Rekam Jejak Mendag Baru M. Lutfi, Pernah Jadi Menteri Era SBY dan Timses Jokowi

KalbarOnline.com – Presiden Jokowi akhirnya memperkenalkan sejumlah menteri barunya setelah melakukan reshuffle kabinet. Salah satu menteri baru Jokowi adalah M Lutfi yang sebelumnya menjabat sebagai Dubes RI untuk Amerika Serikat.

M. Lutfi menggantikan politikus PKB Agus Suparmanto sebagai Mendag. Sosoknya bukan orang asing di pemerintahan. Ia sudah beberapa kali didapuk memegang jabatan penting termasuk kursi mendag sebelumnya di era Soesilo Bambang Yudhoyono.

“Beliau sebelumnya Kepala BKPM, Mendag, kemudian duta besar RI untuk Jepang dan terakhir dubes RI untuk AS dan sekarang akan kita berikan tugas memimpin kementerian perdagangan,” jelas Jokowi, Selasa (22/12).

Lutfi memiliki jejak karier yang panjang. Pria kelahiran tahun 1969 dari pasangan Firdaus Wadjdi dan Suhartini ini mengawali kariernya sebagai pengusaha.

Ia bersama beberapa rekannya, yakni Erick Thohir, yang kini merupakan Menteri BUMN; Wishnu Wardhana; dan Harry Zulnardy, berinisiatif mendirikan Mahaka Group.

Saat usianya 29 tahun, Lutfi dipercaya untuk menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta Yang Lebih Baik (HIPMI JAYA) periode 1998-2001. Selama periode 2001-2004, Lutfi menjadi Ketua Nasional HIPMI.

Mengantongi gelar sarjana di bidang Economics dari Purdue University, Amerika Serikat, Lutfi ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk masuk ke dalam Kabinet Indonesia Bersatu pada 2005.

Posisi yang ditempati Lutfi di kabinet tersebut sebagai Kepala BKPM. Saat itu usianya masih 36 tahun dan Lutfi tercatat sebagai Kepala BKPM termuda di Indonesia.

Saat memimpin BKPM, Lutfi dinilai berhasil membawa Indonesia masuk dalam 25 Daftar Teratas Tempat Tujuan Investasi versi AT Kearney pada edisi nomor 21. Di bawah kendali Lutfi, Indonesia juga diakui oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) sebagai salah satu negara berkembang terbaik.

Di BKPM, Lutfi telah memperkenalkan aspek keterbukaan penuh dan memprakarsai pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), yang saat ini menjadi sumber daya tarik bagi para investor asing.

Pada 2008, Lutfi mendapat penghargaan sebagai Pemimpin Muda yang Berpengaruh oleh The World Economic Forum’s Young Global Leaders. Ia juga menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana, yaitu salah satu penghargaan tertinggi di Indonesia yang diberikan untuk anggota masyarakat sipil.

Lutfi dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 14 Februari 2014 menggantikan Gita Wirjawan, dan berakhir masa jabatannya pada Oktober 2014.

Kini, sosok Lutfi sebagai mendag baru tentu tak perlu lagi belajar, pengalamannya membuat ia jadi mumpuni dengan tanggung jawabnya. [rif]

Comment