by

PT CSC Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Karhutla di Sandai

PT CSC Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Karhutla di Sandai

KalbarOnline, Ketapang – PT Citra Sawit Cemerlang (CSC) Genting Group menggelar sosialisasi pencegahan, penanganan antisipasi dan kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah konsesi dan sekitar konsesi PT CSC di Desa Demit, Kecamatan Sandai, Sabtu (24/7/2021).

Dalam sosialisasi ini juga dihadiri oleh Polsek Sandai yang diwakili Kanit Intel Polsek Sandai IPDA Cayusman, Danramil Sandai, Kapt. Arm Yoyo Sunaryo,Camat Sandai diwakili oleh Kasi Herman, unsur Kepala Desa Mitra, Sekretaris Desa Randau Jungkal, beberapa Kapala Dusun Desa Mitra, Ketua DAD Kecamatan Sandai, Demong Adat Desa Mitra, tokoh masyarakat, perwakilan masyarakat dan masyarakat setempat.

Acara dipandu oleh Tim CD PT CSC dan dibuka oleh Senior Estate Manager PT CSC, Tumpal Simamora. Ia mengatakan kalau kegiatan sosialisasi Karhutla ini sangat penting sebagai tindakan dini untuk pencegahan Karhutla yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus akan memasuki musim kering atau kemarau. Selain itu juga bentuk tanggungjawab perusahaan dalam membantu pemerintahan dalam menanggulangi Karhutla di daerah operasinya.

“Kegiatan sosialisasi karhutla ini untuk merefresh kembali agar masyarakat yang akan membuka ladang yang berada di sekitar lingkungan PT CSC agar mengacu kepada Pergub dan Perbup terkait tentang tata cara membakar lahan menurut kearifan lokal,” katanya.

Ia juga mengatakan kalau PT CSC yang merupakan bagian dari Genting Group sudah menyiapkan sarana dan prasarana Damkar sebagaimana yang diatur Pemerintah. Selain itu PT CSC juga sudah mempunyai tim siaga api serta tim patroli yang akan bekerja setiap hari untuk memantau lingkungan yang berpotensi rawan kebakaran, salah satunya melalui menara pantau. Tim Damkar PT CSC selalu melakukan pemerikasaan sarana dan prasarana untuk selalu memastikan semuanya alat dalam keadaan baik dan siap digunakan.

“Menghadapi musim kemarau ini kita telah mempersiapkan sarana dan prasarananya. Namun, kita tetap akan menghargai cara berladang daerah desa mitra PT CSC. Kita harap masyarakat dapat membantu kita apabila akan membuka lahan dapat memberitahu kami melalui Kades, Kadus, kepala adat atau tim kita jika mau membakar ladang,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Sandai melalui Kanit Kanit Intel Polsek Sandai IPDA Cayusman mengatakan kalau penangan Karhutla bukan hanya merupakan beban pemerintah atau perusahaan saja, Namun juga harus bersinergi dari berbagai elemen.

“Kita juga harus menghargai kearifan lokal. karena susuai Pergub sudah diatur dan membakar tidak boleh bersama-sama secara berkelompok serta membuat sekat dalam aturan Pergub itu,” ujarnya.

Ia juga menyebut kalau hal tersebut apabila menyalahi aturan ada konsekuensinya berupa sanksi dan denda bagi pelaku yang melanggar.

“Kita berharap agar masyarakat bijak dalam berladang agar tidak salah. Janganlah kita sampai melanggar aturan hukum dan terkena aturan yang berakibat masyarakat kena dampaknya. Makanya kita semua harus mematuhi aturan tersebut,” ucapnya.

Hal yang sama juga turut disampaikan oleh Danramil Sandai, Kapt. Arm Yoyo Sunaryo yang mengatakan kalau sesuai arahan Presiden seluruh jajaran dari atas hingga bawah sudah menghimbau terkait kebakaran hutan dan lahan dimana dampak dari Karhutla, bisa mulai dari ekonomi sampai kesehatan.

“Apalagi musim Covid jangan sampai bertambah beban penderitaan di negara kita ini, sehingga kita berharap desa dan elemen masyarakat menjaga agar tidak terjadi pelebaran karhutla di daerah masing-masing dan mengharapkan agar ptogram langit biru bisa terjadi,” ungkapnya.

Sementara Kasi Kecamatan Sandai Herman menyebut kalau terkait pembukaan ladang yang berbasis kearipan lokal telah diatur dan tertuang secara jelas melalui Pergub dan Perbup. Sehingga semua elemen yang terlibat dalam menangani Karhutla bisa mengimplementasikannya dengan baik dalam realisasi aturannya di lapangan.

“Mari sama-sama kita kawal dari tingkat desa dan dusun sehingga karhutla bisa ditekan dengan baik. Kita mengapresiasi sekali pihak perusahaan yang sudah sejak dini melakukan sosialisasi karhutla dan meminta dari dusun melaporkan jika ada warganya mau membakar ladangnya,” tandasnya. (Adi LC)

Comment

Terbaru