Singapura Umumkan Pasien Covid-19 Sempat Kunjungi Bank OCBC

KalbarOnline.com – Kementerian Kesehatan Singapura kembali mengumumkan tempat-tempat publik yang dikunjungi pasien Covid-19 dan masih bisa menularkan virus. Terbaru, pasien Covid-19 ternyata sempat berkunjung ke sebuah bank cabang OCBC Center di Raffles Place. Hal tersebut seperti dilansir The Straits Times.

Pasien Covid-19 juga sempat mengunjungi sebuah restoran di Tampines. Hal tersebut jelas mengkhawatirkan lantaran mereka berstatus OTG dan masih bisa menularkan Covid-19.

  • Baca juga: Kisah Rumitnya Punya Kekasih WN Singapura, Aturan Ketat Selama Pandemi

Sementara itu, Restoran Al-Hussain di 822 Tampines Street 81 dikunjungi antara pukul 23.30 pada 28 Oktober dan 01.45 pada 29 Oktober. Sedangkan cabang Bank OCBC di OCBC Center dikunjungi antara pukul 15.00-16.30 pada 30 Oktober.

Keduanya ditambahkan ke daftar baru tempat yang dikunjungi pasien selama masa penularan mereka. Kemenkes Singapura memberikan daftar lokasi yang dikunjungi pasien infeksi Covid-19 selama setidaknya 30 menit. Dan masyarakat yang berada di sana selama jam kunjungan diminta untuk memantau kesehatan mereka dengan cermat dalam dua minggu sejak tanggal kunjungan.

Kontak dekat akan diberi tahu dan masyarakat tidak perlu menghindari tempat-tempat ini karena akan dibersihkan jika perlu. Selain itu, Kemenkes Singapura mengumumkan tujuh pasien Covid-19 baru pada Kamis (5/11), salah satunya adalah pasien dari komunitas.

Kemenkes Singapura mengatakan warga negara India berusia 39 tahun adalah pemegang izin kunjungan jangka pendek, yang pasangannya adalah penduduk tetap. Pria itu tiba di Singapura dari Amerika Serikat pada 11 Oktober, dan diminta melakukan karantina mandiri setibanya di sini.

Dia dinyatakan negatif pada 22 Oktober. Namun pada 30 Oktober, dia mengalami demam dan mencari perawatan medis di klinik. Dia didiagnosis dengan dugaan demam berdarah.

BACA JUGA:  Peneliti Inggris Sebut Banyak Pasien Covid-19 Masih Sesak Usai 2 Bulan

Kemudian pria itu mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diuji untuk Covid-19 pada Senin (2/11). Dia kemudian dibawa ke rumah sakit ketika hasil tesnya positif pada Rabu (4/11).

Enam pasien kasus impor juga diumumkan pada Kamis (5/11). Di antara enam kasus impor, salah satunya adalah balita Singapura yang baru kembali dari Filipina. Dua pasien impor lainnya adalah penduduk tetap.

Mereka adalah perempuan pemegang izin kerja yang saat ini bekerja di Singapura yang datang dari Indonesia. Keduanya orang Indonesia, masing-masing berusia 31 dan 36 tahun. Keenam pasien kasus impor tidak menunjukkan gejala, dan dinyatakan positif pada Rabu (4/11). Mereka semua telah ditempatkan pada rumah karantina setibanya di Singapura.

Sebanyak 40 pasien masih dirawat di rumah sakit, tidak ada yang dalam perawatan intensif, sementara 26 sedang memulihkan diri di fasilitas masyarakat. Singapura telah mencatat 28 kematian akibat komplikasi Covid-19.

Comment