by

Disikat Telak Hendra/Ahsan, Ganda Inggris: Susah Sekali Melawan Mereka

KalbarOnline.com-Pada Thailand Open I, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terhenti di perempat final. Mereka disingkirkan ganda unggulan ketujuh asal Korea Selatan Choi Sol-gyu/ Seo Seung-jae.

Saat itu, Hendra/Ahsan yang selalu tertekan sejak awal, akhirnya kalah dalam straight game dengan skor 16-21 dan 19-21.

Tetapi, pada ajang Thailand Open II atau yang bernama resmi Toyota Thailand Open 2020, ganda putra nomor dua dunia tersebut berhasil mengalami kenaikan pencapaian.

Hari ini (22/1), The Daddies sukses melaju ke semifinal turnamen level Super 1000 tersebut. Hendra/Ahsan sukses menyingkirkan pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy dalam dua game langsung dengan skor 21-14, 21-13. Hendra/Ahsan menutup laga itu dalam tempo cepat, hanya 29 menit.

Sebelum ke perempat final, Lane/Vendy mencatat kejutan hebat dengan menyingkirkan unggulan kelima asal Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada babak pertama.

Ganda Inggris Ben Lane/Sean Vendy dikalahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada perempat final Toyota Thailand Open 2020. (Badminton Photo)

“Saya merasa bahagia karena minggu lalu kami kalah di perempat final. Betis saya agak sakit, tetapi sudah lebih baik ketimbang kemarin. Saya akan bertarung untuk menang besok,” kata Ahsan dikutip dari situs resmi BWF.

“Saya rasa, mereka bermain bagus hari ini. Memang, sama sekali tidak mudah untuk mengalahkan mereka. Namun, kami mencoba untuk menyerang lebih dulu, jadi kami bisa mengambil keuntungan,” timpal Hendra.

Memang, dalam pertandingan ini, Hendra/Ahsan bermain sangat agresif dan berusaha untuk mendikte permainan musuh sejak awal.

Pada game pertama, Hendra/Ahsan bermain dengan sangat nyaman dan efisien. Sejak awal sampai akhir game pembuka, Hendra/Ahsan tidak pernah tersusul. Mereka unggul 6-1, 12-4, lalu 18-9, dan akhirnya menutup pertandingan di game pembuka dalam kedudukan 21-14.

Di game kedua, Lane/Vendy memang berhasil unggul tipis dalam posisi 6-4. Tetapi Hendra/Ahsan berhasil bangkit untuk mencapai interval dalam kondisi 11-8.

Hendra/Ahsan lantas melesat dan unggul 14-8, lalu 17-11, dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13 di game kedua.

“Bagi kami ini adalah pertandingan yang bagus,” kata Vendy.

“Tetapi kami terbawa permainan mereka dan kami sama sekali tidak memulai pertandingan ini dengan baik. Kami membuat 11 kesalahan di awal, dan itu adalah start yang buruk. Hasil pertandingan ini akhirnya ditentukan dari situasi seperti itu,” keluh Vendy.

Pemain 24 tahun itu menambahkan bahwa hari ini mereka memang sulit berada dalam ritme dan cara bermain sendiri. Vendy mengakui bahwa Hendra/Ahsan menarik dan menjebak pasangan Inggris tersebut untuk masuk ke dalam pola permainan mereka.

“Cara mereka bermain membuat kami kesulitan. Mereka sangat bagus dalam menciptakan ritme reli-reli pendek. Kalau sudah begitu, memang berat sekali melawan mereka dan bermain dengan cara kami sendiri,” kata Vendy.

Baca Juga:
Dilibas Juara Dunia Junior dari Indonesia, No 1 Denmark Akui Menderita
Tampil Sangat Memalukan, No 1 Indonesia Dibantai Ganda Prancis
Tunggal Indonesia Tampil Menyedihkan: Sudah Unggul 20-17, Malah Keok

Pada semifinal besok (23/1), Hendra/Ahsan akan menghadapi ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-lin.

Unggulan keenam yang juga juara Yonex Thailand Open 2020 pekan lalu itu, hari ini sukses mengalahkan ganda Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dalam dua game langsung dengan skor 21-14, 21-12.

“Mereka adalah juara pekan lalu. Tetapi, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menampilkan permainan terbaik kami besok,” tekad Hendra.

Comment

News Feed