by

Polisi Sebut Pria Gantung Diri di Ketapang Karena Persoalan Asmara: Sempat Cekcok Dengan Pacar

Polisi Sebut Pria Gantung Diri di Ketapang Karena Persoalan Asmara: Sempat Cekcok Dengan Pacar

KalbarOnline, Ketapang – Seorang pria bernama Hendri (24) ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di perumahan Bumi Pawan Residence Blok D nomor 30 jalan Brigjen Katamso Kelurahan Delta Pawan, Selasa (25/5/2021) siang.

Korban yang merupakan warga Dusun Pandan Sembuat, Desa Pandan Sembuat, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau ini saat ditemukan dalam posisi tergantung di pintu kamar rumah pacarnya dengan kain gorden yang melilit ke leher.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Primastya mengatakan kalau kejadian penemuan mayat tersebut diketahui pertama kali oleh Adelia Yulpani yang juga adalah pacar korban.

“Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh saudsri Adelia Yulpani yang juga adalah pacar korban sekitar pukul 14.50 Wib,” katanya.

Primastya menjelaskan kalau berdasarkan keterangan dari pacar korban, sebelumnya sempat terjadi cekcok antara korban dan dirinya pada hari senin 24 mei 2021 sekitar pukul 22.00 wib. Kemudian pacar korban meninggalkan rumah dan kembali lagi keesokannya.

“Dugaan sementara korban melakukan tindakan bunuh diri dikarenakan adanya perselisihan dalam hubungan asmara antara korban dengan pacarnya,” ungkapnya.

lebih lanjut Ia menjelaskan kronologis penemuan mayat yang berawal saat pacar korban kembali kerumah pada hari selasa tanggal 25 Mei 2021 sekitar pukul 10.00 wib, saat akan memasuki rumah, kondisi rumah terkunci dari dalam.

“Pacar korban berusaha membuka paksa pintu rumahnya yang terkunci. Saat ditemukan korban sudah dalam posisi gantung diri di depan pintu kamar menggunakan kain gorden,” ujarnya.

Saat ini polisi telah melakukan olah TKP di lokasi rumah pacar korban. Dilokasi kejadian polisi hanya menemukan barang-barang milik korban. Terhadap mayat korban juga telah dilakukan visum di RSUD dr. Agoedjam Ketapang. (Adi LC)

Comment

News Feed