by

Punya Pasangan Egois? Begini Cara Menghadapinya!

Memang tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula dengan hubungan suami-istri. Agar perkawinan berjalan dengan selaras, baik Mums atau Dads memang seharusnya saling menurunkan ego masing-masing untuk saling memahami.

Memang tidak semua hubungan berjalan sesuai dengan ekspektasi. Dalam sejumlah kasus, beberapa pasangan sulit untuk menurunkan ego masing-masing. Alhasil jika sudah begini, pertengkaran bisa menjadi hal yang sangat mudah terjadi.

Pertengkaran yang terjadi terlalu sering tentu saja akan merusak keharmonisan rumah tangga. Nah, untuk menghindari hal ini, yuk ketahui apa saja sih tanda pasangan yang egois dan bagaimana cara mengatasinya!

Baca juga: 4 Tanda Pernikahan Tidak Bahagia dan Sehat

Tanda Pasangan yang Egois

Kebiasaan bermalas-malasan atau terlalu santai sebenarnya tidak cukup untuk menyimpulkan kalau seseorang terlalu egois. Meski kebiasaan ini memang terasa menjengkelkan, sifat mementingkan diri sendiri sebenarnya bisa diubah.

Untuk mengetahuinya, berikut ini beberapa tanda pasangan suami atau istri egois.

– Mengharapkan pasangannya menyelesaikan segala hal, termasuk permasalahan yang disebabkan olehnya.

– Selalu memojokkan pasangannya dan menunjukkan bahwa dirinya juga telah banyak berkorban.

– Mementingkan kenyamanan diri sendiri.

– Ingin selalu diutamakan.

– Segala keputusan diambil olehnya.

– Waktu berlibur adalah waktu untuknya bersenang-senang tanpa memikirkan kesulitan pasangan.

– Menentukan aturan tentang keuangan keluarga, tetapi dirinya sendiri tidak menerapkan.

– Menuntut keintiman fisik tanpa memikirkan situasi pasangan.

– Tidak pernah mendukung atau menghargai opini pasangan.

Baca juga: 11 Ujian dalam Pernikahan yang Harus Dihadapi

Cara Menghadapi Pasangan yang Egois

Keegoisan bisa menjadi sifat bawaan yang sudah terbentuk sejak kecil. Karenanya, tidak akan mudah untuk menghadapi atau mengubahnya. Akan tetapi, jangan menyerah begitu saja. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi pasangan yang egois.

1. Diskusikan, jangan menuduh

Salah satu kesalahan terbesar yang sering kita lakukan adalah langsung menuduh. Tidak peduli seberapa kecewa Mums atau Dads, atau seberapa tidak mengertinya pasangan, jangan pernah langsung mengecap mereka egois. Ini hanya akan membuat mereka bertindak defensif. Sebagai gantinya, cobalah untuk menyampaikan harapan pribadi kepada pasangan.

Misalnya, jika mengantarkan anak-anak mengikuti kelas renang adalah tugas Dads, dan Dads dengan mudahnya melimpahkan tugas tersebut kepada Mums, maka jelaskan kepada Dads bahwa Mums tidak bisa melakukannya karena harus melakukan hal lain.

2. Fokus pada hal positif

Mungkin ada banyak perilaku yang menunjukkan bahwa pasangan begitu egois. Namun, mungkin ada juga satu kejadian di mana pasangan menempatkan keluarga sebagai yang utama. Ini bisa menunjukkan bahwa pasangan sebenarnya masih bisa berubah.

Alih-alih terus menerus mengingat perilaku egois pasangan, cobalah untuk fokus pada satu kejadian baik yang dilakukannya dan dorong pasangan untuk melakukannya lebih banyak lagi. Misalnya, Mums biasanya tidak mau melibatkan diri dalam hal-hal yang menyangkut orang tua Dads. Namun pada satu kesempatan, Mums menawarkan diri untuk merawat sang Mertua, maka hargailah keinginan tersebut. Hal-hal seperti ini, walaupun nampak sederhana, bisa membawa perubahan besar.

3. Beri kesempatan kepada pasangan untuk mengambil tanggung jawab dalam rumah tangga

Tanpa sadar, Mums atau Dads mungkin terlalu mendominasi dan mengambil semua tanggung jawab dalam rumah tangga. Akibatnya, pasangan tampak terlihat santai atau justru ragu untuk mengambil tanggung jawab juga. Oleh karenanya, jelaskan batas tanggung jawab masing-masing dan biarkan pasangan melakukan bagian mereka untuk keluarga.

4. Perhatikan diri sendiri

Tidak perlu untuk selalu menyetujui semua kebutuhan dan keinginan pasangan, hingga akhirnya menomorduakan diri sendiri. Percayalah, ini tidak akan membuat pasangan menyadari pengorbanan kita. Sebaliknya, mereka justru semakin bertahan dengan sifat egoisnya. Maka dari itu, usahakan untuk tetap memperhatikan diri sendiri dan fokus terhadap kebahagiaan pribadi, sambil memenuhi tanggung jawab untuk keluarga.

5. Bicaralah

Jangan berdiam dan berharap pasangan akan berubah dengan sendirinya. Jika sifat pasangan membuat kita tertekan, maka bicarakan. Berhati-hatilah untuk tidak serta merta menyerang pasangan karena itu akan berakhir dengan pertengkaran hebat. Usahakan untuk tetap bersikap lembut, tetapi tegas. Jangan berteriak atau menyalahkan, serta gunakan kata-kata yang pantas.

6. Kenali penyebab pasangan menjadi egois

Mungkin ada alasan yang mendasari pasangan bersikap selalu egois. Gali lebih dalam dan pahami hal tersebut. Ini akan membantu Mums atau Dads mengatasi masalah dengan lebih mudah. Terkadang, perilaku egois yang ditunjukkan pasangan juga bisa disebabkan oleh kesalahan perilaku kita sendiri.

Berhadapan dengan pasangan yang egois tentu rasanya sangat menjengkelkan, ya. Apalagi jika ini terjadi dalam suatu pernikahan. Namun, keterbukaan dan kesabaran bisa menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah ini. (AS)

Baca juga: Manfaat Pernikahan bagi Kesehatan Mental

Referensi

Mom Junction. “7 Ways To Deal With A Selfish Husband/ Wife“.

Comment

Terbaru