by

Jangan Asal Eksfoliasi! Begini Aturannya

Beberapa tahun belakangan, penggunaan skincare untuk menjaga kesehatan kulit dan wajah sangat marak di kalangan masyarakat, terutama bagi kaum hawa. Salah satu metode yang cukup populer dalam penggunaan skincare ini adalah eksfoliasi kulit. Eksfoliasi kulit memang dipercaya dapat menghilangkan sel-sel kulit mati, sehingga dapat membuat kulit serta wajah tampak lebih cerah dan sehat.

Eits, akan tetapi melakukan eksfoliasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan, lho. Penting untuk memperhatikan jenis kulitmu ketika ingin melakukan eksfoliasi. Kesalahan teknik eksfoliasi bisa menyebabkan kulitmu justru mengalami iritasi dan rusak.

Baca juga: Ini Pentingnya Eksfoliasi bagi Kulit

Apa itu Teknik Eksfoliasi?

Eksfoliasi adalah teknik untuk mengangkat sel kulit mati dari lapisan luar kulit. Teknik ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan kulit kering atau kusam, meningkatkan sirkulasi darah, dan mencerahkan serta memperbaiki penampilan kulit.

Ada berbagai metode eksfoliasi kulit. Namun, pemilihan metode dan seberapa sering melakukan eksfoliasi kulit harus disesuaikan dengan jenis kulit. Bahkan, untuk kondisi kulit tertentu, seperti rosacea, metode eksfoliasi kulit biasanya tidak disarankan.

Bagaimana Cara Melakukan Eksfoliasi?

Metode dan penggunaan alat untuk eksfoliasi kulit sangat beragam. Berikut di antaranya:

1. Manual

– Sikat

Umumnya eksfoliasi menggunakan sikat diterapkan pada area wajah atau tubuh untuk mengangkat sel kulit mati. Eksfoliasi dengan cara menyikat dapat dilakukan dengan bantuan air atau sabun, bisa juga secara kering tidak menggunakan apa-apa.

– Spons

Spons terbilang lebih lembut untuk digunakan selama eksfoliasi. Spons dapat digunakan bersama dengan air hangat dan juga sabun.

– Scrub

Scrub menjadi salah satu teknik eksfoliasi yang cukup umum. Cara ini terbilang mudah karena bisa langsung diterapkan pada kulit. Tekstur scrub yang agak kasar dapat membantu mengangkat sel kulit mati.

2. Bahan kimia

  • Asam alfa-hidroksi (AHA). AHA bekerja dengan cara memecah ikatan yang menahan sel kulit mati di permukaan kulit, sehingga kulit akan secara alami melepaskan partikel-partikel sel kulit yang mati. Beberapa zat aktif yang termasuk dalam AHA antara lain, glikolat, laktat, tartarat, dan sitrat.
  • Asam beta-hidroksi (BHA). BHA lebih efektif digunakan untuk kulit yang berjerawat. Beberapa zat aktif yang temasuk dalam BHA adalah beta hidroksil dan asam salisilat.
Baca juga: Dapatkan Wajah Cerah dengan Exfoliation atau Pengelupasan Kulit

Metode Eksfoliasi yang Cocok Sesuai Jenis Kulit

Melakukan eksfoliasi harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Kesalahan metode justru bisa menimbulkan permasalahan baru pada kulit, seperti iritasi. Berikut metode eksfoliasi yang cocok sesuai jenis kulit:

1. Kulit kering

Eksfoliasi penting untuk kulit kering atau bersisik. Namun, hindari metode eksfoliasi secara manual karena dapat menimbulkan microtears. Lebih baik pilih metode kimia menggunakan AHA yang lebih efektif.

Asam glikolat akan membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan mendorong pergantian kulit yang sehat. Akan tetapi, setelah menggunakan asam glikolat, jangan lupa untuk menggunakan pelembap dan krim tabir surya dengan kandungan SPF. Ini karena eksfoliasi menggunakan AHA bisa menyebabkan kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

2. Kulit sensitif

Hindari menggosok atau menggunakan metode eksfoliasi manual bagi pemilik kulit sensitif. Metode-metode ini akan semakin membuat kulit iritasi dan kemerahan. Solusinya, gunakan eksfoliator kimia ringan dan aplikasikan dengan kain lembut. Untuk jerawat, bisa juga digunakan asam salisilat untuk mengatasinya.

3. Kulit berminyak

Untuk kulit berminyak, teknik eksfoliasi manual bisa digunakan. Kulit berminyak mungkin memiliki lapisan tambahan yang terjadi akibat penumpukan sel kulit mati. Penumpukan ini dapat dihilangkan dengan pengelupasan manual. Gunakan eksfoliator atau scrub untuk hasil yang lebih efektif.

4. Kulit normal

Jika kulit tidak mengalami masalah, Kamu bisa memilih menerapkan metode eksfoliasi apa pun. Eksfoliasi manual dan kimia sama-sama aman untuk jenis kulit ini. Namun, tetap carilah metode yang terasa paling nyaman untuk kulitmu.

5. Kulit kombinasi

Kulit kombinasi mungkin memerlukan perpaduan metode eksfoliasi manual dan kimia. Akan tetapi, jangan pernah menggunakan kedua metode eksfoliasi pada waktu atau hari yang sama karena dapat mengiritasi kulit. Selain itu, jika kulit terasa kering setelah eksfoliasi, segera gunakan pelembap untuk mengatasinya.

Eksfoliasi memang diperlukan untuk membuat kulit lebih bersih dan juga sehat. Akan tetapi, Kamu tetap tidak boleh melakukannya secara sembarangan. Lakukan teknik efoliasi sesuai dengan jenis kulitmu untuk mencegah terjadinya permasalahan baru, ya. (AS)

Baca juga: Cara Membersihkan Wajah yang Benar

Referensi

Healthline. “Everything You Need to Know About Exfoliating Your Skin Safely“.

Comment

News Feed