by

Kata Mereka Setelah Vaksin Covid Perdana di Kalbar

Kata Mereka Setelah Vaksin Covid Perdana di Kalbar

KalbarOnline, Pontianak – Provinsi Kalimantan Barat sudah melangsungkan pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada Kamis lalu di Pendopo Gubernur Kalbar, setelah menerima 18.360 vial vaksin dari Bio Farma.

14 tokoh yang terdiri dari pejabat publik dan tokoh masyarakat, minus Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang sudah pernah positif Covid-19, disuntik secara bergiliran.

Sebelum disuntik, mereka menjalani penapisan/screening, pengecekan kesehatan dan menjalani penyuluhan serta pemantauan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sekitar 30 menit setelah vaksinasi. Total waktu yang diperlukan untuk seluruh tahap vaksinasi terhadap 14 orang itu sekitar 90 menit.

Beberapa dari mereka pun memberikan testimoninya setelah disuntik vaksin Covid-19. Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad misalnya. Ia menjadi orang pertama di Kalbar yang menerima suntikan vaksin Covid-19.

“Kita berdoa saja, Insya Allah semuanya lancar. Sebelum disuntik, ya biasa saja. Kita tetap makan tidur yang cukup, olahraga teratur dan tidak merubah kebiasaan,” ujarnya kepada wartawan usai disuntik vaksin.

Ia pun meyakinkan masyarakat bahwa vaksin covid-19, aman digunakan. Terlebih kata dia, vaksin ini sudah direstui oleh Majelis Ulama Indonesia. Juga sudah mendapat persetujuan penggunaan dari Badan POM. Namun, berdoa dan yakin, tegas Pangdam, merupakan kunci.

“Pertama selalu berdoa, kita harus yakin, apalagi vaksin ini sudah direstui MUI. Kalau sudah ulama menyebutkan boleh, kenapa kita harus takut? Yang kedua, BPOM juga menyatakan sudah resmi, boleh dilakukan kepada kita semua. Jadi itu jelas. Tidak ada kekhawatiran. Itulah cara-cara kita bahwa kita harus meyakini bahwa vaksinasi ini sangat baik untuk kita,” tegasnya.

“Insya Allah melalui program vaksinasi ini diharapkan Kalbar cepat terbebas dari covid,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto. Kapolda mengaku tak merasakan apa-apa saat divaksin.

“Perasaannya biasa, gak terasa. Karena vaksinatornya sudah profesional. Gak terasa apa-apa,” ujarnya.

Dia pun memastikan bahwa vaksin aman. Terlebih lagi vaksin Covid-19 sudah mendapatkan persetujuan penggunaan dari BPOM dan dinyatakan halal dan suci oleh MUI.

“Saya yakin bahwa vaksin ini aman, untuk menjaga kesehatan diri kita, keluarga kita dan bangsa kita. Mari kita sukseskan vaksinasi kepada masyarakat. Khususnya wilayah Kalbar. Yakin vaksin, aman,” tegasnya.

Meski demikian, Kapolda menegaskan, meski sudah divaksin, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan di kehidupan sehari-hari, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Meskipun kita sudah divaksin, harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Insya Allah kita segera terbebas dari pandemi covid-19,” pungkasnya.

Testimoni pasca divaksin, juga disampaikan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalbar, Dikdik Sadikin.

Ia merasa tak ada yang aneh setelah divaksin. Tidak demam. Tidak panas ataupun menggigil bahkan gatal sekalipun.

Sebagai satu dari 14 warga pertama se-Kalbar yang disuntik vaksin Covid-19, Dikdik mengaku seharian ditanya bagaimana rasanya. Apakah ada yang terasa beda setelah disuntik vaksin.

“Saya pikir, tidak ada yang aneh. Saat disuntik, biasa saja. Seperti digigit semut,” ujarnya.

Ia pun meyakinkan masyarakat, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari vaksinasi Covid-19. Berita-berita negatif soal vaksin, tegas dia, terbukti tidak benar.

