by

Temajuk Butuh PLB untuk Dukung Sektor Pariwisata dan Ekonomi di Perbatasan RI-Malaysia

Temajuk Butuh PLB untuk Dukung Sektor Pariwisata dan Ekonomi di Perbatasan RI-Malaysia

KalbarOnline, Sambas – Hingga tahun 2024, Pemerintah Pusat menargetkan akan membangun 26 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tersebar di 20 Kabupaten/Kota perbatasan. Tentu jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat wilayah perbatasan di Indonesia sangat luas. Salah satu wilayah perbatasan yang membutuhkan Pos Lintas Batas (PLB) yaitu Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Kebutuhan PLB di Desa Temajuk ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat, Alexander Rombonang belum lama ini. Ia mengatakan, BNPP bersama dengan BPPD Provinsi Kalimantan Barat telah mengusulkan pembangunan PLB atau PLBN di Desa Temajuk.

“Temajuk ini salah satu potensi unggulan di bidang kepariwisataan dan kita sudah mengusulkan ada PLB atau PLBN disini karena Malaysia di sebrang sana sudah membangun Pos Kawalan Sepadan,” ujar Alexander.

Desa Temajuk memiliki gugusan pantai-pantai yang merupakan potensi unggulan di bidang kepariwisataan dan sangat diminati oleh warga Negara Malaysia. Sebelum pandemi Covid-19, terhitung 500 hingga 1000 wisatawan dari Malaysia dapat memenuhi pantai dan homestay yang ada di Desa Temajuk ini.

Selama ini, wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Temajuk tidak melalui pemeriksaan yang rumit. Mereka hanya perlu meninggalkan identitas dan kendaraan mereka di Pos Kawalan Sepadan, Malaysia. Kemudian untuk menuju ke Desa Temajuk, mereka hanya perlu menaiki kendaraan warga Temajuk.

“Karena memang jaraknya sangat dekat, jadi belum ada yang menggunakan paspor. Sebenarnya peluang seperti itu yang harus kita tangkap. Artinya kalau kita sudah punya PLB atau PLBN, mereka boleh menginap dengan menggunakan paspor dan kemungkinan uang yang beredar jadi lebih besar,” ungkapnya.

Ke depannya Temajuk akan dijadikan daerah tujuan wisata yang bertaraf nasional sehingga tidak hanya wisatawan mancanegara, tetapi juga wisatawan lokal berminat untuk mengunjungi Temajuk. Tentunya untuk mendukung hal tersebut, sarana prasana seperti jalan, homestay yang layak dan rumah makan harus dibangun terlebih dahulu.

“Kita hitung misalkan 500 orang saja mungkin bisa minum satu gelas kopi dengan harga Rp 5.000, itu sudah berapa mereka spend of money disini. Kita juga sudah menggerakan masyarakat disini supaya mereka juga punya homestay, kemudian mereka punya pondok-pondok yang menyiapkan makanan tradisional supaya spend of money nya lebih besar,” pungkasnya.

Selain pariwisata, perairan di Temajuk juga memiliki potensi berupa komoditas ubur-ubur. Petani ubur-ubur dapat melakukan panen dua kali dalam setahun dan menjualnya ke Malaysia dengan pengolahan menggunakan garam.

Hal-hal diatas yang mendorong BNPP dan BPPD Provinsi Kalimantan Barat mengusulkan adanya PLB atau PLBN di Desa Temajuk. Selain untuk lalu lintas orang yang ingin mengunjungi wisata Temajuk, PLB atau PLBN ini difungsikan untuk lalu lintas barang berupa ekspor potensi ubur-ubur dan potensi lainnya yang ada di Desa Temajuk.

Harap Temajuk jadi Fokus Gerbangdutas 2021

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji telah menyampaikan harapannya agar kawasan Wisata Temajuk yang terletak di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas itu dapat menjadi perhatian dalam Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (GERBANGDUTAS) tahun 2021.

Menurutnya, potensi wisata yang berbatasan darat langsung dengan negara Sarawak, Malaysia itu sangat besar. Berkelas dunia.

“Temajuk ini sangat besar potensi wisatanya. Pantainya 42 kilometer tanpa putus, dengan terumbu karang dan lobsternya. Ini menjadi salah satu tujuan wisata, justru yang mempromosikan Malaysia, kita harap ke depan kita sendiri (Pemerintah Indonesia) yang mempromosikan,” ujar Midji di hadapan Menkopolhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP dalam acara pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) tahun 2021 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (9/4/2021).

Dijelaskan Midji, dalam seminggu di masa sebelum pandemi, kawasan wisata Temajuk biasanya ramai dikunjungi wisatawan dari Malaysia. Bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Tentu apabila dikelola dengan baik, akan menjadi sumber pendapatan di sektor pariwisata.

“Mudah-mudahan Gerbangdutas ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalbar khususnya di Kabupaten Sambas,” tandasnya.

Adapun agenda utama dalam Gerbangdutas 2021 ini di antaranya pencanangan program kegiatan dan anggaran kementerian/lembaga tahun 2021, peresmian hasil pembangunan tahun 2020, koordinasi pelaksanaan Inpres nomor 1 tahun 2021, pembukaan pameran virtual komoditas daerah perbatasan tahun 2021, peninjauan penanganan kedatangan PMI dari Malaysia melalui PLBN Aruk dan peninjauan pembangunan terminal barang internasional.

Comment

News Feed