by

Awalnya Hidup di Rumah Kontainer, Sekarang Dikontrak Rp 2,3 Triliun

KalbarOnline.com − Satu lagi angkatan NBA Draft 2017 yang mendapatkan perpanjangan kontrak maksimal dari timnya. Setelah sebelumnya Donovan Mitchell (Utah Jazz), Jayson Tatum (Boston Celtics), dan De’Aaron Fox (Sacramento Kings), kali ini giliran Bam Adebayo yang diberi kontrak maksimal oleh Miami Heat.

Agen Adebayo, Alex Saratsis, yang mengabarkan berita tersebut untuk kali pertama kepada ESPN. Dia menyebut pemainnya sudah sepakat memperpanjang kontrak dengan Heat sampai lima tahun. Nominalnya USD 163 juta (Rp 2,3 triliun) dan bisa melonjak sampai USD 195 juta (Rp 2,7 triliun). Itu bergantung performa Adebayo di setiap musim.

Kontrak baru tersebut mulai berlaku setelah musim depan berakhir. Pasalnya, pemain 23 tahun itu masih memiliki sisa kontrak setahun dengan Heat. Nominal kontrak baru tersebut membuat Adebayo mendapat lonjakan pemasukan berkali-kali lipat.

  • Baca Juga: Dua Bintang Muda Dikontrak Maksimal Mencapai Rp 2,7 Triliun

Di sisa setahun kontraknya saat ini yang dia tanda tangani sejak musim rookie-nya, dia mendapat bayaran USD 5,1 juta (Rp 72 miliar). Nanti, saat kontrak baru mulai berlaku pada musim 2021−2022, dia langsung mendapat bayaran USD 28,1 juta (Rp 398 miliar) di tahun pertama.

’’Ini adalah capaian yang selalu ingin aku dapat,’’ ucap Adebayo dilansir ESPN. ’’Ini tonggak sejarah bagi hidupku. Yang akan mengubah nasib keluargaku. Dan juga untuk merawat orang-orang di sekitarku. Itu semua adalah sesuatu yang sangat penting untukku,’’ tambah pemain jebolan NCAA bersama tim basket University of Kentucky tersebut.

Bagi Adebayo, ini adalah saatnya membalas budi kepada ibunya yang selama 18 tahun membesarkannya seorang diri, dengan bekerja serabutan di North Carolina.

Selama itu Adebayo dan ibunya tinggal di sebuah rumah kontainer. ’’Aku selalu membayangkan betapa berat hidup yang dia jalani selama ini,’’ ucap pemain yang masuk NBA All-Star 2020 tersebut.

Adebayo memang layak mendapatkan kontrak maksimal tersebut. Performanya selalu meningkat tiap tahun. Musim ini dia menjadi kekuatan utama Heat di paint area hingga membawa tim tersebut menembus final NBA menghadapi Los Angeles Lakers.

Dia juga disebut-sebut sebagai center masa depan yang sanggup menjaga pertahanan dari pemain mana pun. Posturnya juga mumpuni dan ideal untuk melakukan defense terhadap pemain lawan berposisi apa pun, baik di perimeter maupun paint area. Musim lalu dia membukukan rata-rata 15,9 poin; 10,2 rebound; dan 5,1 assist per game.

Comment

News Feed