by

Dua Mantan Juara Dunia Optimistis Indonesia Bisa Juara Thomas Cup 2020

KalbarOnline.com –Indonesia sedang sangat serius mempersiapkan tim untuk tampil pada ajang Thomas & Uber Cup 2020. Sempat diragukan bisa berlangsung tepat waktu, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sudah memastikan bahwa ajang tersebut berlangsung di Aarhus, Denmark, pada 3 sampai 11 Oktober.

Dua legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata dan Hariyanto Arbi ikut berkomentar soal peluang skuad Merah Putih pada ajang dua tahunan itu.

Christian dan Hariyanto adalah dua pemain yang sangat sukses di Piala Thomas. Sebagai pemain, Christian merebut empat gelar pada 1973, 1976, 1979, 1984. Sedangkan, Hariyanto membantu Indonesia juara empat kali pada 1994, 1996, 1998, dan 2000.

Baik Christian dan Hariyanto optimistis mengenai peluang Indonesia untuk kembali menjadi juara Piala Thomas. Keduanya mengungkapkan rasa percaya diri itu dalam diskusi virtual dengan tema ”Peran Klub dalam Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia” yang digagas PB Djarum (7/9).

Christian mengatakan, kunci Indonesia terletak pada nomor ganda putra. Sebab, Indonesia memiliki tiga pasangan yang berada di enam besar dunia. Yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (nomor satu dunia), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (nomor dua), dan Fajar Alfian/Rian Ardianto (nomor enam).

Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo merayakan kemenangan mereka atas ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin pada semifinal All England 2020. (Oli Scarff/AFP)

Apalagi, saat ini Indonesia diperkuat dua tunggal top 10 dunia yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Memiliki tiga ganda dan tunggal yang cukup solid, kata Christian, membuat kans Indonesia menjadi juara sangat terbuka. ”Tinggal bagaimana starategi untuk menghadapi negara yang menjadi pesaing. Pelatih lebih tahu itu,” kata pelatih yang mengantarkan Ricky Subagja/Rexy Mainaky merebut emas Olimpiade Atlanta 1996 itu.

Hari, panggilan Hariyanto Arbi, sepakat dengan Chirstian. Tahun ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk bisa meraih Piala Thomas. Kerinduan pecinta bulu tangkis nasional agar Piala Thomas kembali ke Indonesia sudah begitu memuncak. Sebab, Indonesia sudah lama tak jadi kampiun. Kali terakhir, Indonesia menjadi juara Piala Thomas terjadi pada 2002.

Hariyanto Arbi mengangkat trofi Piala Thomas 1994. (BWF).

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan bahwa pada awal 2000-an, tepatnya setelah meraih Piala Thomas 2002, regenerasi atlet bulu tangkis di Indonesia agak menurun. ”Kami sadari bahwa lapisan-lapisan sempat bolong dan tidak terurus dengan baik,” ujarnya.

Karena itu, pada 2010, pihaknya mulai menyusun lapisan-lapisan pemain. Mulai dari U-11, U-13, U-15, U-17, U-19. Tujuannya adalah untuk regenerasi atlet. Ini agar mandeknya kaderisasi tidak lagi terjadi. ”Dengan adanya bibit pemain, harapannya akan bisa muncul ke elite dunia,” katanya.

Di sisi lain, soal peluang Indonesia di Piala Uber, Christian dan Hariyanto realistis. Bisa mencapai semifinal, adalah prestasi yang cukup baik bagi Greysia Polii dkk. ”Syukur -syukur di semifinal bisa buat kejutan untuk tembus final,” ujar Christian, juara dunia 1980 pada nomor ganda putra dan ganda campuran.

Untuk Piala Uber, kekuatan Indonesia memang masih di bawah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Hariyanto yang juga juara dunia 1995 menambahkan bahwa perkembangan bulu tangkis yang semakin populer di dunia, membuat bibit-bibit dari negara lain bermunculan. Ditambah lagi, banyak pelatih Indonesia yang berkarir di luar negeri.

Comment

News Feed