by

Mohammad Ahsan: Saya Nggak Mau Selesai dengan Penyesalan

KalbarOnline.com-Bulan depan, tepatnya pada 7 September, Mohammad Ahsan berusia 33 tahun. Usia yang tentu tidak lagi muda untuk ukuran olahraga yang menuntut ketahanan fisik tingkat tinggi seperti bulu tangkis.

Pada Mei lalu, rekan seangkatan Ahsan di pelatnas, Tontowi Ahmad, memutuskan mundur. Pasangan Liliyana Natsir saat meraih emas Olimpiade Rio 2016 tersebut memang sudah tidak berada di tim nasional Indonesia. Namun, dia agaknya masih akan bermain dalam kancah profesional.

“Tapi kan ada yang lebih tua dari saya,” kata Ahsan lantas tergelak dalam siaran live Instagram di akun resmi PP PBSI (1/8). Yang dimaksud Ahsan tak lain adalah partnernya, Hendra Setiawan. Pada 25 Agustus mendatang, Hendra akan berusia 36 tahun.

Ahsan mengakui bahwa persaingan ganda putra dunia saat ini sangat keras. Bukan hanya ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo atau pasangan nomor satu Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe yang menjadi sandungan berat.

Namun, nyaris semua pemain bisa menjadi ganjalan.

Walaupun masih berada di ranking nomor dua dunia, namun Ahsan mengakui bahwa dengan usia yang semakin senior, kekuatan fisik tidak akan sama seperti saat dia masih muda.

Ahsan dan Hendra sudah lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung tahun depan. Dan dia bertekad untuk memberikan yang terbaik. Latihan tetap dijalani dengan serius walau kondisi Indonesia masih terkepung dengan pandemi Covid-19.

Ahsan menuturkan, dengan usianya saat ini, sudah tidak ada lagi yang bisa ditingkatkan secara permainan. Untuk menambah porsi latihan juga tidak bisa dilakukan dengan maksimal.

Terpenting, sekarang adalah menjaga fokus, menjaga motivasi, dan menjaga badannya agar tidak cedera. Dan dia akan bekerja keras untuk terus bersaing di level elite dunia.

“Saya nggak mau selesai, lalu ada penyesalan. Kalaupun gagal, nggak ada penyesalan,” ucapnya. “Soal pensiun, selama masih bisa bersaing, ya coba saja,” imbuhnya.

Menurut Ahsan, potensi ganda putra Indonesia sangat baik. Tetapi untuk mencapai level top dunia, para pemain junior harus bekerja dengan sangat keras. Dan itu harus dilakukan secara kontinu.

“Jangan cepat puas dan semoga saja tidak mengalami cedera parah. Banyak cedera juga berpengaruh karena bisa memperpendek karier. Yang penting adalah mereka mau kerja keras terus-menerus. Dan saya yakin mereka akan menuju ke sana (level elite dunia, red),” kata Ahsan.

Comment

News Feed