“Yang jelas, berita negatif di luaran sana terbukti tidak benar. Vaksinasi Covid-19, Insya Allah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson. Ia mengaku hanya merasakan pegal di lengan atas tempat penyuntikan beberapa saat setelah disuntik.

“Saya sendiri hanya merasakan pegal di tempat penyuntikan di lengan atas, beberapa saat setelah disuntik. Tapi kurang lebih satu jam sesudah disuntik rasa pegal di lengan itu hilang,” ujarnya, sehari setelah disuntik, Jumat (15/1/2021).

Hal itu menurutnya wajar terjadi. Karena ada cairan vaksin yang dimasukkan ke dalam otot lengan atas kiri itu. Namun setelahnya, ia tetap melakukan tugas kantor seperti biasa tanpa ada keluhan sama sekali. Bahkan tidur pun nyenyak. Tak ada gangguan tidur.

“Setelah vaksinasi saya tetap melakukan tugas kantor seperti biasa, tidak ada keluhan sama sekali. Saya makan seperti biasa. Kemarin saya tidur nyenyak tidak ada gangguan tidur, Alhamdulillah pagi ini sudah siap bekerja seperti lagi,” ceritanya.

Sampai hari ini pun Harisson mengaku tak ada efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialaminya.

“Insya Allah vaksin ini memang aman dan saya harapkan masyarakat tidak ragu-ragu terhadap vaksin Sinovac ini,” pungkasnya.

Sementara Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan, 14 orang yang dilakukan penyuntikkan vaksin hari ini, akan kembali disuntik vaksin Covid dua minggu kemudian. Termasuk kesehatannya. Akan dipantau oleh Dinas Kesehatan. Hal ini penting dilakukan untuk memantau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Kesehatan mereka yang sudah divaksin hari ini akan dipantau. Dinas Kesehatan nanti akan memantau. Kalau yang divaksin ada merasa apa-apa, diharapkan segera lapor,” jelasnya.

“Tapi Alhamdulillah, hampir satu jam ini Pak Pangdam dan Pak Kapolda sehat-sehat saja. Mungkin bulan depan Pak Pangdam dan Pak Kapolda makin muda,” kelakarnya.

Midji pun memastikan, 14 orang yang dilakukan vaksin Covid ini sudah melalui skrining yang ketat.

“Dari 15 nama yang kita kirim, hari ini 14 orang yang disuntik. Semuanya sudah kita siapkan betul. Baik dari sisi persyaratan dan sebagainya. Jadi masyarakat jangan khawatir, karena ada SOP-nya. Tidak sembarang orang (bisa divaksin),” timpalnya.

Pencanangan vaksin ini juga, kata Midji, untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa vaksin Covid-19, aman digunakan.

“Ini menunjukkan bahwa pimpinan puncaknya saja sudah divaksin. Untuk meyakinkan masyarakat bahwa ini (vaksin) aman. Saya sebenarnya mau dan sudah daftar, tapi karena saya sudah dua kali terpapar dan ada autoimun, tidak memenuhi syarat. Jadi saya pilih divaksin pneumonia. Saya mau juga memproteksi diri saya,” tandasnya.

Total ada 14 pejabat forkopimda dan tokoh masyarakat Kalbar yang disuntik vaksin Covid Kamis pagi kemarin.

  1. Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad,
  2. Kapolda Kalbar, Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto,
  3. Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Asep Safrudin,
  4. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin,
  5. Kepala Perwakilan BPKP Kalbar, Dikdik Sadikin,
  6. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson,
  7. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalbar, Haryanto,
  8. Tokoh Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, Muhammad Fauzi,
  9. Tokoh Muhammadiyah Kalbar, Sukino,
  10. Wakil Ketua Muhammadiyah Kalbar, Iksanudin
  11. Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak, Pastor Alexius Alex,
  12. Sekretaris Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Kalbar, Pendeta Filemon Adi,
  13. Ketua Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalbar, Linda Ango,
  14. Dosen Universitas Tanjungpura, Nasikin Hakim.

Comment

News Feed