by

Pesan Gubernur Sutarmidji ke Edi Kamtono di Momentum Hari Jadi Pontianak ke-249

Pesan Gubernur Sutarmidji ke Edi Kamtono di Momentum Hari Jadi Pontianak ke-249

KalbarOnline, Pontianak – Di Hari Jadi Pontianak ke-249 yang jatuh pada tanggal 23 Oktober 2020 ini, berbagai ucapan dan doa serta harapan mengalir untuk ibu kota Provinsi Kalimantan Barat ini. Salah satunya datang dari Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

“Saya ucapkan selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke-249,” ujarnya saat diwawancarai wartawan, Kamis (22/10/2020).

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini berujar, arah pembangunan Pemerintah Kota Pontianak di bawah kepemimpinan Edi Rusdi Kamtono-Bahasan menurutnya sudah pada jalur yang benar.

Gubernur Sutarmidji dan istri saat menghadiri perayaan Hari Jadi Pontianak ke-248
Gubernur Sutarmidji dan istri saat menghadiri perayaan Hari Jadi Pontianak ke-248 (Foto: Fai)

“Sekarang ini arahnya sudah betul. Yakni memperbanyak ruang publik. Saya berharap Pak Edi dan Pak Bahasan lebih fokus pada itu. Kemudian pelayanan publik. Itu penting,” pesannya.

Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura ini juga berpesan agar Pemerintah Kota Pontianak terus memperhatikan dan meningkatkan Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie (SSMA) Pontianak sehingga mampu bersaing dengan RSUD Soedarso dan rumah sakit swasta yang ada di Pontianak.

“Harus ada obsesi bagaimana rumah sakit kota bisa bersaing dengan Soedarso dan bersaing dengan rumah sakit swasta yang ada misalnya Mitra Medika, karena gedungnya bagus dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit kota itu lebih tinggi, harus dipertahankan. Kalau kira-kira ada yang tidak pas ngaturnya (manajemen), jangan dipertahankan,” ingatnya.

Pelayanan PDAM Tirta Khatulistiwa tak luput dari catatan Midji. Ia berharap Direktur PDAM yang baru mampu membawa PDAM Tirta Khatulistiwa jauh lebih maju. Jangan sebaliknya.

“Jangan sampai lebih banyak keluhan nantinya, harus banyak berinovasi kota itu,” ucapnya.

Gubernur Sutarmidji dan istri saat menghadiri perayaan Hari Jadi Pontianak ke-248
Gubernur Sutarmidji dan istri saat menghadiri perayaan Hari Jadi Pontianak ke-248 (Foto: Fai)

Perhatian Pemkot di sektor UMKM juga menjadi catatan Midji. Ia meminta UMKM untuk terus dibina secara kontinyu. Terlebih Kota Pontianak telah memiliki UMKM Center. Harusnya, kata Midji, gedung megah tersebut dimanfaatkan untuk membina komunitas UMKM yang ada di Pontianak.

“Kota kan sudah punya pusat (UMKM Center) yang kita bangun, sekarang jadi Dekranasda. Harusnya komunitas UMKM itu bisa berdiskusi di situ setiap minggu, adakan kegiatan di situ. Tapi saya lihat kurang dimanfaatkan. Harusnya ada diskusi-diskusi kecil untuk pengembangan UMKM, biarkan anak-anak muda di situ. Lengkapi apa yang mereka butuhkan,” imbuhnya.

Sebagai Gubernur, dirinya memastikan akan terus mendorong pembangunan daerah tak terkecuali Pontianak. Seperti misalnya pembangunan trotoar di jalan Ahmad Yani Pontianak.

“Trotoar kota yang dibangun oleh Pemkot itu dari Tanjung sari ke Digulist, sisanya dibangun oleh Kementerian (pusat). Mudah-mudahan tahun depan dilaksanakan kembali, jadi nanti dari Pendopo ke Polda, dari Gembala Baik ke Museum. Itu cukup panjang dan mudah-mudahan semuanya bisa selesai dengan baik, sehingga orang mau jogging tidak terganggu,” tukasnya.

Di sektor pendidikan, Midji berharap Pemerintah Kota Pontianak terus meningkatkan fasilitas sekolah-sekolah negeri.

“Harusnya antara negeri dengan swasta itu sama,” ucapnya.

Infrastruktur jalan menurut Midji sudah bagus. Hanya perlu dijaga dengan baik. Hanya yang menjadi PR bagi Edi Kamtono yakni memperbaiki saluran-saluran yang ada. Kemudian memperlebar penampang jembatan di kawasan Gajah Mada guna mengurangi banjir atau genangan di sekitar Ahmad Yani.

“Pemerintah Provinsi juga sudah minta, agar trotoar yang dibangun salurannya dari Pendopo kan kadang banjir, nanti saluran itu arahnya tidak ke Parit Tokaya tapi ke Parit Perdana. Supaya bisa terbagi genangan air, saya berharap di situ tidak banjir lagi,” tukasnya.

Kawasan Pontianak Utara, kata Midji juga harus dilakukan diperhatikan Pemkot Pontianak. Untuk sektor pendidikan di kawasan kecamatan Pontianak Utara sendiri, Midji berencana menjadikan SMK 8 sebagai SMA. Sementara SMK 8 akan dipindah ke Jalan Flora Batu Layang. Untuk itu ia meminta Pemerintah Kota Pontianak mengizinkan Pemprov membangun SMK 8 di lokasi tersebut.

“Kalau (sektor) pendidikan SMA Insya Allah tahun depan, SMK 8 itu akan jadi SMA, SMK 8 itu mau kita pindah di Flora. Saya mau minta Pak Edi mengizinkan kita membangun di Flora. Karena provinsi tak punya lahan. Itu lahan kota. Tapi cukup luas, 5 hektar. Kalau dipindah, (sehingga) daerah Batu Layang ada SMA, di sana kan SMK aja, SMA tak ada. Jadi kemarin waktu masuk (penerimaan siswa baru) ribut. Jadi SMK 8 jadi SMA, SMK 8 kita pindah ke Flora, mudah-mudahan ini bisa,” tukasnya.

“Terus berpikir untuk kemajuan kawasan, Utara katanya mau buat rumah sakit. Itu bagus. Tapi saya ingatkan, rumah sakit itu tidak gampang mengelolanya. Tapi bagaimana kita membuat transportasi menuju rumah sakit itu cepat. Itu sebetulnya, Kemudian waterfront harus dijaga, kembangkan, harus ada percepatan (pembangunan promenade) dari Kapuas Indah ke Pelabuhan Senghie. Kalau itu jadi, Pak Wali gak terlalu repot lagi. Tapi saya yakin itu bisa,” timpalnya.

Midji juga mengapresiasi rencana Pemkot membangun Plaza MTQ Untan. Menurutnya sangat bagus.

“Itu bagus, ruang publik dibangun di situ bagus. Hanya kalau Pak Rektor bisa pindahkan kios-kios kantin itu, lebih bagus lagi. Itu ruang publiknya akan bagus sekali,” imbuhnya.

Menurutnya, daerah lain di Kalbar tak perlu malu mencontoh Pontianak. Dirinya menjamin akan memberikan dukungan penuh.

“Daerah-daerah lain boleh mencontoh, kita mensupport, seperti misalnya Sanggau, waterfrontnya dibangun. Ked epan kita maunya Sambas. jadi nanti ada wisata kota,” tandasnya.

Comment

News Feed