin.

Bantuan itu menutupi urunan warga. Bantuan ke sekian yang diberikan Tan Lie Hian. Nama yang akrab di telinga sebagian warga Pontianak Utara.

Lelaki yang aktif di Yayasan Mitra Jiwa Sehati ini, sering memberikan bantuan beras untuk warga kurang mampu. Andi pun kerap membantu distribusi. Sebab tak mungkin semua dilakukan seorang diri.

Selain bantuan sosial, Tan Lie Hian konsen memantau penyaluran pupuk subsidi agar terjangkau oleh kelompok tani di Pontianak Utara.

“Pupuk subsidi dan pupuk non subsidi ini kan selisih harganya jauh, tentu tidak bisa dijangkau petani kalau mahal. Nah beliau ini selalu pantau dan bantu kita, supaya ketersediaan pupuk subsidi selalu ada, sehingga bisa membantu ekonomi petani, apalagi sekarang ini masa pandemi,” sambung Andi.

Terlebih ketika pandemi. Di saat terjadi kelangkaan tabung oksigen Juli lalu, anggota DPRD Kota Pontianak itu juga menyediakan lima tabung untuk giliran dipakai warga. Bantuan yang mungkin tak seberapa. Namun berhasil menyambung nyawa.

“Kami merasa Pak Tan ini murni berbagi saja, kita butuh apa, beliau langsung bergerak membantu,” kata Andi.

Apa yang dikatakan Andi, diamini Tan Lie Hian. Kader Demokrat memang wajib hadir di tengah masyarakat. Menyuarakan aspirasi di parlemen, dan menjadi penggerak bersama semua elemen. Maka tak heran ketika pandemi menyerang, kesibukannya makin tambah.

“Kita bagikan masker, kita semprot disinfektan di tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya termasuk pemukiman, termasuk bagi-bagi sembako,” ceritanya.

Tan memegang teguh amanat partai. Apalagi ketika menjadi anggota dewan, kepekaan sosialnya makin terasah. Jika dulu membantu lewat barang, kini juga merumuskan kebijakan. Sasarannya pun bukan hanya simpatisan. Semua dibantu, selama masih mampu.

Kader Muda Demokrat Wujudkan Keadilan Sosial di Tengah Masyarakat
Potret Tan Lie Hian (Foto: Istimewa)

“Saya tidak cantumkan syaratnya harus simpatisan atau kader, tapi saya percayakan ke RT, tentu RT juga akan membagikan kepada warganya yang benar-benar terdampak,” katanya.

Tak hanya Tan, kader perempuan Demokrat asal Kabupaten Kubu Raya, Desi juga melakukan hal serupa. Politisi berumur 29 tahun ini makin gencar bergerak saat pandemi. Berkolaborasi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dia menjaga masyarakat dari penularan COVID-19.

“Meskipun bantuan yang kita berikan nilainya kecil, tapi saya yakin itu bermanfaat untuk masyarakat. Masyarakat saya rasa tidak melihat besar kecilnya, tapi melihat kita berperan atau tidak,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dari partai Demokrat, dia merasa punya tanggung jawab terhadap masyarakat. Rasa itu pun tak terbatas daerah pemilihan.

“Itu semua sebagai wujud terima kasih saya juga telah dipilih oleh rakyat,” katanya.

Pengamat kebijakan dan politik Universitas Tanjungpura Pontianak, Erdi menilai pandemi memang masanya menunjukkan kepedulian partai kepada masyarakat. Apa yang ditunjukkan para kader Demokrat, merupakan praktik baik yang harus dicontoh partai lain.

“Ada gebrakan-gebrakan Demokrat untuk memenuhi kebutuhan rakyat, tapi partai lain belum, silakan dicontoh. Demokrat pun boleh mencontoh parpol lain yang juga memiliki praktik baik di masa pandemi ini,” katanya.

Erdi menyebut memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung hanya salah satu cara kerja partai. Mereka yang punya wakil di parlemen tentu dapat bertindak lebih bersama pemerintah.

“Sebenarnya gampang. Yang tidak gampang itu, kalau parpol tidak mau berperan, atau malas berperan, atau tidak mau cari-cari peran,” katanya.

Comment

Terbaru