by

Agar UMKM Selamat dari Pandemi, Perlu Trik Khusus dan Melek Teknologi

KalbarOnline.com – Pandemi Covid-19 telah memukul seluruh sektor kehidupan. Tidak hanya kehidupan masyarakat dan perekonomian yang terdampak, namun juga perubahan perilaku dan kegiatan usaha serta peluang bisnis.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga sebelumnya mengumumkan perekonomian Indonesia pada kuartal III tahun ini sebesar minus 3,49 persen. Artinya, Indonesia mengalami resesi. Hal itu disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang terus mengguncang perekonomian nasional.

Sementara, kalangan industri usaha terus dituntut untuk melakukan inovasi dalam usahanya, agar dapat bertahan dan bersaing di masa adaptasi kebiasaan baru,serta era transformasi digital.

Keadaan saat ini memang berat, transformasi digital pun menjadi sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari, termasuk di dunia Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Para pelaku UKM pun dituntut perlu mempersiapkan solusi untuk akselerasi transformasi digital. UKM tidak bisa bekerja sendirian demi mewujudkan digitalisasi. Perlu kolaborasi antar pihak, termasuk pemerintah dan penyedia layanan teknologi.

Cisco sebagai penyedia layanan teknologi, memberikan beberapa inisiatif, mulai dari pelatihan talenta digital, hingga di bidang teknologinya. Lalu apa saja yang harus dilakukan para pelaku UKM di kala memasuki masa masa adaptasi kebiasaan baru ini, terlebih di era transformasi digital?

Cisco membagikan 3 tips cara, agar UKM bisa menemukan inovasi terbaru yang membawa hasil bisnis positif. Pertama, sediakan platform komunikasi virtual yang tepat.

“Masa depan pekerjaan salah satunya memang bicara soal komunikasi virtual yang mumpuni antar tim. Sebuah unit usaha harus dapat memastikan karyawan memiliki alat digital yang mereka butuhkan untuk bekerja secara produktif dan aman, berkomunikasi dengan tanpa gangguan di mana pun mereka berada,” ungkap pihak Cisco melalui keterangan tertulisnya kepada KalbarOnline.com.

Selanjutnya, yang perlu dilakukan pelaku UKM agar bisa selamat dari pandemi Covid-19 menurut Cisco, adalah dengan membangun komunikasi untuk bekerja dari mana saja. Menurut Cisco, ini penting tentang bagaimana kita tetap terhubung dengan tim kita dan bagaimana kita terus berkolaborasi dalam pekerjaan.

Melalui Cisco Webex misalnya, sebuah platform untuk melakukan rapat, koordinasi hingga kolaborasi secara virtual. Cisco Webex bisa digunakan hanya bermodal perangkat ponsel pintar pabrikan mana saja.

Dengan sifatnya yang luwes ini, maka platform ini dikatakan dapat mendukung kegiatan perusahaan besar hingga kecil seperti UKM dan perusahaan rintisan yang umumnya memiliki modal lebih terbatas.

Terlebih, UKM dan perusahaan rintisan memiliki kegiatan yang lebih dinamis sehingga platform Webex diklaim sesuai dengan lingkungan bisnis dan bisa mendukung aktivitas usaha dimanapun.

Selanjutnya, Cisco menyebut langkah yang juga penting adalah memastikan keamanan jaringan yang digunakan. “Tentu saja, tidak ada tingkat inovasi bisnis kecil yang berhasil jika tidak aman,” imbuh pihak Cisco.

Jauh sebelum kasus pertama virus Covid-19 yang dilaporkan, para pelaku UKM mengatakan bahwa keamanan adalah prioritas nomor satu mereka. Hal ini tidak mengherankan. Hampir 50 persen dari semua serangan dunia maya ditujukan pada bisnis kecil.

Itu lebih dari sekadar pelanggaran data yang dihadapi oleh perusahaan publik, lembaga keuangan, dan organisasi kesehatan yang digabungkan. Melalui Cisco, mereka mengklaim dapat memberikan sistem keamanan terbaik selama bisnis beroperasi, yang salah satunya adalah menggunakan fitur yang bisa digunakan adalah ketika meeting secara virtual.

Baca juga: IFG Gerakkan UMKM di Tengah Pandemi

Cisco menggunakan metode Oauth (an open standard for access delegation). Artinya bisnis bisa menggunakan Cisco tanpa harus ‘mengorbankan’ privasi para karyawannya ketika mengakses hal-hal terkait pekerjaan. Selain itu, mereka juga menyebut menerapkan secure software development lifecycle (SDLC), dengan pengembangan sebuah produk dengan sistem keamanan terbaik.

Jadi, pelaku bisnis atau UKM dikatakan tidak menaruh curiga mengenai produk-produk dari Cisco. Tidak kalah penting adalah Cisco juga menyebut mereka memberikan produk keamanan dengan transparan.

Cisco mengklaim mereka memiliki pihak ketiga yang mampu mengecek produk keamanan Cisco. Hal tersebut diterapkan sebagai komitmen Cisco untuk bersikap transparan mengenai keamanan dan privasi dalam produk yang dibuatnya.

Terakhir, pentingnya mengelola data dengan baik. Saat ini, data sering disebut sebagai aset yang paling berharga, bukan lagi soal tanah ataupun rumah, tapi ini soal data. Mengelola data menjadi penting bagi UKM agar bisnisnya dapat terorganisir dan aman, serta mampu bertahan di era transformasi digital.

Cisco misalnya, menawarkan solusi sistem penyimpanan konfigurasi secara router serta cloud yang dimiliki oleh Cisco Meraki. Seluruh perangkat Cisco Meraki terintegrasi via cloud dengan dashboard berbasis web yang mudah dikelola dan aman. Ditambah dengan fitur dan kontrol intuitif yang memudahkan pelaku bisnis untuk menghemat waktu, mengurangi biaya operasional, dan memecahkan masalah pada bisnis UKM.

Selanjutnya, salah satu tantangan yang dihadapi bisnis di masa kini adalah melayani karyawan yang bekerja di lingkungan kantor maupun bekerja jarak jauh. Penting bagi bisnis untuk memperoleh data langsung dari ruang-ruang kantor dan asetnya agar dapat mengelola kinerja dan pemeliharaan peralatan jaringan dengan lebih baik. Pelaku UKM pun dapat mengelola data-datanya yang terpisah dan mengamankan nya sejak dari endpoint hingga menjadi insight.

“Bila Anda sebagai pelaku UKM tidak ingin repot dan ingin tetap bertahan di era ini serta menghasilkan hasil bisnis yang semakin positif, luangkan waktu untuk memahami kebutuhan bisnis serta melihat beberapa opsi teknologi yang memungkinkan semuanya membantu bisnis Anda,” tandas pihak Cisco.

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment

News Feed