Negara di Asia Diingatkan Akan Ancaman Pangan saat Pandemi Covid-19

KalbarOnline.com – Pandemi Covid-19 memukul seluruh sektor perekonomian dan sosial. Termasuk bisa memengaruhi sistem tanam dan rantai distribusi sumber pangan di dunia.

Pada Asia Land Forum 2020, organisasi anggota International Land Coalition Asia (ILC Asia) menyuarakan perjuangan masyarakat petani kecil, masyarakat adat, dan petani perempuan di antaranya dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19. Forum yang diselenggarakan secara virtual oleh ILC Asia dari 6 Oktober hingga 8 Oktober ini dihadiri sekitar 200 peserta dari 54 organisasi anggota di 13 negara.

Koordinator Regional ILC Asia di Indonesia Saurlin Siagian mengatakan bagaimana Covid-19 memengaruhi mereka yang bekerja di lahan. Tetapi di sisi lain lahan memberikan keamanan, produktivitas, dan peluang, dan telah menjadi instrumen penting untuk melindungi kelompok yang paling rentan dalam menghadapi pandemi.

“Di dalam kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti ini, kita diingatkan akan pentingnya solidaritas kawasan untuk merespon dampak langsung dari krisis pandemi. Pemerintah harus bekerja bahu membahu dengan masyarakat sipil dan berjuang untuk dunia yang lebih berkelanjutan untuk semua,” katanya dalam Webinar baru-baru ini.

Seperti yang dilaporkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), meski masyarakat petani di Asia memproduksi sebagian besar pangan dunia, mereka tetap tidak memiliki kontrol atas ketahanan pangan. Selain itu, tambahnya, kebijakan pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan di masa Covid-19 cenderung parsial.

“Karena dianggap gagal memperhitungkan peran kunci yang dimainkan masyarakat petani untuk mempromosikan sistem pangan yang berkelanjutan, tangguh, dan beragam,” jelas Saurlin.

People’s Campaign for Agrarian Reform Network (AR Now!) di Filipina Anthony Marzan menyerukan kepada pemerintah-pemerintah di Asia untuk menanggapi isu pangan dalam Rencana Aksi Nasional mereka yang akan memperkuat sistem pertanian yang berkelanjutan. Hal itu guna mendukung pendekatan multi-pemangku kepentingan yang inklusif, yang memprioritaskan mata pencaharian masyarakat petani kecil.

BACA JUGA:  Pasar Global Smartphone Tunjukkan Tanda Pemulihan usai Lockdown

Asia Land Forum (ALF) merupakan acara tahunan yang mempertemukan anggota ILC di kawasan tersebut bersama dengan pemangku kepentingan lainnya. Mulai dari organisasi akar rumput, aktivis sosial, LSM, dan instansi pemerintah dari tiap-tiap negara wilayah.

ALF bertujuan untuk mengembangkan kesamaan antara hubungan politik, ekonomi, lingkungan dan sosial serta keterkaitannya dengan tata kelola lahan, ketahanan pangan, kemiskinan dan demokrasi. Tema tahun ini adalah mengenai peran masyarakat dan keluarga petani dalam mengamankan sistem pangan di tengah pandemi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment