by

Jumlah Perjalanan KA Ditambah, Jumlah Tiket Masih Dibatasi

KalbarOnline.com – Darat, laut, udara bakal ramai benar. Menyusul libur panjang pada akhir pekan ini, semua moda memperkirakan kenaikan jumlah penumpang dan perjalanan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI), misalnya, bakal menambah jumlah perjalanan kereta api yang melayani pelanggan hingga 13 persen.

Perjalanan KA itu ditambah untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang.

“Dengan begitu, akan semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan sehat,’’ ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus kemarin (25/10).

Jumlah perjalanan KA jarak jauh yang melayani pelanggan pada periode 27 Oktober sampai 1 November mencapai 505 KA. Jumlah tempat duduk di KA jarak jauh pada periode yang sama sebanyak 221.193 seat. KA favorit masyarakat yang dapat dipesan di masa libur panjang nanti, antara lain, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir, KA Argo Parahyangan relasi Bandung–Gambir, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Jakarta Kota, dan KA Kertajaya relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.

“KAI tetap mengedepankan protokol kesehatan saat melayani pelanggan pada libur long weekend (akhir pekan panjang),” ucap Joni.

Contoh protokol tersebut, pelanggan diharuskan berkondisi sehat dan menunjukkan surat bebas Covid-19 dari hasil PCR atau rapid test. Surat tersebut berlaku 14 hari. Sebagai upaya peningkatan pelayanan dalam menerapkan protokol kesehatan, KAI menyediakan layanan rapid test di 30 stasiun.

Guna menjaga jarak selama perjalanan, KAI juga hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Dengan langkah antisipasi itu, Joni mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu ragu lagi dalam menggunakan berbagai layanan KAI.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi menyatakan, pihaknya memastikan bahwa pelayanan dan fasilitas, baik di pelabuhan maupun kapal penyeberangan, sangat baik dan siap beroperasi pada layanan libur panjang nanti. ’’Diperkirakan, puncak arus berangkat terjadi pada Selasa (27/10) dan Rabu (28/10) serta puncak arus balik pada Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11),’’ katanya. Pergerakan kendaraan pribadi akan lebih banyak di penyeberangan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

’’Diperkirakan, traffic kendaraan naik dari Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur) pada puncak arus berangkat H-1 sebanyak 5.440 unit dan arus balik H+3 sebanyak 6.110 unit,’’ ucapnya.

Untuk pergerakan dari Gilimanuk (Jembrana, Bali), puncak arus berangkat dan arus balik terjadi pada H-1 dan H+3 dengan traffic kendaraan 6.160 unit.

Baca juga:

  • Pengguna Angkutan Umum Menurun, BPTJ Benahi Sistem Tiket Elektronik
  • Pemerintah Beri Stimulus Rp 215 Miliar, Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Dari sisi penerbangan, kenaikan jumlah penumpang diprediksi 20 persen. PT Angkasa Pura II pun akan mengantisipasi penularan Covid-19 selama periode sibuk itu. ’’Kami akan mematuhi aturan jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) di bandara sebanyak 50 persen (dari kapasitas),’’ ucapnya.

Awal mencontohkan PWS di Bandara Soekarno-Hatta. Di bandara tersibuk di Indonesia itu, PWS yang diperbolehkan hanya 23.336 penumpang per jam. ’’Bandara Soekarno-Hatta juga telah melakukan penyeimbangan lalu lintas penerbangan dengan memindahkan pengoperasian maskapai,’’ tuturnya.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Rianto menegaskan akan melakukan pengawasan yang ketat. Apalagi saat puncak keberangkatan. ’’Puncak keberangkatan diprediksi terjadi pada 28 Oktober dengan jumlah penumpang 112.000 orang,’’ ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment

News Feed