by

Biar Tidak Menyesal, Ini 5 Perilaku Buruk Anak yang Tidak Boleh Dibiarkan

Selama ini, Mums mungkin cenderung memaklumi perilaku negatif anak, dengan alasan mereka masih anak-anak dan belum paham mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tapi sebenarnya, dengan membiarkan perilaku negatif anak, berarti Mums merestui perilaku negatif tersebut.

Sebagai orangtua, Mums dan Dads memiliki tanggung jawab untuk mendidik mereka sebagai orang yang baik, dengan nilai-nilai, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kehidupan itu sendiri. Itu sebabnya, sebagai orangtua, ada perilaku buruk anak yang tidak bisa Mums toleransi, baik untuk anak sendiri, tapi juga untuk masyarakat.

Baca juga: Belajar dari Rumah, Ini 7 Tips Agar Anak Mau Mengerjakan Tugas

Perilaku Buruk Anak yang Tidak Boleh Dibiarkan

Agar si Kecil bisa tumbuh menjadi individu dengan kepribadian yang baik dan berkualitas. Pastikan Mums tidak membiarkan perilaku buruk anak anak melakukan perilaku buruk seperti berikut ini.

1. Menyela pembicaraan orang lain

Anak mungkin terlalu bersemangat untuk memberi tahu Mums dan Dads atau orang lain sesuatu atau mengajukan pertanyaan. Tetapi dengan membiarkan mereka ikut campur dalam percakapan, itu tidak akan mengajari anak bagaimana mereka harus memperhatikan atau menghargai orang lain. Akibatnya, anak akan berpikir bahwa dia berhak mendapatkan perhatian orang lain dan tidak akan dapat mentolerir rasa frustrasi.

Cara menghentikannya, saat Mums sedang berbicara dengan orang lain, baik secara langsung maupun melalui telepon, beri tahu si Kecil bahwa dia perlu diam dan tidak mengganggu saat orang lain berbicara. Jika anak terus menarik baju Mums atau mengganggu saat Mums berbicara, giring anak ke suatu tempat dan katakan padanya untuk duduk di sana sampai Mums selesai. Setelah itu, beri tahu si Kecil bahwa ia tidak akan mendapatkan apa yang dia minta ketika dia menyela orang lain.

2. Mengambil barang-barang yang bukan miliknya

Anak-anak harus paham bahwa meskipun mereka sangat menyukai sesuatu, mereka tidak dapat mengambilnya sesuka hati karena barang tersebut bukan milik mereka. Penting bagi mereka untuk memahami rasa hormat, dapat dipercaya, dan kejujuran.

Beri si Kecil pemahaman tentang sikap mencuri. Katakan bahwa ini jelas perilaku yang tidak bisa diterima. Jika si Kecil mengambil sesuatu yang bukan miliknya, Mums harus berbicara tegas dengannya dan memastikan ia mengembalikan barang tersebut. Memang tidak mudah, tapi membuat anak paham akan hal yang benar dan yang tidak adalah suatu keharusan.

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak, Mana yang Mums Pilih?

3. Menjadikan orang lain dengan kondisi khusus sebagai bahan candaan

Berusahalah untuk selalu menanamkan rasa hormat pada perbedaan dan keunikan setiap manusia. Ada orang yang gemuk, kurus, sangat tinggi, pendek, botak, atau suatu kondisi khusus, dan mereka harus menanamkan empati.

Misalnya, jelaskan bahwa ada orang yang tidak bisa melihat, mendengar, berjalan, dan itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk ditertawakan. Dengan begitu, Mums membantu mereka melihat perbedaan secara alami dan bahkan menghargainya.

Sebenarnya, adalah hal yang normal bagi anak-anak untuk bertanya ketika mereka melihat orang lain yang berbeda. Namun, yang tidak dapat ditolerir adalah jika anak mengolok-olok atau membuat lelucon tentang kondisi tersebut. Jadi, tugasmu sebagai orangtua adalah membuat anak menjadi orang yang sensitif, baik hati, mampu menempatkan diri pada posisi satu sama lain, dan bahkan membantu jika perlu.

4. Berpura-pura tidak mendengar saat orangtua sedang berbicara

Memberi tahu anak dua, tiga, bahkan empat kali untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan, mengirimkan pesan pada otak anak bahwa tidak apa-apa untuk mengabaikan Mums. Mengingatkan anak lagi dan lagi hanya melatihnya untuk menunggu peringatan berikutnya daripada memperhatikan Mums saat pertama kali Mums memberi tahu dia sesuatu.

Akhirnya, anak akan cenderung menyepelekan perkataan orangtuanya. Dan jika kamu membiarkan perilaku tersebut berlanjut, kemungkinan besar anak akan menjadi pemberontak dan mengontrol.

Untuk menghentikannya, daripada berbicara dengan anak dari seberang ruangan, lebih baik dekati dia dan katakan apa yang perlu dia lakukan. Minta si Kecil memperhatikan saat Mums berbicara dan memberikan tanggapan, misalnya dengan mengatakan, “Oke” atau “Ya”. Jika dia tidak bergerak, berikan konsekuensi.

Baca juga: Daripada Memukul, Lakukan Hal Ini saat Menghadapi Anak yang Sulit Diatur

5. Bermain dengan kasar

Mums dan Dads harus turun tangan saat anak memukul teman bermainnya. Juga, tidak boleh mengabaikan tindakan agresif yang lebih halus, seperti mendorong atau mencubit teman atau saudara. Sebab, jika Mums tidak mengambil tindakan, perilaku kasar ini dapat menjadi kebiasaan yang mengakar pada usia 8 tahun. Selain itu, hal tersebut mengirimkan pesan bahwa menyakiti orang adalah hal yang dapat diterima.

Untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, hadapi perilaku agresif saat itu juga. Tarik anak dan katakan padanya bahwa itu menyakiti hati anak tersebut, dan minta anak membayangkan jika orang lain melakukan hal yang sama. Beri anak pemahaman bahwa tindakan apa pun yang menyakiti orang lain tidak diperbolehkan. Sebelum anak mulai bermain, selalu ingatkan anak-anak bahwa mereka tidak boleh bermain kasar.

Demikianlah beberapa sikap buruk anak yang tidak boleh disepelekan. Bagaimanapun juga, mengajari anak sedini mungkin akan menguntungkan anak di kehidupan sosialnya maupun kamu sebagai orangtua. Sebab, jika perilaku buruk tersebut terlanjur lama dibiarkan, akan lebih sulit untuk mengubahnya.

Baca juga: Mums, Hindari 5 Pola Asuh yang Salah Ini!

Sumber:

Web24.news. bad-behaviors-of-children-that-parents-should-not-tolerate.html

Parent.com. toddlers-preschoolers/development/behavioral/6-little-behavior-problems-you-shouldnt-ignore/

Comment

Terbaru