by

Sutarmidji Targetkan Vaksinasi Guru se-Kalbar Selesai Juni 2021 untuk Gelar Sekolah Tatap Muka

Sutarmidji Targetkan Vaksinasi Guru se-Kalbar Selesai Juni 2021 untuk Gelar Sekolah Tatap Muka

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menargetkan vaksinasi Covid-19 terhadap guru se-Kalbar selesai pada Juni 2021 ini untuk mempersiapkan sekolah tatap muka pada Juli 2021 sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, ia meyakini, vaksinasi terhadap guru bisa selesai pada Mei mendatang jika jumlah vaksin mencukupi.

“Tapi kita mau kejar kalau vaksinnya mencukupi Mei harus selesai. Tapi kalau untuk Kota Pontianak mungkin Mei sudah bisa selesai. Untuk daerah, vaksinnya harus kita persiapkan, harus dihitung dua pers satu orang,” kata Midji.

Diakui Midji, guru merupakan salah satu prioritas pihaknya untuk dilakukan vaksinasi. Demikian halnya dengan petugas pelayanan publik termasuk pedagang pasar, wartawan dan sebagainya.

“Pegawai yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Seperti Satpol PP dan sebagainya karena mereka mobilitas tinggi,” kata Midji.

Selain menyelesaikan vaksinasi terhadap guru, untuk mempersiapkan sekolah tatap muka, pihaknya juga akan menyiapkan infrastruktur pendukung lainnya seperti meubeler sekolah.

“Kursi mejanya harus bagus. Kemudian sterilisasi, sosialisasi kepada anak-anak. Kalau guru mudah-mudahan dengan divaksin semua tidak ada yang positif,” kata dia.

Sementara untuk kebijakan sekolah tatap muka, kata Midji, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Pusat.

“Kalau pusat harusnya semuanya masuk, kita ikuti. Kalau pusat bilang masih perlu izin orang tua, ya kita pakai izin orang tua. Tapi intinya dalam penilaian kenaikan kelas atau kelulusan, saya minta seluruh guru dan Kepala Sekolah untuk menjaga baban psikologis anak. Masalah tafsirnya bagaimana silahkan masing-masing. Intinya itu,” tegasnya.

Sementara untuk memastikan siswa benar-benar dalam kondisi bebas Covid-19 pada pelaksanaan sekolah tatap muka, pihaknya akan menggunakan alat pendeteksi virus corona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni GeNose.

“Siswa itu saya sudah pesan GeNose untuk massal. Untuk siswa bolehlah kita coba. Karena kalau semua mau PCR, tidak mampu juga kita dalam artian satu hari Untan hanya bisa periksa 400an sampel. Dan lab kita 200an sampel. Nah kalau kita harus PCR siswa seluruh Kalbar kan ada 300 ribuan lebih, berapa tahun baru selesai itu. Yang kita haruskan PCR itu untuk orang yang datang ke Kalbar. Karena apa, karena rata-rata yang terjangkit dari luar Kalbar itu viral load (kandungan virus) tinggi. Seperti tenaga kerja yang kemarin itu kan, ada yang sampai 200an juta,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson saat menjalani vaksinasi covid-19 di Pendopo Gubernur Kalbar
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson saat menjalani vaksinasi covid-19 di Pendopo Gubernur Kalbar (Foto: Fai)

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan bahwa pihaknya memang mengutamakan vaksinasi terhadap para guru di provinsi itu. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan sekolah tatap muka yang akan dilaksanakan pada Juni-Juli 2021 mendatang.

“Sekarang ini yang kita utamakan adalah vaksinasi terhadap guru. Ini kita lakukan untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka, Juni-Juli 2021. Saya harapkan para guru segera mengakses tempat-tempat layanan vaksinasi, agar vaksinasi terhadap guru segera selesai dan diharapkan para guru sudah 100 persen divaksin supaya Juni-Juli 2021 nanti pelaksanaan belajar tatap muka sudah lebih aman dilaksanakan,” kata Harisson kepada wartawan saat diwawancarai usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di gedung PCC Pontianak, Rabu kemarin.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021.

“Target kami hingga akhir Juni, vaksinasi Covid-19 bagi lima juta pendidik dan tenaga pendidik selesai, sehingga pada tahun ajaran baru 2021/2022 atau pada minggu kedua dan ketiga Juli pembelajaran tatap muka dapat dilakukan,” ujar Nadiem dalam diskusi daring, awal Maret 2021.

Pembelajaran tatap muka rencananya dilakukan dengan sistem rotasi. Sekitar 50 persen siswa akan masuk ke sekolah dan sisanya melakukan pembelajaran daring secara bergantian. Pembelajaran di sekolah juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sistem pembelajaran Sekolah Tatap Muka (STM) sudah diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya hal ini sudah disampaikan Menteri Pendidikan dan Budaya, Nadiem Makarim yang mengatakan bahwa STM dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2020-2021.

“Pembelajaran tatap muka ini diperbolehkan, tapi tidak diwajibkan. Keputusan ada di pemerintah daerah, kepala sekolah, dan orang tua melalui komite sekolah,” ujar Nadiem.

Nadiem juga mengatakan bahwa kegiatan ini dikeluarkan pemerintah melalui Surat keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah, Kanwil atau Kemenag dalam memberikan izin pelaksanaan STM. Hal ini dikeluarkan pada 20 November 2020 di kanal Youtube Kemendikbud.

Rencana STM tetap berlanjut ketika Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi kepada 5,7 juta guru di Indonesia.

Jokowi mengatakan bahwa target STM akan dilakukan pada bulan Juli mendatang. Menurut Jokowi vaksinasi guru dan jajarannya menjadi prioritas utama dalam melakukan kegiatan ini.

“Sehingga bulan Juli saat mulai ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali,” kata Jokowi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Pontianak
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Pontianak (Foto: Prokopim)

Vaksinasi Guru Dukung Pelaksanaan Belajar Tatap Muka

Di Kota Pontianak, program vaksinasi Covid-19 masih terus berjalan. Kali ini menyasar para guru yang digelar di Gedung Pontianak Convention Center (PCC). Targetnya sebanyak 350 orang yang akan divaksin.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerangkan, vaksinasi yang digelar ini bertempat di Gedung PCC karena dinilai lebih representatif dengan kapasitas lebih luas. Dengan demikian akan mempercepat dan mempermudah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak.

“Sehari di gedung ini bisa melayani sebanyak 360 orang yang bisa divaksinasi,” tuturnya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung PCC, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 terhadap guru akan berpengaruh untuk mendukung kesiapan perluasan pembelajaran tatap muka di sekolah yang sudah berjalan selama ini. Selanjutnya vaksinasi juga ditujukan kepada pegawai kantor pelayan publik.

“Kita berharap target vaksinasi ini berjalan lancar dan semakin banyak orang yang divaksin,” sebutnya.

Dikatakannya, untuk proses pembelajaran tatap muka di Kota Pontianak telah dimulai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Apabila proses pembelajaran tatap muka berjalan baik maka hal tersebut akan diperluas. Untuk itu, vaksinasi bagi guru ini dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah.

“Untuk siswa sementara belum divaksin karena batas usia penerima vaksin 18 tahun ke atas,” kata Edi.

Sementara itu, untuk ketersediaan stok vaksin Covid-19 dikatakannya masih mencukupi. Pengiriman vaksin dari pemerintah pusat sudah ada kuota yang dialokasikan untuk ASN, TNI, Polri, pelayanan publik dan lansia.

“Sehingga persentase akan mengikuti kesiapan vaksinasi,” pungkasnya.

Comment

Terbaru