by

Tempatkan Banyak Petugas di Pasar Tertibkan Masyarakat Pakai Masker

Tempatkan Banyak Petugas di Pasar Tertibkan Masyarakat Pakai Masker

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji bakal menempatkan petugas sebanyak-banyaknya di setiap pasar tradisional untuk menertibkan masyarakat terhadap protokol kesehatan terutama penggunaan masker. Hal itu disampaikan Midji saat diwawancarai wartawan di Pasar Flamboyan usai kegiatan pencanangan wajib masker serentak, Kamis (10/9/2020).

“Satpol PP akan kita tempatkan di pasar sebanyak mungkin. Satpol PP Provinsi dan Kota masing-masing lima, jadi ada 10 petugas. Ditambah personel TNI-Polri, jadi nanti kira-kira satu pasar ada 15 petugas,” ujarnya.

Sebab, kata Midji, saat ini tidak ada cara yang paling ampuh dalam mencegah keterjangkitan selain disiplin terhadap protokol kesehatan terutama menggunakan masker.

“Covid ini sekarang tidak ada obat lain selain masker. Kita belum bisa hanya jaga jarak saja, tapi kalau sama-sama pakai masker peluang untuk terjangkit kalau salah satunya positif itu hanya dua persen. Sehingga masker itu penting. Hanya kan kadang masih banyak yang tidak tertib. Itu yang harus kita tertibkan. Lewat kegiatan ini juga kita mau melihat berapa besar jumlah masyarakat pakai masker,” tukasnya.

Melalui kegiatan ini juga, lanjut Midji, menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker.

“Ini juga bahan evaluasi kita, walaupun tadi kita lihat lebih dari 95 persen pakai masker, tapi tingkat kepatuhan ini mungkin karena saya datang, Pak Edi datang dan Forkopimda datang. Tapi nanti suatu waktu akan dadakan, saya minta posko swab biarkan saja (di Flamboyan), kita dadakan, kita lihat evaluasinya bagaimana. Kalau Patuhnya karena ada saya, Pak Kapolda, Pak Pangdam dan Pak Wali, makanya Satpol PP dan personel TNI-Polri akan kita tempatkan di pasar sebanyak mungkin,” imbuhnya.

“Satu minggu sampai satu bulan terus saja tertibkan masyarakat, yang tidak pakai masker langsung swab, tidak mau pakai masker, swab,” timpalnya.

Menggalakkan penggunaan masker, ditegaskan dia, harus terus dilakukan. Sebab, lanjutnya, masyarakat seringkali terbuai dengan nol kasus atau zona hijau sehingga abai terhadap protokol kesehatan.

“Penggalakkan pakai masker harus terus dilakukan, masyarakat kita dengar berita tak ada kasus lalu tak pakai, nanti kalau ribut lagi baru pakai. Dari klaster-klaster yang ada ini kan memang karena tak tertib protokol kesehatan. Itu kan Wali Kota Singkawang seminggu sebelumnya sudah saya ingatkan, ibu saya bilang kendor, padahal orang sering ke sana, sama juga beberapa kabupaten/kota, Pak Wali Kota juga saya ingatkan, harus tegas dan ketat. Kalau kita lihat kondisi Jakarta hari ini kemudian penerbangan tidak perlu lagi rapid test, itu bahaya,” tandasnya.

Dalam kegiatan itu, tampak sejumlah warga yang tak menggunakan masker diberikan sanksi mulai dari sanksi sosial hingga denda Rp200 ribu. Tak hanya itu, mereka yang tak menggunakan masker juga langsung dilakukan swab tes. (Fai)

Comment

News Feed