by

Perlengkapan Bayi Ini Bisa Berbahaya Jika Tidak Hati-hati Menggunakannya!

Memenuhi 3K (Keamanan, Kenyamanan, dan Kesehatan) si Kecil yang masih bayi memang tidak mudah. Perlengkapan bayi yang sudah memenuhi ketiga hal tersebut pun tetap saja bisa membahayakan si Kecil bila Mums tidak hati-hati memilih dan menggunakannya. Inilah beberapa contohnya!

  1. Boks dan kasur bayi

Waspadalah saat hendak membeli atau menerima boks bayi bekas, meski berarti menghemat pengeluaran. Boks bayi yang diproduksi sebelum tahun 1978 biasanya dicat dari timbal, yang merupakan bahan berbahaya untuk si Kecil. Carilah boks bayi yang masih kokoh dengan side rails yang bisa disesuaikan.

Untuk ranjang bayi, belilah produksi sesudah tahun 2011. Sebelum tahun ini, side rails pada ranjang bayi cenderung naik turun. Ini dapat membuat si Kecil berisiko terjepit atau tercekik. Selain harus dari bahan yang awet, pastikan bilah samping tidak boleh lebih dari 6 cm. Hal ini untuk mencegah si Kecil terjepit atau lolos dari sela-sela bilah dan terjatuh dari ranjang.

Kasurnya harus keras dan pas dengan ukuran ranjang. Kasur yang terlalu empuk disinyalir menjadi penyebab terjadinya SIDS (sudden infant death syndrome – sindrom kematian mendadak pada bayi), yang hingga kini belum bisa dijelaskan. Bagian atas kasur harus berjarak 66 cm dari atas rel tempat tidur bayi. Hindari juga tidur bersama bayi yang baru lahir untuk mencegah SIDS.

Baca juga: Jangan Tinggalkan Bayi dengan Kakaknya Sendirian, Kecuali…

  1. Changing table (meja untuk mengganti pakaian bayi)

Pilih changing table yang kokoh dan benar-benar berfungsi sebagai meja untuk mengganti pakaian si Kecil. Hindari changing table yang bisa dilipat atau hasil modifikasi dari beberapa perabotan lain karena tidak aman untuk bayi. Goyah sedikit saja pijakannya, meja akan bergeser dan bayi bisa terjatuh.

Supaya lebih aman, Mums bisa menambahkan tali pengaman untuk menjaga agar bayi tetap di tempat. Jangan melepaskan pengawasan barang sedetik pun selama si Kecil di atas changing table. Untuk mempermudah Mums, letakkan berbagai keperluan sedekat mungkin dari meja, seperti tumpukan popok, pakaian, hingga baby wipes.

  1. Car seat (tempat duduk bayi di mobil)

Undang-undang internasional mewajibkan pengemudi untuk menempatkan anak di kursi mobil yang dirancang sesuai usia, berat, dan tinggi anak. Persyaratan ini dapat berbeda di setiap negara bagian dan mencakup:

  • Kursi mobil menghadap ke belakang untuk bayi hingga usia 2 tahun.
  • Kursi mobil menghadap ke depan untuk balita dan anak prasekolah.
  • Booster seat untuk anak usia sekolah.
  • Sabuk pengaman mobil untuk anak-anak berusia di atas 13 tahun.

Bila si Kecil belum berusia 13 tahun, sebaiknya jangan biarkan dia duduk di samping kursi supir, Mums. Kita tidak pernah tahu, kecelakaan bisa saja terjadi dan posisi depan paling rentan di dalam mobil. Pastikan sabuk pengaman juga sesuai dengan standar keamanan internasional untuk si Kecil.

Baca juga: Kapan Si Kecil Boleh Makan Jeruk?

  1. Walkers (alat bantu jalan bayi)

Perlengkapan bayi yang satu ini ternyata terbukti tidak efektif untuk membantu si Kecil belajar berjalan. Meskipun masih dijual dengan harga bersahabat, sebaiknya gunakan uang Mums untuk permainan bayi yang lebih aman. Walkers terbukti dapat mencederai bayi karena gerakannya tidak bisa dikontrol.

  1. Strollers (kereta dorong bayi)

Pilihlah stroller yang kokoh agar tidak terjungkal. Kereta bayi yang rusak dapat jatuh serta membuat si Kecil berisiko terjepit. Periksalah rem untuk memastikan stroller tidak akan bergerak tanpa kendali dengan si Kecil di dalamnya. Periksa sabuk pengaman dan gesper kereta dorong untuk memastikan si Kecil aman saat naik kereta dorong.

  1. Bak mandi khusus bayi

Bak mandi yang terbuat dari plastik lebih kuat, sehingga si Kecil aman. Desain bersudut membantu si Kecil saat dia tidak bisa duduk sendiri. Bahan tahan selip di bagian luar membuatnya tidak tergelincir.

Jika Mums telah membeli atau meminjam bak mandi bekas, ganti sisipan busa jika robek. Busa dapat masuk ke mulut bayi dan menyebabkan tersedak. Jangan pernah meninggalkan si Kecil tanpa pengawasan saat mandi karena ia rentan tenggelam.

Baca juga: Berbahayakah Jika Perut Bayi Berbunyi dan Kembung?

  1. Pagar pengaman khusus bayi

Idealnya, pagar pengaman khusus bayi menjaga si Kecil agar aman dan tidak jatuh dari tangga, ke dalam kolam, atau memasuki ruangan yang tidak aman. Beberapa ruangan tersebut adalah dapur, kamar mandi, garasi, ruang cuci, atau ruang bawah tanah.

Gunakan pagar pengaman dengan sekrup dan braket yang terpasang erat ke dinding. Jangan gunakan pagar berbentuk akordeon. Si Kecil bisa terluka parah karena terjepit. Hindari menggunakan pagar yang dipasang dengan tekanan atau penyangga karena dapat didorong dengan mudah.

  1. Baby carriers, slings, dan wraps (gendongan bayi)

Keuntungan dari perlengkapan bayi yang satu ini adalah Mums bisa berbelanja atau melakukan hal lain sambil menggendong si Kecil. Pilihlah yang terbuat dari kain tahan lama, tali pengaman, serta dibuat sesuai dengan usia, berat, dan perkembangan anak.

Hindari memilih gendongan bayi yang kainnya sudah usang, karena akan mudah robek dan membuat si Kecil terjatuh. Seiring pertumbuhan si Kecil, pastikan posisinya menghadap ke luar saat digendong, bukan ke dalam.

Beberapa perlengkapan untuk bayi ini ternyata bisa jadi membahayakan si Kecil jika tidak dipilih dan digunakan dengan tepat. Namun, hal itu takkan terjadi bila Mums memilih perlengkapan dengan kualitas terbaik! (AS)

Baca juga: Manfaat Air Kelapa untuk Bayi Ternyata Banyak, lho!

Referensi

Family Doctor: Choosing Safe Baby Gear

Today’s Parent: The 11 most dangerous baby products

https://www.capt.org.uk/general-tips-on-safety-equipment

Comment

News Feed