by

Karya Peserta Festival Film Pelajar Khatulistiwa Bikin Takjub Kemenparekraf

Karya Peserta Festival Film Pelajar Khatulistiwa Bikin Takjub Kemenparekraf

KalbarOnline, Pontianak – Ratusan pelajar dari SMA dan SMP se-Kalimantan Barat memenuhi gedung Pontianak Convention Centre, Sabtu (24/10/2020). Dari pagi hingga malam hari mereka setia untuk menyaksikan workshop produksi film dan pengumuman Festival Film Pelajar Khatulistiwa Kota Pontianak (FFPK) 2020. Workshop sendiri diisi oleh para sineas andal seperti Akil Wasa, Kelik Brastyanto, Pradono dan nama-nama lainnya. Nama-nama itu juga adalah juri dalam festival film terbesar Kalbar yang diinisiasi Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Kalbar.

Pada malam penganugerahan diumumkan para pemenang setiap kategori, baik di tingkat SMA maupun SMA. Di tingkat SMA, kategori penyutradaraan jatuh kepada MAN 1 Pontianak. Sementara untuk kategori skenario terbaik dimenangkan SMAN 4 Pontianak. Adapun pemeranan terbaik diraih SMAN 1 Sekadau Hilir dan sinematografi terbaik SMAN 1 Teluk Batang.

Nama terakhir ini juga meraih juara utama atau film terbaik di tingkat SMA. Disediakan pula penghargaan film favorit verdasarkan like media sosial yang dimenangkan SMAN 1 Bengkayang. Sementara di tingkat SMP juara tiap kategori silih berganti diraih SMPN 1 Bengkayang, SMPN 3 Singkawang dan SMPN 3 Pontianak. Namun juara utama didapat oleh SMPN 1 Bengkayang.

Malam penganugerahaan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif, Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari mewakili Gubernur Kalbar, Sultan Pontianak, Syarif Mahmud Melvin Alkadrie, Dandim 1207/BS, Jajang Kurniawan, perwakilan Kapolresta Pontianak, pimpinan media massa dan tokoh-tokoh lainnya.

Karya para pelajar Kalbar itu pun mendapat pujian dari Koordinator Subsektor Film Kemenparekraf, Budi Sarjono.

“Filmnya sudah sangat bagus untuk level pelajar dan ini membuktikan bahwa pelajar di Kalbar memang benar-benar kreatif. Event FFPK ini juga sangat bagus. Apalagi tema yang dibawakan yaitu New Normal juga relevan dengan upaya pemerintah mensosialisasikan protokol kesehatan. Selain itu, walaupun baru tahun pertama diadakan, tetapi sudah mampu mengumpulkan begitu banyak karya berkualitas. Daerah lain patut mencontoh Kalbar,” ujarnya.

Hal serupa turut disampaikan Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari. Ia mengaku takjib setelah menyaksikan beberapa film karya para peserta.

“Saya belum sempat nonton semua, tetapi dari beberapa film yang sudah kami lihat kami takjub. Ternyata para pemuda Kalbar, apalagi masih pelajar mampu membuat film sebagus itu. Saya berharap mereka terus mengembangkan bakatnya. Perbanyak referensi, wawasan dan tingkatkan skill,” kata dia.

Total ada 28 karya film yang lolos tahap kurasi. Ketua panitia yang juga Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar mengatakan, soal kepesertaan, dia sendiri cukup puas. Dia berharap ajang ini bisa menjadi pemicu berkembangnya industri kreatif di sektor perfilman berbasis digital di Kalbar.

“Pasalnya, kendati baru pertama kali diadakan, terlebih di tengah pandemi, jumlah pesertnya bisa mencapai 40an tim. Hal ini membuat kami optimis untuk melanjutkan gelaran FPPK 2021 yang lebih besar dan meriah,” ujarnya.

Sebelumnya, panitia sendiri telah melakukan roadshow ke berbagai kota untuk mensosialisasikan event ini. Sementara itu Wali Kota Pontianak Edi Kamtono juga memfasilitasi dengan menyediakan PCC untuk lokasi hari puncak dan studio mini untuk proses penjurian, serta tropi bergilir. Dalam kompetisi ini para peserta mengusung tema new normal. Di antaranya edukasi protokol kesehatan dan lain sebagainya. Namun penyisipan potensi pariwisata, budaya dan pendidikan akan menjadi perhatian juri. Bagi para pemenang selain mendapatkan uang pembinaan dan tropi. (*)

Comment

News Feed