by

Fosil Mammoth Berusia 10 Ribu Tahun Ditemukan di Siberia

KalbarOnline.com – Fosil mammoth atau gajah purba setinggi 10 kaki atau 3 meter lebih ditemukan oleh sekelompok peneliti di sebuah endapan danau di Siberia. Menariknya, fosil mammoth tersebut dalam kondisi yang tak biasa untuk sebuah temuan fosil.

Fosil tersebut awet dengan baik sehingga memiliki potongan-potongan jaringan lunak dan kulit yang bahkan masih melekat pada tulangnya. Diperkirakan bahwa fosil mammoth tersebut telah berusia 10.000 tahun sejak dia dinyatakan mati.

Para ahli dari pusat ilmiah untuk penelitian Arktik telah bekerja untuk mempelajari sisa-sisa mamalia raksasa berumur 10.000 tahun yang ditemukan dalam endapan lumpur itu. Para ilmuwan di balik penemuan itu juga mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kotoran fosil yang akan dianalisis untuk memahami makanan mammoth berbulu tersebut.

Potongan fosil pertama diangkat dari Danau Pechenelava-To di semenanjung Yamal, Rusia utara bulan. Makhluk itu diberi nama Tadibe yang diambil dari seorang gembala yang tinggal di dekat danau tempat fosil mammoth ditemukan.

Tadibe diperkiran mati sekitar 10.000 tahun yang lalu dan berusia antara 15 dan 20 tahun. “Kami memiliki satu kaki depan dan satu kaki belakang yang terpelihara dengan baik, dengan tendon, jaringan lunak dan potongan-potongan kulit,” kata Evgenia Khozyainova, seorang ahli dari Museum Shemanovsky dilansir dari Daily Mail, Rabu (5/8).

Sebagian daging dari mammoth tersebut kini disimpan dalam lemari es untuk pemeriksaan ilmiah. Tim belum dapat menemukan gadinggnya. Tim tidak yakin gading dicuri oleh manusia purba setelah binatang itu mati atau hancur oleh waktu.

Peneliti memperkirakan, mammoth tersebut mungkin terjebak di celah es dan tidak dapat keluar, kata Dr Pavel Kosintsev dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, yang mengambil bagian dalam penggalian ini. Sementara Yevgeniya Khozyainova, seorang ilmuwan dari museum lokal, mengatakan bahwa penemuan itu sangat luar biasa.

“Tentu saja, kami ingin menemukan bagian yang tersisa, untuk memahami seberapa lengkapnya bagian itu. Setiap kali ada jaringan lunak yang tertinggal, itu adalah bahan yang berharga untuk dipelajari,” katanya.

Tidak ada tanda-tanda serangan atau penyembelihan oleh manusia purba, meskipun sisa-sisanya menunjukkan bukti pemangsa hewan menggerogoti tulang setelah mati. Temuan fosil kotoran juga dilihat sebagai penemuan ilmiah yang signifikan menurut Dmitry Frolov dari Pusat Penelitian Arktik.

“Ini adalah temuan yang sangat baik, karena dapat mengandung banyak informasi tentang mammoth, dan serbuk sari tanaman kuno. Kami berencana untuk mempelajari ini dengan sangat teliti,” ungkapnya.

Penemuan di dekat Desa Seyakha, Siberia ini dikatakan merupakan dorongan potensial bagi para ilmuwan dalam upaya mereka untuk mendapatkan DNA yang cukup dari mammoth berbulu yang diawetkan dengan permafrost untuk memungkinkan raksasa berbulu dihidupkan kembali melalui tabung reaksi.

Pakar Rusia, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang semuanya bekerja untuk menciptakan kembali monster yang telah lama hilang ini. Para ilmuwan berpikir bahwa danau itu mungkin adalah kuburan mammoth berbulu dan bahwa binatang purba lainnya akan ditemukan di sana tetapi tidak mudah mengekstraksi kerangka.

“Bayangkan Anda menggali lubang di pantai, di tepi perairan,” kata Dr. Andrey Gusev, dari Pusat Penelitian Arktik. “Itu terus terisi dengan air dan pasir, jadi kami harus memompa itu setiap dua atau tiga jam,” lanjutnya.

Mammoth berbulu hidup di bumi selama zaman es dan akhirnya punah sekitar 4.000 tahun yang lalu di kepulauan Arktik Rusia. Binatang-binatang itu berukuran berat dua kali dari gajah saat ini. Ketinggian mencapai 18 kaki dan berat hingga 12 ton.

Comment

News Feed