Categories: HeadlinesPontianak

Kepastian Perpanjangan PPKM Darurat di Pontianak Tunggu Keputusan Rakor dengan Gubernur

Kepastian Perpanjangan PPKM Darurat di Pontianak Tunggu Keputusan Rakor dengan Gubernur

Rakor Evaluasi PPKM Darurat Akan Digelar Rabu

KalbarOnline, Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kepastian perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sudah diberlakukan di Kota Pontianak sejak tanggal 12 hingga 20 Juli 2021, masih menunggu hasil keputusan rapat koordinasi (rakor) pihaknya dengan Gubernur Kalbar selaku Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Kalbar.

“Untuk tanggal 21 hingga 30 Juli 2021 mendatang kita masih menunggu hasil rapat dengan Gubernur Kalbar, Forkopimda Provinsi Kalbar maupun Kota Pontianak, kepastiannya hari Rabu (21/7) karena ada perhitungan lagi, kita berharap hasilnya bagus,” ujarnya usai menghadiri rapat koordinasi melalui video conference dengan Sekretariat Negara terkait evaluasi PPKM Darurat di Ruang Pontive Center, Senin (19/7/2021).

Ia menambahkan, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo dan menteri, intinya adalah PPKM dikategorikan menjadi empat level yakni level satu, dua, tiga dan empat. Untuk zona hijau masuk pada level satu, zona kuning level dua, level tiga pada zona oranye dan level empat zona merah. Untuk tingkat ketertularan di Kota Pontianak masih masuk dalam kategori level empat tetapi, kata dia, sudah ada sedikit pengurangan.

“Indikator yang menyebabkan level empat diantaranya tingkat ketertularan meningkat, Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur diatas 80 persen,” ungkap Edi.

Ia mengungkapkan, kasus aktif sekarang sudah mulai sedikit menurun. Jika sebelumnya sempat di atas 400 kasus, sekarang turun hingga angka 200 kasus. Selain tingkat kesembuhan pasien Covid-19, penerapan protokol kesehatan menjadi kunci utama menekan penyebaran Covid-19 dengan mengenakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan serta menjaga jarak.

Edi menyebut, perilaku masyarakat Kota Pontianak sudah mulai memahami betapa mematikannya virus corona yang menyerang tubuh manusia.

Hal itu tergambarkan hampir setiap hari mobil ambulance yang lalu lalang, baik itu yang membawa pasien Covid-19 untuk dirawat di rumah sakit maupun yang meninggal dunia. Kondisi itu dialami warga di lingkungan sekitar sehingga mereka sadar bahwa Covid-19 itu mematikan.

“Informasi di media sosial terkadang memberitakan yang kontraproduktif. Semestinya kita sama-sama satu persepsi untuk melawan Covid-19 sehingga kita bisa menekan angka ketertularan Covid-19 di Kota Pontianak,” tutupnya. (J)

Jauhari Fatria

Saya Penulis Pemula

Leave a Comment
Share
Published by
Jauhari Fatria

Recent Posts

Polres Kapuas Hulu Gelar Pelatihan Profesionalisme Fungsi Intelkam Bagi Personel

KalbarOnline, Putussibau - Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Hendrawan membuka pelatihan profesionalisme personel Intelkam Polres Kapuas…

2 hours ago

Suami di Kubu Raya Pergoki Istrinya Diduga Selingkuh dengan Seorang Tokoh Agama

KalbarOnline.com – Beredar di media sosial sebuah video seorang suami di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten…

6 hours ago

HUT ke-41 BPKP, Romi Wijaya: Semakin Akseleratif dan Independen

KalbarOnline.com – Penjabat (Pj) Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya menghadiri upacara peringatan Hari ulang tahun…

7 hours ago

Seorang Pemuda di Kubu Raya Nekat Curi Troli Basarnas untuk Modal Judi Slot

KalbarOnline – Seorang pemuda di Kubu Raya berinisial ED (29) diamankan polisi terkait kasus pencurian.…

7 hours ago

Bappeda Pontianak Ajak Stakeholders Identifikasi Potensi Risiko Pembangunan SPALD-T

KalbarOnline.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk…

7 hours ago

Ani Sofian Instruksikan Dishub Pontianak Tertibkan Truk Kontainer Tanpa Twist Lock

KalbarOnline.com – Insiden jatuhnya boks kontainer di jalan raya sudah beberapa kali terjadi di Pontianak.…

7 hours ago