by

Ini Jenis-jenis Beras yang Paling Sehat

Beras atau nasi adalah makanan pokok di banyak negara, termasuk Indonesia. Ada banyak variasi atau jenis beras dengan warna, rasa, dan kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Ada beberapa jenis beras yang lebih kaya nutrisi ketimbang jenis beras lainnya.

Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan tentang jenis beras yang paling sehat. Berikut penjelasan lengkapnya!

Baca juga: Bolehkah Mencuci Buah dan Sayuran dengan Sabun?

Jenis Beras yang Paling Sehat

Berikut merupakan sejumlah jenis beras yang kandungan nutrisinya lebih tinggi dari jenis beras lainnya:

1. Beras Cokelat

Beras cokelat merupakan beras whole-grain yang lapisan paling luarnya sudah terkelupas. Tidak seperti beras atau nasi putih, beras cokelat masih memiliki lapisan bekatul (bran) dan germ. Kedua bagian tersebut sangat kaya nutrisi dan serat.

Bran dari beras cokelat mengandung antioksidan flavonoid apigenin, quercetin, dan luteolin. Senyawa-senyawa tersebut mengandung peran penting dalam pencegahan penyakit. Mengonsumsi makanan yang kaya akan flavonoid secara rutin bisa menurunkan risiko penyakit kronis.

Beras cokelat memiliki jumlah kandungan kalori dan karbohidrat yang mirip dengan nasi putih. Namun, beras cokelat memiliki kandungan serat lebih banyak tiga kali lipat dan juga kandungan protein yang jauh lebih tinggi ketimbang nasi putih.

Inilah kenapa beras cokelat dianggap sebagai salah satu jenis beras yang paling sehat. Selain itu, baik serat maupun protein membantu menjaga agar Kamu merasa kenyang lebih lama, sehingga juga membantu menurunkan berat badan.

Beras cokelat juga bisa membantu mengontrol gula darah dan insulin. Jadi, beras cokelat umumnya pilihan yang lebih baik untuk penderita diabetes, ketimbang nasi putih. Beras cokelat juga kaya akan magnesium, yaitu mineral yang berperan penting dalam metabolisme gula darah dan insulin.

2. Nasi atau Beras Hitam

Ada beragam jenis beras hitam. Jenis beras hitam yang berasal dari Indonesia memiliki warna hitam gelap yang biasanya berubah menjadi ungu tua setelah dimasak. Penelitian menunjukkan bahwa berat hitam merupakan jenis beras atau nasi dengan kandungan antioksidan yang paling tinggi. Inilah kenapa beras hitam dianggap sebagai salah satu jenis beras yang paling sehat.

Antioksidan adalah senyawa yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas bisa menyebabkan stres oksidatif, dan stres oksidatif merupakan salah satu faktor risiko penyakit kronis.

Beras hitam khususnya kaya akan antosianin, yaitu kelompok flavonoid pigmen tanaman yang mengandung bahan antioksidan dan anti-inflamasi. Antosianin juga memiliki sifat anti-kanker.

Baca juga: Tidak Hanya Enak, Kimci Juga Menyehatkan!

3. Beras Merah

Beras merah juga termasuk jenis beras yang paling sehat karena kaya akan nutrisi dan senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan. Beras merah memiliki kandungan protein dan serat yang lebih tinggi dibandingkan beras atau nasi putih.

Sama seperti beras hitam, beras merah juga kaya akan antioksidan flavonoid, termasuk antosianin, apigenin, myricetin, dan quercetin. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa beras merah lebih berpotensi melawan radikal bebas dan memiliki konsentrasi antioksidan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan beras cokelat.

4. Padi Liar (Wild Rice)

Meskipun padi liar sebenarnya merupakan benih rumput air, namun benih ini banyak digunakan seperti nasi. Inilah kenapa padi liar dianggap sebagai jenis beras yang paling sehat.

Padi liar juga dianggap sebagai sejenis whole-grain dan mengandung serat lebih banyak tiga kali lipat dan lebih banyak protein dibandingkan dengan nasi putih. Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengganti nasi putih dengan padi liar dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol, resistensi insulin, dan stres oksidatif. Padi liar juga kaya akan vitamin B, magnesium, dan mangan. (UH)

Baca juga: Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan

Sumber:

Healthline. What Is the Healthiest Type of Rice?. April 2019.

National Library of Medicine. Flavonoids–food sources and health benefits. 2014.

Comment

Terbaru