by

Fakta di Balik Mitos Darah Ayam Bisa Menyebabkan Kutil

Geng Sehat mungkin pernah mendengar, jika kita kena cipratan darah ayam, harus segera dibersihkan. Jika tidak akan tumbuh kutil di bekas darah ayam tersebut. Tentu saja ini adalah mitos. Apa itu kutil?

Kutil adalah pertumbuhan kulit yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Ya, HPV yang merupakan virus penyebab kanker serviks. HPV memiliki banyak sekali tipe, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks atau kanker penis pada pria. HPV tipe tertentu bisa menyebabkan kutil (wart).

Biasanya, HPV masuk ke tubuh kita dengan cara menginfeksi lapisan atas kulit yang rusak. Ya, virus ini dapat masuk ke kulit melalui luka kecil dan menyebabkan pertumbuhan sel ekstra, di mana lapisan luar kulit menjadi lebih tebal dan keras, membentuk kutil yang menonjol.

Yang perlu Geng Sehat ketahui, kutil bisa tumbuh di mana saja di tubuh lho! Umumnya, kutil tumbuh di tangan dan juga telapak kaki atau di organ intim. Namun, Kamu gak usah khawatir Gengs! Di banyak kasus, kutil hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau tahun.

Kutil ditularkan dari orang ke orang, bukan melalui makanan, apalagi darah ayam. Jadi, kalau ada yang bilang bahwa darah ayam bisa menyebabkan kutil, semua itu hanyalah mitos, Gengs!

Baca juga: Penyakit Kutil Kelamin Apakah Bisa Jadi Kanker Serviks?

Kutil Bisa Menular dengan Mudah

Meskipun tidak berbahaya, faktanya kutil bisa menular lho! Ya, kutil bisa menyebar dengan mudah jika Kamu melakukan kontak langsung dengan virus tersebut. Bukan dari darah ayam seperti yang kita dengar selama ini, Gengs! Contohnya, Kamu dapat menginfeksi diri sendiri lagi setelah menyentuh kutil dan menyentuh bagian tubuh yang lain.

Kamu juga bisa terinfeksi kutil apabila memakai barang yang sama seperti handuk dan pisau cukur dengan seseorang yang punya kutil. Bagaimana pun, kutil lebih mungkin menginfeksi kulit yang lembap dan lembut atau kulit yang terluka.

Beberapa orang yang pekerjaannya berhubungan dengan daging mentah seperti di toko daging atau rumah jagal; lebih berisiko terkena kutil. Orang yang berinteraksi dengan anggota keluarga atau teman yang memiliki kutil, orang yang punya sistem kekebalan lemah dan orang dengan penyakit atopik seperti eksim, juga berisiko tinggi tertular.

HPV berkembang biak di kulit. Jika memiliki sistem kekebalan yang lemah, tubuh Kamu tidak selalu berhasil melawan virus tersebut. Jika Kamu memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, tidak usah khawatir karena kutil yang tumbuh di kulit tidak berbahaya. Itu karena, tubuh Kamu bisa melawan virus tersebut dari waktu ke waktu. Dengan sendirinya, kutil akan menghilang. Lamanya waktu untuk sembuh tergantung jenis virus dan kutil serta kesehatan Kamu, Gengs!

Penelitian yang melibatkan anak-anak dan remaja menunjukkan bahwa, sekitar 50 persen dari mereka tidak lagi memiliki kutil setelah satu tahun. “Setelah dua tahun, 70 persen dari mereka sudah tidak lagi memiliki kutil. Kutil umum terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Sekitar 33 persen anak-anak dan remaja memiliki kutil,” kata ilmuwan.

Baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual yang Harus Kamu Ketahui!

Tips Mencegah Penyebaran Kutil

Kutil tumbuh dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mereka membutuhkan suplai darah untuk membesar. Pembuluh darah akan berkembang menjadi inti kutil. Biasanya, kutil dapat berupa benjolan dengan permukaan kasar, atau mungkir datar dan halus. Kebanyakan, kutil tidak menimbulkan gejala yang mengganggu seperti gatal atau nyeri, kecuali saat terkena gesekan pakaian atau perhiasan dan menjadi iritasi dan berdarah.

Setelah terinfeksi HPV, kutil memerlukan waktu lama untuk tumbuh. Kamu tidak akan menyadari terinfeksi HPV karena memang tidak ada gejalanya. Jadi, gak usah heran kalau Kamu tiba-tiba melihat kutil tumbuh di kulit tubuhmu.

Agar Kamu tidak mudah tertular virus HPV yang kemudian menyebabkan kutil, ada beberapa cara yang bisa Kamu lalukan untuk mencegah penyebaran kutil, Gengs!

  • Rajin cuci tangan. Bersihkan tangan Kamu secara teratur. JIka punya luka, obati agar tetap bersih dan kering.
  • Jangan menyentuh kutil orang lain.
  • Jangan menyentuh, menggaruk atau mengorek kutil yang ada di tubuh Kamu.
  • Jagalah agar kutil di tubuh Kamu tetap kering.
  • Jangan menggunakan handuk, gunting kuku, alat cukur dengan orang lain yang punya kutil.
  • Kenakan alas kaki di tempat umum seperti kolam renang, toilet umum, dan ruang loker di tempat fitnes.
  • Bersihkan semua permukaan yang bersentuhan dengan kutil.
Baca juga: Waduh Punya Kutil kelamin, Harus Berobat ke Mana?

Referensi:

Michigan Medicine. Warts and Plantar Warts

NCBI. Warts: Overview

Healthline. How Do Warts Spread and How Can You Prevent This?

LiveScience. Are Warts Contagious?

Comment

News Feed