by

Wabup Wahyudi Tegaskan Warga Dukung Pembangunan Jalan Layang Kalis-Putussibau

Wabup Wahyudi Tegaskan Warga Dukung Pembangunan Jalan Layang Kalis-Putussibau

Temui warga pemilik lahan di lokasi pembangunan Jalan Layang Kalis-Putussibau

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat meninjau lokasi pembangunan Jalan Layang (Flyover) di Jalan Lintas Selatan, antara Kecamatan Putussibau Selatan – Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam kesempatan itu, Wabup Wahyudi pun menemui warga yang tanahnya akan terdampak pembangunan Jalan Layang tersebut. Hal itu merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk merealisasikan pembangunan yang akan menelan anggaran senilai Rp70 miliar yang bersumber dari dana APBN 2021 itu.

Dalam kesempatan itu Wabup Wahyudi mengajak para pemilik lahan dan warga setempat untuk mendukung pembangunan tersebut.

“Kami memohon dukungan masyarakat agar pembangunan ini dapat terlaksana. Program ini harus berjalan dengan baik,” tegasnya saat bertemu warga di sekitar lokasi rencana pembangunan flyover, Rabu (5/5/2021).

Wabup Wahyudi mengatakan, pembangunan Jalan Layang itu pasti memiliki dampak, salah satunya pembebasan lahan. Hal ini yang harus ada solusi terbaik.

“Kita sudah dengar masukan dan pertanyaan dari warga tentang teknis pembangunan, sudah kita jelaskan, intinya mereka sudah menyatakan mendukung pembangunan tersebut,” ungkapnya.

Orang nomor dua di Bumi Uncak Kapuas ini menjelaskan, kondisi jalan yang jadi sasaran pembangunan ini selalu turun, selain masalah banjir ada juga masalah gambut. Sebab itu solusi pembangunannya memang Jalan Layang.

“Kalau ini terlaksana, jalan di sini bisa bebas hambatan. Kalau tidak terlaksana, banyak kerugian karena banjir yang tak bisa terselesaikan, pekerjaan terkendala, arus orang dan barang juga terhambat, belum lagi warga yang melintas banjir harus bayar,” ungkapnya.

Karena itu, tegas Wabup, pembangunan Jalan Layang ini sangat perlu direalisasikan. Dana sudah ada tinggal bagaimana melaksanakannya secara baik dan sesuai aturan berlaku. Bahkan, lanjutnya, pembangunan Jalan Layang menjadi pertimbangan khusus untuk program pembangunan berikutnya dari Pemerintah Pusat.

“Kalau ini berhasil ke depan, akan banyak pembangunan nasional. Ini hasil komunikasi Pemda Kapuas Hulu dengan Bappenas dan Balai Pelaksana Jalan Nasional,” tuturnya.

PPK Satker PJN III Kementerian PUPR, Daniel menjelaskan, bahwa pembangunan Jalan Layang sudah dilakukan survey. Ada tiga titik yang menjadi sampel, dari ketiganya diketahui tanah keras baru ditemukan di kedalaman 26 meter.

“Ini mengapa kalau dibuat parit dan ditimbus tidak menyelesaikan permasalahan banjir, karena tanah turun terus,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kapuas Hulu, Ana Mariana mengatakan, kegiatan pertemuan tersebut baru tahap sosialisasi dan pemasangan patok. Terkait teknis harga tanah, akan dilakukan oleh tim appraisal (penilaian) khusus yang independen.

“Jadi tim kita hari ini cuma sosialisasi saja dengan masyarakat yang terdampak pembangunan tersebut,” ungkapnya.

Sementara Winarni, salah seorang warga yang terdampak pembangunan Jalan Layang tersebut menyatakan dukungannya terhadap pembangunan tersebut. Namun, kata dia, selain lahan, ada juga lokasi usaha yang terkena pembangunan tersebut.

“Kita mendukung pembangunan karena ini untuk warga, namun kami juga warga dan di sini ada usaha bukan hanya lahan, perlu kejelasan ganti rugi itu,” pungkasnya.

Di kesempatan itu juga hadir para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Satker PJN Wilayah III Kalimantan Barat juga unsur pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Comment

News Feed