by

Ketua DPRD dan Ketua Komisi IV DPRD Hadiri HUT ke-3 Majelis Perempuan Melayu Ketapang

Ketua DPRD dan Ketua Komisi IV DPRD Hadiri HUT ke-3 Majelis Perempuan Melayu Ketapang

KalbarOnline, Ketapang – Keberagaman Suku, Bahasa, Agama, membuat Indonesia disebut sebagai salah satu Negeri yang kaya akan budaya. Tentu hal ini perlu terus dilestarikan untuk generasi mendatang, mengingat budaya merupakan identitas Bangsa.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Ketapang, Farhan dalam sambutannya pada HUT ke-3 Majelis Perempuan Melayu (MPM) Ketapang, Kamis (8/4/2021) malam di Hotel Grand Zuri Ketapang.

Farhan mengatakan, kemajuan zaman telah banyak mengubah pandangan tentang perempuan di negeri ini. Pandangan yang menyebutkan, bahwa perempuan hanya berhak mengurus rumah telah berubah dengan adanya emansipasi yang menyebabkan perempuan memperoleh hak yang sama dengan laki-laki.

“Perempuan masa kini memiliki peran ganda yaitu menjadi wanita karena dengan tanpa meninggalkan kodrat kewanitaannya. Namun upaya mencapai keseimbangan dalam menjalankan peran ganda tersebut jelas tidaklah mudah terutama sikap budaya masyarakat yang belum sepenuhnya menerima,” papar Farhan.

Disampaikan Farhan, dibutuhkan kesadaran dan dukungan dari berbagai pihak dalam mengupayakan kesetaraan gender.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang sangat mendukung kesetaraan gender bagi perempuan. Perempuan Ketapang harus berperan aktif berdaya guna dan berdaya saing tinggi dalam segala aspek kehidupan baik itu di bidang politik ekonomi sosial budaya, pembangunan dan pendidikan,” ungkap Wabup Farhan.

Melihat luasnya wilayah Kabupaten Ketapang dan menjadi salah satu tujuan investasi, kata Farhan, Kabupaten Ketapang telah menjadi magnet bagi orang luar untuk masuk ke wilayah kita, keadaan seperti ini akan membentuk interaksi sosial yang baru yaitu suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya dari berbagai macam latar belakang inilah jika tidak kita antisipasi dari sekarang akan menjadi polemik karena adanya perbedaan tersebut.

“Dengan adanya Majelis Perempuan Melayu (MPM) diharapkan selain menjadi agenda budaya juga bisa menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Ketapang, dalam usaha menciptakan kerukunan dengan menjadi agen perdamaian melalui kegiatan sosialisasi meningkatkan toleransi kerukunan antar umat beragama maupun kerukunan antar suku atau etnis, sehingga terwujudnya keserasian sosial di wilayah Kabupaten Ketapang,” harap Farhan.

“Seperti kita ketahui, banyak sekali konflik sosial yang terjadi di Indonesia karena dilatarbelakangi SARA yang berdampak negatif bagi kehidupan berbangsa,” timpalnya.

Farhan berharap pada Hari Ulang Tahun ke-3 ini, Majelis Perempuan Melayu Ketapang lebih maju dan lebih baik lagi.

“Terus berupaya menggali, melestarikan dan mempromosikan Budaya Melayu Kabupaten Ketapang,” tandasnya.

Turut hadir Ketua DPRD Ketapang, Febriadi, Ketua Komisi IV DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, Ketua Umum MABM Ketapang, Rustami serta undangan lainya.

Comment

News Feed