by

Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Nakes Merasa Lebih Aman

KalbarOnline.com – Periode awal vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk tenaga kesehatan yang sudah diawal beberapa hari ini sejak diawali oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Januari lalu. Vaksin Covid-19 Sinovac yang digunakan untuk disuntikkan kepada nakes diyakini bisa memberikan kekebalan pada tubuh dari Covid-19.

Direktur Utama RS Cipto Mangunkusumo dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS mengungkapkan bahwa saat ini RSCM memiliki hampir 6000 tenaga kesehatan yang melayani pasien baik Covid-19 maupun non COVID-19. Untuk menyelesaikan vaksinasi, penyuntikan akan dilakukan secara bertahap setiap hari.

“Untuk nakes seluruhnya akan kami selesaikan dengan setiap hari melakukan penyuntikan terhadap 275 tenaga kesehatan,” kata dr. Lies seperti keterangan resmi Kementerian Kesehatan baru-baru ini.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Untuk Tercapainya Herd Immunity

Perwakilan tenaga kesehatan yang ikut divaksin perdana adalah Mercy Pasaribu, Staf Medik di Departemen Patologi Klinik mengungkapkan bahwa tidak ada keraguan ataupun ketakutan untuk mengikuti program vaksinasi. Menurutnya, kesediaannya divaksin adalah wujud ikhtiar bersama untuk menghentikan pandemi Covid-19 di tanah air.

“Vaksin itu kan upaya kita untuk memerangi Covid-19, dengan ikut serta sebagai tenaga kesehatan berarti mendukung pemerintah untuk mengatasi masalah Covid-19 ini,” kata Mercy.

Dirinya mengaku ada sedikit rasa sakit saat lengannya mulai disuntikkan vaksin. Terkait efek samping, selama 30 menit diobervasi tidak muncul gejala atau reaksi tertentu.

“tak ada sama sekali ya, tak ada apa-apa. Seperti kegiatan biasa aja, tidak (ngantuk) biasa aja,” tuturnya.

Mercy berharap dengan dimulainya program vaksinasi Covid-19 nasional, dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan penanganan Covid-19. “Harapannya, setelah suntik ini mudah-mudahan ada juga pemeriksaan, sudah berapa banyak antibodi yang terbentuk, harapannya saya punya antibodi yang tinggi,” jelasnya.

Ada pula Datu Euphratadhi Pradana, Radiografer Bagian Kiara mengaku tidak khawatir atau takut divaksin, justru merasa senang bisa menerima vaksin Covid-19 perdana di RSCM. “Saya pikir bahwa ini adalah bagian kita perang terhadap Covid-19. Jadi vaksin ini membantu kita tenaga kesehatan untuk mendapatkan kekebalan, kemudian saya lebih bisa melayani saudara kita yang terkena Covid-19,” katanya.

Setelah disuntikkan vaksin, Datu merasa jauh lebih aman dan tenang selama bertugas. Pasalnya upaya perlindungan tersebut bukan hanya untuk tenaga kesehatan sendiri, tapi juga mencakup pasien, keluarga dan orang sekitar.

“Saya sendiri merasakan lebih aman karena saya pernah di vaksin Covid-19. Saya harap memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19, ketika saya melayani pasien Covid-19 saya sudah tidak was-was, lebih tenang,” lanjutnya.

Dengan dimulainya kick off vaksinasi Covid-19 bagi 1,4 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD berharap partisipasi tenaga kesehatan untuk mendukung dan menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Sehingga upaya mencapai kekebalan kelompok bisa terwujud.

“Vaksinasi ini merupakan proses kebersamaan. Tujuan vaksinasi ini bukan kekebalan individu tapi kekebalan kelompok. Pemerintah mendorong masyarakat ikut serta melalui pendekatan persuasif,” tutur dr. Dante.

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment

News Feed