by

Pelatih Pelatnas PBSI Berjuang Keras Menjaga Mood Pemain

KalbarOnline.com – Pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky harus memutar otak lebih keras untuk menjaga performa anak buahnya. Sebab, saat ini PP PBSI sedang fokus mempersiapkan Piala Thomas dan Uber. Sedangkan sektor ganda campuran tidak dipertandingkan dalam turnamen beregu antarnegara tersebut.

Hal itu membuat Praveen Jordan dkk punya waktu jeda kompetisi lebih lama. Bahkan terancam tanpa kompetisi sampai akhir tahun. Alhasil, waktu mereka bakal sepenuhnya dihabiskan untuk berlatih.

Padahal, papar Richard, terlalu banyak latihan justru membuat para pemain bosan. Dia dan tim pelatih memikirkan cara mengisi kekosongan tersebut.

Dalam kondisi normal, biasanya Richard membawa skuadnya untuk menjalani training camp di Kudus. Tetapi, hal itu tidak bisa dilakukan selama pandemi Covid-19. Para pemain tidak diperbolehkan keluar dari Cipayung.

”Selama dua minggu terakhir, saya ubah jadwal latihan. Sesi pagi full teknik, lalu sesi sore jadi fisik. Nanti akan ada evaluasi, apa hal itu bisa jalan baik atau tidak,” papar pelatih yang berusia 55 tahun tersebut.

Richard menambahkan, saat ini memang sulit bagi pelatih. Bukan soal mengajarkan teknik dan program, melainkan bagaimana membuat pemain tidak bosan.

Selain mengganti jadwal, Richard memberikan variasi latihan. Beberapa waktu lalu skuad ganda campuran berlatih dengan ganda putra. Mereka bertukar pasangan. Misalnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo dipasangkan dengan Hediana Julimarbela. Mereka melawan Rinov Rivaldy/Winny Oktavina Kandow.

Lalu, Hendra Setiawan berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti melawan Praveen Jordan/Mychelle Crhystine Bandaso.

Richard mengatakan, cara itu cukup efektif agar mood pemain jadi lebih baik. ”Dari ngobrol saja, lalu sampai bikin jadwal khusus buat mereka. Akhirnya, banyak yang ikut. Sampai yang pemain tunggal pun ikut main ganda,” ungkapnya.

Sesuai rencana, pada awal September PBSI akan mengadakan Home Team Tournament untuk simulasi Piala Thomas dan Uber. Richard membuka kemungkinan adanya turnamen internal dengan format seperti Piala Sudirman.

Di ajang itu, pemainnya bisa berpartisipasi.

”Saat ini fokusnya memang untuk Piala Thomas dan Uber dulu. Setelah itu, pasti ada lagi karena jadwal kosong,” tutur Richard. ”Dilihat dulu bagaimana evaluasinya untuk turnamen internal yang beregu,” imbuh kakak pelatih tunggal putri Rionny Mainaky itu.

Comment

Terbaru