by

Perbedaan Madu Asli dan Madu Olahan

Madu sudah digunakan sejak lama untuk makanan dan obat. Menurut penelitian, madu sudah digunakan sejak 8000 tahun lalu. Awalnya, orang yang menggunakan madu mentah. Namun saat ini, kebanyakan madu yang dijual di pasaran dan supermarket merupakan madu olahan.

Madu olahan ini melewati proses pengolahan seperti pasteurisasi, yang melibatkan proses pemanasan tinggi. Banyak dari jenis-jenis madu olahan ini juga sudah dicampur dengan gula. Lalu apa lagi perbedaan madu asli dan madu olahan? Berikut penjelasannya!

Baca juga: 7 Manfaat Madu untuk Anak di Atas Usia 1 Tahun

Madu Mentah dan Olahan

Madu asli atau mentah berasal langsung dari sarang madu. Pemelihara lebah biasanya akan menyaring madu untuk membersihkan serbuk sari, lilin lebah, dan lebah mati. Mereka tidak melakukan pasteurisasi madu. Madu mentah biasanya terlihat keruh karena mengandung elemen-elemen seperti yang disebutkan di atas. Namun, madu asli masih aman dikonsumsi.

Madu biasa, atau disebut juga madu olahan, terlihat bersih dan lembut. Madu ini diolah menggunkana proses pasteurisasi. Proses pasteurisasi inilah yang membut madu menjadi lebih bersih. Pasteurisasi juga meningkatkan umur simpan madu, serta membunuh sel-sel jamur yang bisa memengaruhi rasa madu. Namun, beberapa pihak percaya bahwa pasteurisasi menurunkan jumlah antioksidan dan nutrisi di dalam madu.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Madu?

Apa Perbedaan Madu Asli dan Olahan?

Madu asli umumnya lebih keruh dibandingkan dengan madu biasa. Madu ini juga cenderung memiliki lebih banyak variasi warna dan tekstur ketimbang madu biasa. Warna madu asli bisa berubah tergantung dari bunga apa yang diserbuki oleh lebah.

Meskipun tidak ada penelitian besar yang mengonfirmasi bahwa madu asli lebih bernutrisi ketimbang madu biasa, beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa madu asli memiliki lebih banyak khasiat kesehatan.

Manfaat Madu untuk Kesehatan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu asli mengandung beragam bahan yang bernutrisi. Madu asli mengandung bahan-bahan spesifik yang bermanfaat untuk kesehatan. Pasteurisasi dan proses pengolahan lain bisa mengangkat atau menurunkan jumlah bahan-bahan tersebut. Bahan-bahan yang dimaksud meliputi:

  • Serbuk sari lebah, yang mengandung bahan-bahan antioksidan dan anti-inflamasi.
  • Propolis, senyawa lengket yang menjaga sarang madu tetap utuh.
  • Beberapa vitamin dan mineral
  • Enzim
  • Asam amino
  • Antioksidan

Penelitian terkontrol yang membandingkan madu olahan dan madu asli masih kurang. Namun, beberapa sumber melaporkan bahwa madu yang melalui proses pasteurisasi hanya mengandung sedikit khasiat kesehatan dari madu alami. Karena pasteurisasi melibatkan paparan suhu tinggi, hal tersebut dapat menghancurkan atau merusak bahan-bahan alami madu.

Hal ini berarti bahwa madu asli kemungkinan besar lebih berkhasiat untuk kesehatan, khususnya dalam proses pemulihan luka dan melawan infeksi, dibandingkan dengan madu olahan. Selain itu, madu olahan juga umumnya sudah dicampur dengan gula atau bahan tambahan lainnya.

Apakah Semua Madu Asli Organik?

Tidak semua madu asli organik. Madu organik masih mungkin melewati proses pengolahan dan pasteurisasi. Jika ada madu yang memiliki label organik, kemungkinan perkebunan yang memproduksi madu tersebut mengikuti pedoman organik yang sudah ditetapkan secara resmi. Jadi, kalau Kamu mencari madu yang benar-benar mentah, pastikan di labelnya tertera kata ‘mentah atau raw’.

Risiko Mengonsumsi Madu

Sebenarnya mengonsumsi madu asli maupun madu olahan sama dalam hal keamanan. Namun, disarankan untuk tidak terlalu berlebihan mengonsumsi madu yang mengandung gula tambahan. Baik madu asli maupun madu olahan bisa mengandung bakteri yang disebut Clostridium botulinum. Bakteri ini bisa menyebabkan botulisme, yaitu salah satu kondisi keracunan makanan.

Madu aman untuk kebanyakan orang berusia di atas 12 bulan. Bayi berusia kurang dari 1 tahun tidak boleh mengonsumsi madu, baik madu asli maupun madu olahan. Pasalnya, saluran pencernaan bayi belum cukup sempurna untuk dapat melawan bakterinya. (UH)

Baca juga: Bolehkah Bayi Mengonsumsi Madu?

Sumber:

MedicalNewsToday. How are raw honey and regular honey different?. April 2019.
Carter. Therapeutic manuka honey: No longer so alternative. April 2016.

Comment

Terbaru