by

Minions Absen, Herry IP Waspadai Ganda Korea Selatan dan Malaysia

KalbarOnline.com – Absennya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo serta tidak tampilnya wakil asal Tiongkok dan Jepang membuat persaingan di nomor ganda putra Thailand Open lebih terbuka.

Khususnya bagi pemain kuda hitam dan pemain veteran.

Marcus/Kevin yang berjuluk Minions tersebut batal tampil lantaran Kevin terpapar virus Covid-19. Hal yang sama terjadi di tim Jepang yang memutuskan urung tampil. Sebab, tunggal putra mereka Kento Momota juga positif Covid-19. Sementara itu, Tiongkok sejak awal memutuskan untuk tidak ambil bagian di Asian Leg.

Baca Juga: Manajer Indonesia Sebut Protokol Kesehatan Thailand Terasa Berlebihan

Praktis, di ganda putra tak ada nama-nama top seperti Marcus/Kevin, Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok), serta andalan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Situasi tersebut menguntungkan bagi dua ganda putra Indonesia yang tersisa, Fajar Alfian/Rian Ardianto dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Keduanya menjadi pilar utama untuk bisa merebut gelar juara pada ajang yang berlangsung 12–17 Januari itu.

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa harapan pihaknya masih sama. Yaitu, bisa membawa wakil Merah Putih di partai final. Apalagi, dua pasangan itu menempati dua pool yang berbeda. ”Ya kami belum tahu lah. Tapi, harapannya begitu (tampil di All Indonesian Finals, Red),” katanya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Pelatih berjuluk coach Naga Api itu menyatakan, absennya Tiongkok dan Jepang membuat Malaysia dan Korea Selatan (Korsel) menjadi pesaing utama. Herry menyoroti pemain-pemain senior dari Negeri Ginseng. Misalnya, Kim Gi-jung/Lee Yong-dae dan pemain masa depan Korea Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae.

Ganda putra Indonesia lainnya adalah Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche serta M. Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Sayangnya, undian tidak begitu baik bagi keduanya. Pramudya/Yeremia sudah harus berhadapan dengan The Daddies di babak pertama.

BACA JUGA:  Usai Menang Ketat, Mohammad Ahsan Puji Ganda Indonesia No 65 Dunia

Sementara itu, Shohibul/Bagus juga bisa melawan Fajar/Rian di babak kedua andai keduanya sama-sama menang di babak pertama. Herry IP menyebut hal itu sudah biasa. ”Ya kalau banyak ngirim pemain sering ketemu di babak awal,” ujarnya.

Wakil Malaysia juga harus diwaspadai. Terutama Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Jika sama-sama mulus, ganda nomor satu Malaysia tersebut seharusnya melawan The Minions –julukan Marcus/Kevin– di babak perempat final.

Sejauh ini, Minions menjadi kartu mati bagi Chia/Soh dengan selalu kalah di tujuh pertemuan. Karena itu, tidak tampilnya Minions seolah menjadi berkah tersendiri bagi pasangan itu.

Namun, hadangan bagi Chia/Soh datang dari para pemain kawakan syarat akan pengalaman. Di babak pertama, pasangan tersebut sudah harus bertemu dengan seniornya yang sekaligus runner-up Olimpiade 2016, Goh V. Shem/Tan Wee Kiong.

Jika mampu lolos, kemungkinan juga bakal bertemu pemain veteran lainnya, yakni duo Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov.

Karena itu, Chia menyebutkan masih banyaknya lawan tangguh menjadi tantangan yang harus dilalui untuk bisa merebut gelar pertama di bawah asuhan pelatih Flandy Limpele. ”Jadi, ada peluang, tetapi itu belum memastikan kami akan juara,” ujarnya dikutip dari Stadium Astro.

Comment