by

Sutarmidji Kembali Lantik 39 Pejabat Baru

Sutarmidji Kembali Lantik 39 Pejabat Baru

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji resmi melantik 39 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan yang turut disaksikan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan Sekda Kalbar, AL Leysandri, Kabiro Adpim Setda Provinsi Kalbar, Sefri Kurniadi itu dilangsungkan di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (23/11/2020).

Diwawancarai usai pelantikan, Sutarmidji mengatakan, dari 39 pejabat yang dilantik itu rerata merupakan rotasi untuk kebutuhan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Ini lebih banyak mutar (rotasi), untuk beberapa kebutuhan di dinas-dinas seperti misalnya masalah data di Bapenda itu dikoordinasikan. Mungkin bagian it sebagian besar di Bapenda, karena kita mau validasi data potensi pendapatan asli daerah. Kedepan data-data ini harus dikelola menggunakan teknologi informasi. Lebih banyak yang tadi mereka-mereka yang memang menguasai bidang itu,” ujarnya.

Selain itu, Midji turut menyebutkan, ada pula dari 39 pejabat yang dilantik ini berdasarkan permintaan sendiri. Lantaran di tempat sebelumnya sudah merasa jenuh dan sudah puluhan tahun. Ada juga yang dirotasi berdasarkan keluhan masyarakat. Lantaran dinilai lamban dalam pelayanan.

“Ada juga yang minta ke tempat lain karena sudah jenuh dan beberapa puluh tahun, kita penuhi, supaya untuk perbaiki kinerja dia. Ada juga yang urusannya keluhan masyarakat (karena) lamban. Keluhan masyarakat ini kita pelajari, ternyata yang disampaikan masyarakat benar, artinya dia (pejabat tersebut) tak cocok di situ,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Midji juga meminta jajarannya untuk terus memperbaiki data. Hal ini menurutnya penting, agar kerja yang dilakukan tepat sasaran.

“Data-data, harusnya Disperindagkop, kemudian Asisten II, PTSP, Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan ini punya data yang benar. Acuannya apa? Data BPS dan data kita. Ketika data BPS tak sesuai dengan data kita, segera lakukan konsolidasi. Karena (kalau) data yang tak betol, capek saja kita kerja. Nanti statistik begini, kita begini, jadi gambarannya tak jelas,” tandasnya tegas.

Comment

News Feed