by

Edi Kamtono Sebut Stok Vaksin dan Obat-obatan di Pontianak Menipis

Edi Kamtono Sebut Stok Vaksin dan Obat-obatan di Pontianak Menipis

KalbarOnline.comWali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebutkan bahwa stok vaksin di kotanya itu semakin menipis. Hal ini tak sebanding dengan antusias masyarakat Pontianak terhadap vaksin yang semakin meningkat.

“Kalau suplai vaksin dari Jakarta ke Pontianak lancar, langsung kita sebarkan. Masyarakat sekarang ini antusias. Sekarang vaksin kita menipis, kita masih menunggu distribusi lagi,” kata Edi, Senin, 26 Juli 2021.

Diapun berharap agar pemerintah pusat sesegera mungkin mendistribusikan vaksin untuk mempercepat capaian vaksinasi covid-19 di Kota Pontianak yang ditargetkan 80 persen dari jumlah penduduk.

Baca Juga: Sutarmidji Sebut Stok Vaksin Kalbar Menipis: Indah Kabar Dari Berita

“Mudah-mudahan dalam waktu singkat vaksin dari pusat segera datang,” harapnya.

Edi pun meminta kelompok masyarakat yang hendak menggelar vaksinasi massal agar ditunda terlebih dahulu sampai stok vaksin di Pontianak terpenuhi.

“Kalau yang baru-baru mungkin ditunda dulu sebelum ada kepastian vaksin datang. Karena vaksin ini kita tidak bisa beli sendiri,” katanya.

Selain dihadapkan pada masalah stok vaksin yang menipis, Kota Pontianak juga dihadapkan pada stok obat-obatan yang menipis.

“Kita anggarkan dana yang cukup untuk membeli obat-obatan. Tapi sampai sekarang belum datang-datang. Padahal ini mendesak. Kalau obat-obatan ini terutama antivirus ini yang sangat terbatas,” tutupnya.

Stok vaksin Kalbar juga menipis

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengungkapkan bahwa stok vaksin di Kalbar semakin menipis. Hal ini berbanding terbalik dengan antusias masyarakat mengikuti vaksin semakin meningkat. Menurut dia, antusias masyarakat yang tinggi, harus dibarengi dengan ketersediaan vaksin oleh Pemerintah Pusat.

“Vaksin ini kita yang babak belur. Di berita, vaksin ada sekian ratus juta. Begitu kita minta hanya dikirimkan 1.500 vial. Jumlah segitu hanya untuk 15 ribu orang, kita bisa habiskan itu satu hari,” kata Midji, belum lama ini.

Saat ini, kata Midji, pihaknya dipusingkan dengan masa vaksinasi kedua untuk masyarakat yang sudah mengikuti vaksinasi pertama. Menurutnya antusias masyarakat Kalbar sudah tak perlu diragukan lagi. Saat ini, kata Midji, yang ditunggu masyarakat adalah ketersediaan vaksin.

“Kadang kita adakan vaksinasi massal yang daftar 600 orang. Yang datang 2.000 orang, artinya kan bagus. Tapi vaksinnye tak ade”.

“Kalbar ini saya rasa 80 persen masyarakatnya mau vaksin. Tapi vaksinnye mane? Kemarin datang 1.500 vial. Sekarang belum ada lagi, tapi beritanya vaksin itu banyak, ada sekian juta, nah itu kan seperti indah kabar dari berita. Itu yang kadang kita pusing itu di situ, lain yang diomongkan, lain yang ada,” kata Midji.

Saat ini, kata Midj, vaksinasi kedua untuk masyarakat yang mengikuti vaksinasi pertama sudah harus dilakukan. Sementara vaksin juga belum didistribusikan dari pusat.

“Pemerintah Pusat minta untuk segera selesaikan. Kita pasti selesaikan. Masalahnya kalau vaksin untuk vaksinasi kedua tak dikirim pusat bagaimana?,” tutupnya.

Benarkan stok vaksin menipis

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson membenarkan bahwa stok vaksin di Kalbar saat ini semakin menipis. Stok vaksin yang ada hanya tersisa sebanyak 470 vial yang akan diprioritaskan untuk vaksinasi kedua. 470 vial vaksin tersebut, kata Harisson, hanya dapat digunakan untuk menyuntikan 4.700 orang.

“Stok vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar tersisa 470 vial. Merk Astra Zeneca. Stok yang ada ini kita prioritaskan untuk vaksinasi kedua,” kata Harisson.

Pemerintah Provinsi Kalbar sendiri, kata Harisson, sudah menyurati Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan mengenai stok vaksin. Namun, kata dia, belum ada lagi vaksin yang dikirim ke Kalbar.

Stok vaksin yang semakin menipis ini, menurut Harisson, menandakan antusias masyarakat terhadap vaksin yang semakin meningkat. Hal ini seharusnya dibarengi dengan ketersediaan vaksin oleh Pemerintah Pusat.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat sampai tanggal 25 Juli 2021 sebanyak 527.412 orang warga Kalbar yang telah menjalani vaksinasi tahap pertama. Kemudian sebanyak 217.746 orang warga Kalbar yang telah menjalani vaksinasi tahap kedua.

Comment

Terbaru