by

Ini Tandanya Balita Sudah Siap untuk Tidur Sendiri!

Saat si Kecil tumbuh semakin besar, tidur di dalam boks bayi tentunya sudah tidak akan terasa nyaman lagi bagi dirinya. Dalam kondisi ini, satu-satunya cara yang bisa Mums lakukan adalah melatih si Kecil untuk bisa tidur sendiri di ranjang miliknya. Lantas untuk memastikan si Kecil sudah bisa tidur sendiri, apa saja sih tanda-tandanya?

Baca juga: Ingin Si Kecil Cepat Tidur Nyenyak? Begini Tipsnya!

Kapan Balita Dapat Dilatih untuk Tidur Sendiri di Tempat Tidurnya?

Idealnya, peralihan tidur bayi dari boks ke ranjang bisa dilakukan sejak usia 18 bulan hingga 4 tahun. Namun, meski usia ini dianggap ideal untuk proses transisi dari boks bayi ke ranjang, ingatlah bahwa setiap anak berbeda. Beberapa faktor juga bisa memengaruhi kesiapan anak untuk bisa tidur sendiri di ranjangnya. Jadi, tak perlu memaksakan si Kecil ya, Mums. Setiap anak mungkin membutuhkan rentang waktu yang berbeda-beda untuk membiasakan diri.

Tanda Balita Sudah Siap untuk Tidur Sendiri

Meski kesiapan anak untuk tidur sendiri berbeda-beda, secara umum ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan bahwa si Kecil sudah siap untuk beralih ke ranjangnya.

1. Ukuran tubuh balita sudah lebih besar dari boks bayi

Setiap pertambahan usia, berat dan tinggi si Kecil juga akan terus berkembang. Jadi, pastikan untuk selalu memeriksa apakah ia masih masih muat tidur di boks bayinya. Jika kepala dan kakinya sudah bersentuhan atau hampir menyentuh ujung tempat tidur, sudah pasti inilah saatnya untuk beralih ke tempat tidur yang lebih besar.

2. Balita sudah bisa keluar dari boks bayi

Jika si Kecil sudah mulai mencoba untuk keluar dan turun dari crib, maka ini bisa menjadi alasan bagi Mums untuk segera mencari ranjang untuknya.

3. Balita sedang dalam masa potty training

Rasanya akan lebih sulit dan juga tidak aman bagi balita untuk turun dari boks bayi di malam hari setiap kali ia ingin buang air kecil. Jadi sebelum Mums melatihnya untuk buang air sendiri, sebaiknya pindahkan ia terlebih dulu ke ranjang pribadinya.

4. Balita sudah lebih mandiri

Ketika Mums merasa bahwa si Kecil sudah bisa melakukan banyak hal sendiri, maka melatihnya untuk beralih tidur ke ranjang pribadi bukanlah sesuatu yang perlu ditunda.

5. Balita meminta tempat tidurnya sendiri

Anak-anak biasanya mudah merasa iri ketika melihat kakak atau sepupunya memiliki ranjang sendiri dengan gambar kartun kesukaannya. Apabila si Kecil memintanya, maka tidak ada salahnya untuk dicoba. Namun, di awal-awal harus tetap diawasi agar si Kecil aman tidur di ranjangnya sendiri ya, Mums.

6. Mums sedang mengandung si Adik

Jika Mums tengah mengandung lagi dan si Kecil sudah menginjak usia 2 tahun serta tampak siap tidur sendiri, latihlah ia untuk melakukan transisi ini beberapa bulan sebelum adiknya lahir. Namun, jangan memaksanya atau membuatnya tertekan. Jadikan kegiatan transisi tidur di ranjang pribadinya sebagai aktivitas yang menyenangkan dan membuatnya bersemangat karena sebentar lagi akan sang Adik akan lahir.

Baca juga: Si Kecil Sering Tidur Larut Malam, Harus Bagaimana?

Jangan Lupakan Ini!

Setelah Mums yakin si Kecil telah siap tidur sendiri di tempat tidurnya, pertimbangkan untuk melakukan tindakan pencegahan berikut agar ia tetap aman dan sehat!

  • Beli tempat tidur yang telah bersertifikat JPMA.

  • Pastikan sambungan tempat tidur dan rel pengaman terpasang dengan baik.

  • Sebaiknya pilih tempat tidur yang rendah untuk meminimalisasi risiko terjatuh.

  • Hindari meletakkan bantal atau selimut tebal di atas tempat tidur untuk mengurangi risiko si Kecil tercekik atau kesulitan bernapas.

Kesiapan seorang anak untuk tidur di ranjangnya sendiri memang berbeda-beda. Namun, tidak ada salahnya untuk mulai mencoba melatih si Kecil beralih dari boks bayinya. Yang terpenting, jangan terlalu memaksa dan membuatnya tertekan ya, Mums. (AS)

Baca juga: Si Kecil Jatuh dari Tempat Tidur? Pastikan Mums Mengecek Ini

Referensi

Mom Junction. “When To Transition To Toddler Bed: 7 Signs Your Child Is Ready“.

Comment

News Feed