by

Peringatan BMKG, Waspada Rob di Utara dan Selatan Jawa

KalbarOnline.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) di pantai utara dan sebagian pantai selatan Jawa kemarin (21/8). Banjir, salah satunya, dipicu siklus perigee saat bulan berada di titik terdekat dengan bumi.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan rawan terdampak rob diimbau agar waspada. Termasuk masyarakat yang memiliki mata pencaharian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan. Beberapa daerah yang patut waspada terutama daerah-daerah pantai berelevasi rendah seperti pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Semarang, Demak, hingga pantura di wilayah Jawa Timur. Peringatan itu dibarengi dengan laporan angin kencang di pantai selatan Provinsi DI Jogjakarta.

Baca juga: Potensi Banjir Rob Masih Terjadi di Perairan Utara Jawa

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan, kewaspadaan memang tidak hanya untuk wilayah pantai utara, tetapi juga pantai selatan. Fenomena perigee, kata dia, memang siklus yang biasa. Selain itu, di beberapa wilayah, banjir rob memang sudah menjadi langganan dengan tingkat keseringan yang bervariasi. ”Tapi, untuk kali ini masyarakat lebih waspada karena perigee bersamaan dengan fenomena gelombang tinggi,” paparnya.

Periode perigee dimulai pada 21 Agustus 2020. Hal tersebut memberikan pengaruh dalam peningkatan ketinggian muka air laut di wilayah Indonesia. Selain faktor astronomis, terdapat faktor meteorologis berupa potensi gelombang tinggi.

BMKG memperkirakan, gelombang tinggi di pantura Jawa mencapai 2 hingga 2,5 meter.

Baca juga: Semarang dan Demak Daerah Langganan Berpotensi Rob

Gelombang tinggi itu dibangkitkan oleh embusan angin timuran (musim kemarau) yang persisten mencapai kecepatan hingga 20 knot. Embusan angin juga berperan terhadap peningkatan kenaikan tinggi muka air laut sehingga menyebabkan banjir pesisir pada 21–23 Agustus 2020 di wilayah utara Jawa.

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment

News Feed