by

Mantan Juara Dunia 4 Divisi: Kekalahan dari Monster Jepang Hantui Saya

KalbarOnline.com-Mantan juara dunia kelas bantam dan legenda Filipina Nonito Donaire menceritakan kembali pertarungan besarnya melawan salah seorang petinju terhebat dunia saat ini, Naoya Inoue.

Sang Monster, julukan Inoue berhasil mengalahkan Donaire dalam sebuah pertarungan luar biasa di Saitama Arena, 7 November 2019. Donaire kalah lewat keputusan mutlak juri dalam 12 ronde.

Kekalahan itu membuat Donaire kehilangan sabuk juara dunia kelas bantam WBA (Super). Selain itu, Donaire juga gagal merebut sabuk juara dunia kelas bantam IBF dan The Ring dari tangan Sang Monster asal Jepang.

Baca Juga: Pasca Meng-KO Peraih Emas Olimpiade, Sudah Dinanti Sang Juara Dunia

Berbicara dalam podcast Kalle’s WBSS Hangouts yang diasuh Chief Boxing Officer World Boxing Super Series Kalle Sauerland, Donaire mengatakan bahwa melawan Inoue sama sekali tidak membuatnya gentar.

“Saya tidak pernah meragukan kapasitas saya. Saya tidak pernah meletakkan seorangpun ada di atas saya. Saya tidak pernah merasa dan berpikir bahwa anak ini (Inoue, Red) akan bisa menjatuhkan saya,” kata Donaire yang juga mantan juara dunia di empat divisi tersebut.

“Saya membuat anak ini berlari, dan tidak ada satupun yang bisa membuat anak ini berlari. Ketika saya melukainya, ketika pelipisnya sobek, dia malah kembali dengan pukulan luar biasa. Rasanya memang sakit, tetapi tidak sesakit itu. Tetapi itu adalah pertarungan yang hebat. Saya sangat bersenang-senang dalam duel itu,” lanjut Donaire.

Petinju berusia 38 tahun tersebut menghajar Inoue lewat sebuah upercut kanan dan sebuah hook kiri pada awal duel. Ini membuat pelipis kanan Inoue mengalami sobek ketika pertarungan masih berumur dua ronde.

Tetapi, yang luar biasa, Inoue bangkit, mendominasi, dan mengalahkan Donaire lewat keputusan mutlak juri. Bahkan pada ronde ke-11, Inoue berhasil menjatuhkan Donaire.

“Saya berhasil melukainya. Tetapi dia luar biasa, anak yang sangat dahsyat. Dia adalah petarung yang luar biasa dengan keberanian yang luar biasa di atas ring,” ucap Donaire.

Pada ronde ke-9, Donaire sejatinya berhasil mendesak Inoue sampai ke tali. Dia juga memiliki kesempatan untuk menang TKO. Tetapi momen besar itu gagal menjadi kemenangan. Justru Inoue yang bangkit dan akhirnya gantian menghajar Donaire.

“Momen itu menghantui saya mungkin selama setengah tahun,” ucap Donaire.

“Tetapi dengan adanya pandemi ini, saya merasa mulai menyadari bahwa saya telah kehilangan insting membunuh. Biasanya, ketika orang-orang berhasil saya lukai, mereka selesai. Tetapi hal itu tidak terjadi saat itu. Kami harus melakukannya lagi. Ya, kami harus melakukannya lagi,” ucap Donaire ketika disinggung kemungkinan lahirnya Inoue-Donaire Jilid II.

Duel melawan Inoue tersebut adalah pertarungan terakhir Donaire. Sepanjang 2020, dia belum pernah naik ring. Tetapi dia berjanji akan kembali pada tahun ini.

Comment

Terbaru