by

Kalbar Tambah 10 Kasus Positif Baru Delapan Antaranya Guru di Melawi

Kalbar Tambah 10 Kasus Positif Baru Delapan Antaranya Guru di Melawi

KalbarOnline, Pontianak – Provinsi Kalimantan Barat per tanggal 12 Agustus 2020 mendapatkan tambahan 10 kasus konfirmasi Covid-19 baru. Delapan di antara 10 kasus ini merupakan guru yang berada di Kabupaten Melawi. Sementara dua kasus lainnya terdapat di Pontianak dan Kubu Raya masing-masing satu kasus. Selain penambahan kasus konfirmasi, Kalbar juga mendapatkan tambahan 18 kasus sembuh. Hal ini diumumkan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji lewat akun facebooknya, Kamis (13/8/2020).

“Hari ini ada 10 yang dinyatakan positif, tetapi ada 18 yang sembuh (sudah diralat Gubernur). Jadi sekalipun seseorg positif Covid jika mengikuti saran dokter dan selalu berdoa, Insya Allah sembuh. Kami akan memberikan layanan yang terbaik. Selamat beraktivitas, olahraga, pakai masker, cuci tangan. Jaga keluarga anda dari bahaya Covid,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menjelaskan bahwa 10 kasus konfirmasi Covid-19 baru tersebut berdasarkan pemeriksaan di Laboratorium RS Universitas Tanjungpura Pontianak.

“10 orang ini delapan orang di Kabupaten Melawi yang semuanya adalah guru. Kubu Raya satu orang dan Pontianak satu orang,” ujarnya kepada wartawan di Pontianak, Kamis (13/8/2020).

Di hari yang sama, lanjut dia, juga terdapat 18 kasus konfirmasi yang dinyatakan sembuh. Yang masing-masing tersebar di Pontianak enam orang, Ketapang delapan orang, Sambas dua orang dan Bengkayang dua orang.

“Sehingga sampai dengan saat ini kasus konfirmasi Covid-19 yang aktif itu di Melawi ada delapan orang, Kubu Raya delapan orang, Landak tujuh orang, Ketapang enam orang, Pontianak 5 orang dan luar wilayah ada tiga orang. Keseluruhannya berjumlah 37 orang,” terangnya.

Berdasarkan tambahan tersebut sampai dengan 13 Agustus 2020, di Kalbar terdapat 439 kasus konfirmasi, di mana 398 kasus atau 90,66 persen dinyatakan sembuh dan empat kasus meninggal dunia. (Fai)

Comment

News Feed