by

Pemain No 1 dan No 2 Dunia Tumbang, Sensasi Rusia Raih Gelar Terbesar

KalbarOnline.com – Ranking kedua dunia Rafael Nadal mendambakan gelar pertamanya dari ATP World Tour Finals tahun ini.

Sementara itu, petenis nomor satu dunia Novak Djokovic mengincar trofi keenamnya. Koleksi itu akan membuat Nadal sejajar dengan Roger Federer sebagai pengumpul gelar terbanyak ATP Finals sepanjang sejarah.

Apalagi, tahun ini pergelaran di O2 Arena juga lebih spesial. Sebab, edisi kali ini menjadi gelaran terakhir ATP Finals di London. Mulai tahun depan ajang akhir tahun ini pindah ke Turin, Italia.

Dengan semua alasan di atas, partai final antara Djokovic kontra dunia Nadal dianggap yang paling ideal. Itu juga akan mewujudkan pertemuan kali ke-57 antara keduanya.

Namun, impian final ideal tersebut berantakan. Dua petenis muda Dominic Thiem dan Daniil Medvedev membuyarkan seluruh skenario itu. Thiem dan Medvedev sama-sama sukses menyingkirkan dua petenis terbaik dunia tersebut di semifinal.

Djokovic tumbang di tangan Thiem dengan skor 5-7, 7-6(10), 6-7(5) dalam tempo tiga jam. Sementara itu, Nadal bertekuk lutut di hadapan Medvedev 6-3, 6-7(4), 3-6. Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Medvedev atas Nadal dalam empat kali pertemuan di berbagai ajang.

”Dia seperti menjatuhkan begitu saja bolanya. Tapi, semuanya masuk. Apa yang bisa aku lakukan jika sudah seperti itu,” ucap Djokovic dilansir Reuters.

Bintang asal Serbia tersebut memang kalah dengan cara dramatis. Dia sudah unggul 4-0 pada tie break set penentuan alias set ketiga. Namun, Thiem ternyata sama sekali belum menyerah.

  • Baca Juga: Habis-habisan, Rafael Nadal Sikat Juara Bertahan dan Lolos Semifinal

Petenis asal Austria itu membuat lima poin berturut-turut hingga akhirnya menutup partai tersebut dengan kemenangan. ”Apa yang dia lakukan saat dalam kedudukan 0-4 benar-benar seperti tidak nyata,” keluh Djokovic.

Kekalahan Nadal atas Medvedev juga tragis. Petenis 34 tahun itu sempat berada selangkah lagi dengan kemenangan. Dia mencapai posisi served for the match dalam kedudukan 5-4 di set kedua.

Namun, Medvedev bangkit. Dia mencuri set tersebut, lantas bablas mencuri lagi set penentu untuk mengamankan tiket final. ”Pada posisi tertinggal 4-5 di set kedua, aku mencoba mengubah sedikit gaya permainan. Dan ternyata itu berjalan dengan sangat baik,” ucap Medvedev.

Sebaliknya, Nadal merasa kecewa. Namun, dia tak mau mencari alasan. Termasuk ketika ditanya apakah ada faktor kelelahan atas kekalahan di semifinal. ”Aku hanya sedang bermain sangat buruk. Itu saja,” ucap pemilik 20 gelar grand slam tersebut.

Hasil itu membuat Medvedev belum tersentuh kekalahan di ATP Finals tahun ini. Dan sensasi asal Rusia itu akhirnya mendapatkan gelar perdananya di ajang puncak akhir tahun itu.

Pada partai final, Medvedev mengalahkan Thiem dengan skor 4-6, 7-6 (2), dan 6-4. Ini adalah kemenangan terbesar dalam karier Medvedev.

Hasil ini membuat ATP Finals selalu mendapatkan juara baru dalam lima tahun terakhir.

Comment

News Feed