by

Jalani Jadwal Sangat Padat Mulai Oktober, Rian Ardianto: Harus Fokus

KalbarOnline.com – Pandemi Covid-19 membuat Federasi Badminton Dunia (BWF) merevisi jadwal turnamennya. Dan, Oktober menjadi titik awal turnamen beruntun yang akan dijalani pebulu tangkis Indonesia.

Dimulai dari kejuaraan Piala Thomas-Uber di Aarhus pada 3–11 Oktober mendatang, berlanjut ke Danisa Denmark Open 1 (13–18 Oktober) dan Denmark Open 2 (20–25 Oktober) di Odense.

Setelah dari Denmark, pebulu tangkis Indonesia akan terbang ke Asia. Mulai Asia Open I Super 1000 (10–15 November) hingga Asia Open II Super 1000 (17–22 November). Pergelaran World Tour 2020 akan ditutup dengan BWF World Tour Finals (25–29 November).

Demi menyambut rentetan jadwal tersebut, PP PBSI berharap simulasi di Pelatnas Cipayung yang berlangsung mulai besok (1/9) jadi tolok ukur kesiapan para atlet. Simulasi untuk Piala Thomas dimulai pada 1–3 September. Dilanjutkan simulasi Uber pada 8–10 September.

  • Baca Juga: Hendra Setiawan Punya Target Khusus pada Simulasi Piala Thomas 2020

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto berharap para pemain habis-habisan di simulasi. Tujuannya jelas. Kalau masih ada kekurangan di simulasi, para pelatih bisa memolesnya.

Di sisi lain, jadwal turnamen berimpitan per Oktober bisa dikatakan bukan sebuah kerugian. Justru hal itu bisa menjadi kesempatan besar bagi pemain karena bisa mendapat banyak jam terbang.

Apalagi, sudah hampir enam bulan para atlet tidak merasakan turnamen resmi. Kali terakhir mengikuti ajang All England pada 11–15 Maret lalu.

Sementara itu, pebulu tangkis M. Rian Ardianto menuturkan, banyaknya kejuaraan yang bakal diikuti membuat atlet Indonesia harus bisa fokus di setiap event yang dijalani. ’’Harus mikir step-by-step,’’ tutur pemain spesialis ganda putra tersebut.

Comment

News Feed