by

Tampil Beringas, Sang Elang Tibet Hajar KO Lawan Cuma dalam 44 Detik!

KalbarOnline.com-Su Mudaerji meraih kemenangan ke-13 sepanjang kariernya di ajang mixed martial art (MMA). Dalam duel di Las Vegas (29/11), Mudaerji tampil prima untuk mengalahkan Malcolm Gordon.

Mudaerji mencatat kemenangan yang sangat meyakinkan. Sang Elang dari Tibet, julukan Mudaerji, menghajar muka Gordon dengan telak pada ronde pertama. Pertarungan baru berjalan 44 detik, namun sebuah gebukan beringas dari Mudaerji membuat Gordon langsung tumbang.

Laga Mudaerji melawan Gordon ini adalah duel kelas terbang yang merupakan pertarungan tambahan untuk partai utama antara Anthony Smith versus Devin Clark pada UFC on ESPN.

  • Baca Juga: Gebukan Brutal, Lawan Tumbang di Detik 30, Jadi KO Terbaik Bulan Ini

Bagi Mudaerji, duel ini merupakan debutnya pada kelas terbang. Sebelumnya dia berlaga pada kelas bantam. Karena performanya yang dahsyat, Mudaerji terpilih sebagai petarung terbaik pada ajang ini.

Pertarungan ini adalah penampilan ketiga Mudaerji pada ajang UFC. Kalah melawan Louis Smolka pada debutnya, 24 November 2018, Mudaerji bangkit dan meraih dua kemenangan beruntun.

Sebelum meng-KO Gordon, Mudaerji mengalahkan Andre Soukhamthath lewat keputusan mutlak dalam tiga ronde. Mudaerji yang merupakan petarung asal Tiongkok tersebut sedang meretas jalan untuk menjadi salah seorang petarung kelas terbang elite dunia.

“Saya menuntaskan pertarungan ini dengan sangat cepat, namun ini adalah rencana saya. Saya bersiap sangat lama untuk menghadapi pertarungan ini,” ucap Mudaerji dalam wawancara setelah pertarungan seperti dikutip dari MMA Junkie.

“Hari ini, saya belum memperlihatkan semua yang saya punya. Saya berharap bisa bertarung lagi dalam waktu dekat,” tambahnya.

“Saya ingin bertarung lagi pekan depan, melawan siapapun juga. Tetapi saya ingin menghadapi petarung dengan ranking yang tinggi. Saya sangat siap. Saya ingin kembali bertarung di Vegas melawan petarung Top 15,” kata Mudaerji lagi.

Berusia 24 tahun, Mudaerji kelahiran Sichuan dan berdarah Tibet itu dianggap memiliki potensi besar untuk meledak di masa depan.

Comment

News Feed