by

5 Jenis Perubahan Kulit saat Hamil

Saat seorang wanita mengandung, terjadi berbagai perubahan pada sistem metabolisme, imun, jantung dan pembuluh darah, serta tentu saja berat badan. Selain itu kadar hormon dalam tubuh juga berubah untuk mempersiapkan proses sebelum, saat dan setelah melahirkan.

Perubahan-perubahan yang terjadi berdampak pada kulit dan jaringan penunjang kulit di bawahnya. Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai kelainan kulit pada kehamilan yang sering terjadi, agar Mums tidak bingung dan khawatir dengan perubahan kulit yang terjadi.

Perubahan yang terjadi pada kulit dapat digolongkan menjadi :

  • Perubahan kulit yang normal
  • Peningkatan penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya
  • Penyakit kulit yang tidak berhubungan dengan kehamilan
  • Pennyakit kulit yang berhubungan dengan kehamilan
Baca juga: Permasalahan Kulit Ibu Hamil Selama Pandemi dan Cara Mengatasinya

Perubahan Kulit saat Hamil

Menurut penelitian, terdapat 4 jenis kelainan kulit yang paling sering terjadi pada ibu hamil, yaitu :

1. Atopic eruption of pregnancy (AEP)

Kasus ini terjadi pada Mums dengan riwayat alergi yang jelas, namun dapat muncul gejalanya pertama kali pada kehamilan. Lesi kulit kemerahan muncul pada awal kehamilan (sebelum trimester 3) dan mengenai wajah, telapak tangan dan kaki. Pengobatan AEP sama seperti pengobatan pada pasien tidak hamil, yaitu pemberian krim steroid dan obat sesuai gejala.

2. Polymorphic eruption of pregnancy (PEP)

PEP lebih sering terjadi pada kehamilan pertama, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada kehamilan selanjutnya. Selain itu PEP banyak terjadi pada ibu hamil dengan peregangan perut maksimal, seperti pada hamil kembar atau berat badan ibu yang meningkat banyak. Peregangan perut menyebabkan kulit dinding perut tertarik dan merusak jaringan kulit dan menyebabkan reaksi peradangan.

Gejalanya timbul saat akhir kehamilan atau setelah melahirkan. Lesi yang muncul berupa kemerahan yang menonjol terutama pada area perut sampai paha. Lesi ini juga dapat terjadi sampai telapak tangan dan kaki, namun tidak mengenai bagian sekitar umbilikal, rambut dan kuku.

Penyakit ini tidak mempengaruhi baik ibu maupun anak. Pengobatan PEP dengan pemberian krim steroid dan pelembap, jika terjadi gatal dapat diberikan sesuai gejala. Lesi dapat sembuh dengna cepat, biasanya dalam waktu 3 minggu.

Baca juga: Menggaruk Perut yang Gatal saat Hamil Menimbulkan Stretch Mark, Lho!

3. Pemphigoid gestionis (PG)

PG terjadi pada pasien dengan riwayat kelainan kulit akibat autoimun. Gejala yang muncul bervariasi, mulai dari munculnya lenting dengan dasar kemerahan pada perut dan sekitar umbilikus, hingga tungkai dan telapak tangan dan kaki. Lesi muncul pada trimester kedua atau ketiga, dan cenderung berulang pada kehamilan berikutnya. Selain itu juga disertai gejala sangat gatal pada lesi kulit tersebut.

Pengobatan PG dengan pemberian krim steroid, sedangkan gejala gatal diberikan obat sesuai keluhan tersebut. Perbaikan terjadi pada akhir kehamilan.

4. Intrahepatic cholestatis of Pregnancy (ICP)

ICP adalah penyakit gangguan pengeluaran bilier, sehingga muncul lesi pada kulit. Gejala berupa gatal-gatal yang cuup mengganggu tanpa adanya lesi kulit khas. Gatal awalnya pada satu area dan kemudian meluas. Karena intensitas gatal yang berat ini, biasanya muncul bekas-bekas garukan. ICP muncul pada trimester akhir kehamilan.

Pengobatan dilakukan dengan mengobati gangguan bilier tersebut, dengan obat ursodeoksikolik acid, dengan tujuan membantu pengeluaran bilier dan mengontrol gatal-gatal pada ibu. Penyakit ICP ini berisiko kelahiran prematur/ berat badan lahir rendah/ kegawatan janin karena mengganggu aliran oksigen pada janin.

Dari keempat jenis penyakit kulit yang sering diderita ibu hamil, ICP memiliki dampak paling besar pada kesehatan ibu dan janin, maka jika terjadi keluhan tersebut, segera periksa ke dokter agar mendapat pertolongan yang maksimal.

Baca juga: Kulit Kering Selama Hamil, Begini Cara Mengatasinya!

Comment

Terbaru